Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MAU JADI TOURIST GUIDE?


Jakarta's Tourist Guides
Kalau kamu hobi traveling, suka berbagi cerita seputar hal-hal menarik tentang Indonesia, dan pengen ketemu orang dari berbagai penjuru dunia, mungkin profesi ini cocok buat kamu.

Guide dalam bahasa Indonesia berarti memandu. Orang yang memandu disebut pemandu. Sementara tourist artinya wisatawan. Jadi, tourist guide ini bisa diterjemahkan sebagai pemandu wisatawan. Nah, sebutan resminya di Indonesia adalah pramuwisata.

Jadi, pramuwisata ini adalah profesi di bidang kepariwisataan yang menurut Keputusan Menteri Pariwsata, Pos dan Telekomunikasi Nomor KM.82/PW.102?MPPT-88 (1988) menyatakan; “Pramuwisata adalah seseorang yang bertugas memberikan bimbingan, penerangan dan petunjuk mengenai objek wisata serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan”.

Wisatawan yang dipandu bisa wisatawan domestik (wisatawan nusantara) atau wisatawan mancenagara. Ini yang bikin profesi tourist guide ini menarik; bertemu dengan beragam karakter manusia, profesi hingga beragam ras. Gak ngebosenin. Apalagi kita bisa sekalian jalan-jalan gratis. Dibayarin pulak.  Ya, gak sampei 80 juta per hari apalagi per jam, sih. Eh tapi gak tau ya. Yang namanya rejeki mah, gak akan pernah tau.

PROFESI KEREN

Profesi tourist guide mungkin gak sementereng dokter, insinyur dan sejenisnya tapi kontribusinya dahsyat, men. Apalagi saat ini pariwisata jadi salah satu sektor andalan untuk meraih devisa. Dan, salah satu ujung tombaknya, ya, para tourist guide.

Tourist guide is in fact doing diplomacy.

Wohooo, tourist guide itu kek diplomat dong? kok keren yak? Iya dong. Apa yang kami lakukan itu masuk ke dalam golongan soft diplomacy. Saya selalu inget wejangan salah seorang psikolog di salah satu sesi wawancara yang pernah saya ikuti,

“bergerak dalam dunia diplomasi itu gak melulu harus lewat Departemen Luar Negeri (DEPLU). Jadi, tour guide adalah salah satunya“.

Boleh lah para diplomat itu bisa jadi duta besar. Tapi, kami, para tourist guide gak kalah. Kami adalah duta wisata. Yang penting sama-sama duta, khan?! Hehehe.

Sebagai duta wisata salah satu tugas kami adalah berbagi cerita tentang Indonesia kepada dunia.

“Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia loh. Ada 13466 pulau yang sudah bernama dan sudah terdaftar di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dari total 17.500 pulau di Indonesia. Kalau ingin menjelajah Indonesia dengan tinggal satu hari di setiap pulau bernama itu, maka butuh 37 tahun lamanya untuk menyelesaikan petualangan di Indonesia. Jarak dari barat ke timur Indonesia adalah 5428 km, jarak yang sama antara Teheran (Iran) ke London (Inggris). Indonesia punya garis pantai sepanjang 95.181 km. Terpanjang ke˗4 di dunia setelah Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia. Oh ya Indonesia juga kaya akan suku bangsa. Ada 1128 suku bangsa dan 746 bahasa. Belum lagi ribuan jenis makanan minuman khas dan keanegaragaman flora dan fauna yang nggak ada bandingannya. Indonesia adalah negara dengan keanegaragaman hayati “top 3” terkaya di dunia!” (goodnewsfromindonesia.org)

Coba deh, ngoceh penjelasan singkat tentang Indonesia di atas sambil menunjukan foto objek-objek wisata terkece di Indonesia seperti Raja Ampat, Gunung Bromo, Candi Borobudur, dan banyak lagi. Kita aja yang orang Indonesia bisa ngiler, apalagi orang asing. Ya, memang itulah negeri kita, Indonesia. Keindahannya luar biasa.

Sebagai tourist guide, kita, punya banyak kesempatan berinteraksi dan berkomunikasi dengan saudara setanah air hingga warga asing dari berbagai pelosok dunia. Dan, bukan nggak mungkin, bisa juga menjelajah dunia loh. Gimana, asik kan?


Saat memandu mahasiswa dari Amerika

Memandu penggemar kuliner di Bandung


Walking Tour bersama Jakarta Good Guide di kawasan "China Town" Jakarta
Perbedaan tourist guide dan tour leader baca disini.

SIAPAKAH YANG BISA JADI TOURIST GUIDE?

Siapapun bisa kok jadi tourist guide. Buat yang hobi traveling, yang punya kemampuan bahasa asing, yang doyan ngoceh, yang suka sejarah, yang minat dengan budaya, yang mengapresiasi kuliner, punya wawasan tentang objek dan fakta menarik seputar kota pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, pokoknya siapapun bisa. Asal siap untuk melayani, siap untuk panas-panasan, siap untuk baca dan belajar. Eh belajar? Iya, kalau mau jadi tourist guide handal harus kaya akan informasi. Diajak ngomong politik hayu. Ditanya sejarah, bisa jawab. Ditanya tentang tradisi dan budaya, gak gelagapan. Ditanya tentang kuliner, bisa bikin wisatawannya ngiler. Gak harus sempurna karena kita bukan sejarahwan, bukan politikus, bukan pula budayawan. Semuanya bisa dipelajari sedikit demi sedikit. Inshaallah, lama-lama bakal jadi tourist guide handal dan kondang. Hehe.

Pariwisata itu termasuk dalam hospitality industry atau industri pelayanan jadi mau gak mau harus punya jiwa melayani, rapih, bersih dan murah senyum. Siapa juga yang mau dipandu sama tourist guide yang judes, pelit senyum, kucel, bau pula?

Satu lagi! Syaratnya untuk jadi tourist guide ini harus punua rasa CINTA. Cinta dengan kotamu, cinta dengan negerimu. Dengan begitu kita akan mencintai profesi ini. Dan, kalo berlandaskan cinta inshaallah akan bahagia. 

"Do What You Love, Love What You Do"

GIMANA CARANYA JADI TOURIST GUIDE?

Untuk jadi tourist guide itu seperti mengendarai mobil harus punya lisensi (surat ijin). Surat ijin itu bisa didapat jika kita terlebih dahulu menempuh diklat (pendidikan dan latihan) dan sekaligus lulus saat ujian di penghujung diklat. Tapi kabarnya di DKI Jakarta untuk taun ini gak pake lisensi-lisensian segala. Sebagai penggantinya harus ikut uji kompetensi profesi.

License to guide
Saya sendiri mengawali perjalanan karir di dunia traveling ini dengan ikut diklat Pramuwisata Muda yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DKI, Jakarta di tahun 2011. Diklatnya gratis. Fyi, Pramuwisata Muda secara geografis beroperasi di wilayah propinsi, kemudian ada Pramuwista Madya yang bisa beroperasi di seluruh wilayah Indonesia, dan yang ketiga adalah Pemimpin Perjalanan Wisata atau yang lebih popular dengan sebutan Tour Leader. Tour leader ini yang paling luas daya jelajahnya yaitu lintas negara hingga lintas benua. Secara regulasi, kita harus ikutin diklat dan tesnya secara bertahap dimulai dari Pramuwisata Muda dulu.

Nah, kembali ke diklat. Penyelenggara diklat dari satu propinsi ke propinsi lain bisa berbeda mekanismenya atau penyelenggaranya tapi biasanya seputar kolaborasi Dinas Pariwisata dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). HPI ini adalah wadah yang menaungi para tourist guide. Jadi, setelah resmi punya lisensi jadi tourist guide, bergabunglah dengan HPI biar luas networking-nya sekaligus nambah wawasan karena di HPI ini banyak anggotanya dengan pengalaman dan ilmu yang mencengangkan. Apalagi Kartu Tanda Anggotanya sakti banget, bisa jadi tanda pass gratis masuk di berbagai objek wisata di pelosok tanah air.  


Kartu Tanda Anggota (KTA) HPI
And, here’s good news buat yang mau jadi tourist guide terutama yang berdomisili di DKI Jakarta.


Pssst … banyak warga ibukota yang belum pernah ke Taman Fatahillah, belum pernah ke Museum Nasional, bahkan bisa jadi nginjekin kaki di seputaran tugu Monument Nasional (Monas) aja mungkin belum pernah. Ada banyak hal menarik di ibukota tapi sayang banyak yang gak 'ngeh'. So, Jakarta needs you. Let’s join us to become tourist guides.

56 komentar untuk "MAU JADI TOURIST GUIDE?"

Dyah 6 Februari 2019 04.49 Hapus Komentar
Wah, kayaknya seru nih. Tapi ini cuma ada di Jakarta aja ya?
idfipancani 6 Februari 2019 07.38 Hapus Komentar
sebenernya diklat ini ada di 33 propinsi tapi yang ada di blog ini emang bewara khusus buat DKI Jakarta aja. karena kebetulan pas udah deket sama waktu penyelenggaraannya. begitu :)
Marga Apsari 11 Februari 2019 22.25 Hapus Komentar
Wah! Seru banget! Ternyata ada lisensinya ya buat jadi tourist guide. Aku bukan KTP DKI Jakarta, jadi harus cari tau untuk yang di daerahku yaa~
Kania Safitri 11 Februari 2019 22.25 Hapus Komentar
Wah asik bangeet ya kerjaan tourist guide gini bisa sharing dan menikmati jalan2 bersama orang dari berbagai penjuru dunia
Samleinad 11 Februari 2019 22.44 Hapus Komentar
Jadi tur giude pasti seru ya. Bisa ketemu bermacam2 karakter orang
Andiyani Achmad 11 Februari 2019 23.35 Hapus Komentar
kang idfi selalu seru dan happy, pertanyaan aku pernah gak kang bete atau perasaannya lagi gak nyaman saat tour guide trus ngatasinya gimana?
Nur Said Rahmatullah 12 Februari 2019 07.59 Hapus Komentar
ajak saya jalan2 ke tempat wisata ibu kota yang jarang diketahui orang dong mas Idfi. Pengen ditourguide-in sama mas Idfi saya. uwuwuuw
unggulcenter 12 Februari 2019 08.11 Hapus Komentar
aku diajakin bantu rombongan pejabat jalan2 nunjukin ini itu ketika kuliah dulu di eropa timur. Nah kira2 itu tour guide bukan yak, soalnya disitu kebalik, jalan-jalan memandunya pakai bahasa indoensia hihi.. itpunn curi2 waktu bolos kuliah :D :D mayan dapat tips .. anak kost berkaca2 kalau dapat duit :D
Kang Didno 12 Februari 2019 23.41 Hapus Komentar
Wah seru juga ya jadi tourist guide
Gita Siwi 13 Februari 2019 16.43 Hapus Komentar
Saya pernah lho terpikir jadi tourist guide mas hahaha enak ya jalin persahabatan dengan teman teman dalam dan luar negeri. Plus bonus dapat tahu langsung tiap tempat kan
Unknown 13 Februari 2019 22.51 Hapus Komentar
selamat kang udah berlisensi nih, tidak perlu diragukan lagi hehe.. btw aku jg pernah jadi guide kecil2an aja emang seru sih, nambah temen juga dan bisa sharing ilmu itu mengasyikan
NAD 14 Februari 2019 03.23 Hapus Komentar
“bergerak dalam dunia diplomasi itu gak melulu harus lewat Departemen Luar Negeri (DEPLU). Jadi, tour guide adalah salah satunya“. MMM. Makes sense.
Tour Guide bisa mengharumkan nama negara juga dg memberikan kabar2 baik Indonesia, berperan penting juga ya Mas. Wawasannya kudu luas nihh. Wah saya baru tahu ada diklat dan tingkatan2nya.
Asik nih yg di DKI JKT ada programnya. HMM Daerah Padang kapan yaaah?
Sapa Dunia 14 Februari 2019 22.23 Hapus Komentar
Kayanya bukan saya orgnya jd travel guide :)) sy jd peserta saja hehhee
Icha 15 Februari 2019 17.30 Hapus Komentar
Wah seru ya jadi tour guide.... btw temen temen traveler skrg skrg banyak yang open trip yaaaa nampaknya jadi peluang yang brilian... dan paket paket tour dr perusahaan travel2 jd kurang menarik ya hehehhehe... keknya lbh asik dan lbh murah ama temen2 traveler hehee
Liswanti 15 Februari 2019 22.08 Hapus Komentar
Jadi tour guide keren loh kang idfi, dan harus banyak wawasan tentang wisata ya kang. Aku baeu tahu ternyata ada uji kompetensinya ya. Mantep.
idfipancani 16 Februari 2019 01.07 Hapus Komentar
iya jd tour guide harus bwrlisensi/bersertifikasi. Emang dirimu di daerah mana?
idfipancani 16 Februari 2019 01.08 Hapus Komentar
iyessss betoel. Pokonya seru deeeeh. hehehe.
idfipancani 16 Februari 2019 01.09 Hapus Komentar
yup. ketemu makhluk yang ajaib sampe kek makhluk gaib (bisa ngilang tiba-tiba dan biasanya nyangkut ti tempat suvenir/belanjaan heheh)
idfipancani 16 Februari 2019 01.11 Hapus Komentar
bete? yak pernah atuh. Apalagi kalo pesertanya ada yg bandel, ngeselin, nyebelim ato jahaaaaat ... iya jahaaaat!!! Tapi sabar dan tetep senyum aja lah. Bersyukur bisa kerja yang emeijing kek begini heheheh
idfipancani 16 Februari 2019 01.11 Hapus Komentar
kuyyyyyyu atuuuuh
idfipancani 16 Februari 2019 01.12 Hapus Komentar
iyaak itu dah praktekin ilmu tour guide tuh :)
idfipancani 16 Februari 2019 01.13 Hapus Komentar
serunya pake bangeeet bang heheh
idfipancani 16 Februari 2019 01.13 Hapus Komentar
iyeee beneeer. Dan, kenyataannya emang banyak enaknya sih :)
idfipancani 16 Februari 2019 01.14 Hapus Komentar
jadi guide kecil2an gimana???
idfipancani 16 Februari 2019 01.14 Hapus Komentar
Kalo padang coba tanyakan ke HPI atau ke Dinas Pariwisatanya.
idfipancani 16 Februari 2019 01.15 Hapus Komentar
hahahaha
idfipancani 16 Februari 2019 01.15 Hapus Komentar
masing-masing ada plus minusnya loh. Selektif juga milih trip organizer kalo gak bisa berujung dengan "diterlantarkan" 😁
idfipancani 16 Februari 2019 01.16 Hapus Komentar
iyah yeh lis ada uji kompetensinya biar guidenya pada kompeten semua
Reh Atemalem 17 Februari 2019 05.00 Hapus Komentar
Duh aku seneng betul nih dengan profesi yang ngasi batasan umur agak lebar. Ga menutup kemungkinan buat orang-orang yang mau ganti profesi buat ikutan.
Nurul Dwi Larasati 17 Februari 2019 08.53 Hapus Komentar
Wah, KTP Depok nggak bisa ya? Padahal kriteria yg lain lolos nih ��. Paling asyik memang jadi tourist guide.
Zata Ligouw 17 Februari 2019 15.28 Hapus Komentar
jadi pengen dehhh... eh tapi gak pede ah, hihihi...
Elly Nurul 18 Februari 2019 00.16 Hapus Komentar
Bukan warga Jakarta.. jadi ngga bisa ikutan ya ka IDFI hehe semoga banyak warga Jakarta yang mendaftar ya.. tour guide ini asik lho.. tapi ya memang yang memiliki passion jadi pemandu wisata.. kalo malu-malu ya susah.. yuk ah warga Jakarta.. ramaikan dan viralkan.. sukses ya ka IDFI
Mporatne 18 Februari 2019 01.30 Hapus Komentar
Wah ada keberuntungan masuk HPI bisa masuk gratis ke tempat wisata

Inilah yang akan sering berjalan jalan sambil cerita kisah dibalik suatu sejarah atau tempat.
Andri Mastiyanto 18 Februari 2019 03.18 Hapus Komentar
Ternyata untuk jadi touris guide perlu lisensi ya. Baru tau
Desy Yusnita 19 Februari 2019 20.30 Hapus Komentar
Aku nih ngaku belum pernah naik ke puncak monas, padahal ibaratnya aku warga asli jakarta alias orang betawi....huhuhu. Proud of you Kang.
Honey Josep 13 Maret 2019 03.03 Hapus Komentar
kamu keren! udah mau komen gitu aja :D
idfipancani 26 Maret 2019 03.39 Hapus Komentar
ga cuma batasan umur aga kebar, batasan bodi aga lebar juga kok hahah
idfipancani 26 Maret 2019 03.40 Hapus Komentar
harus DKI. Kalo luar DKI ya harus ada surat pengantar dari travel agency di dki.
idfipancani 26 Maret 2019 03.40 Hapus Komentar
ihhhhh Pede aja lagiiiiih
idfipancani 26 Maret 2019 03.41 Hapus Komentar
makasiiiiih kakakkkk
idfipancani 26 Maret 2019 03.41 Hapus Komentar
yuuup true. Jadi guide banyak manfaatnya termasuk kartu HPI saktinya itu :)
idfipancani 26 Maret 2019 03.42 Hapus Komentar
iya kek nyetir perlu lisensi
idfipancani 26 Maret 2019 03.43 Hapus Komentar
eh sok atuh naek ke puncak monas. Biar afdol tauk jadi warga jakartanye haha
idfipancani 26 Maret 2019 03.43 Hapus Komentar
kamu juga keren. Udah cuma mo jawab gitu aja. 😁
aatikah65 12 Mei 2020 18.57 Hapus Komentar
Dear Pak Idfi Panca, saya lulusan tahun 2020. apakah HPI belum membuka diklat di tahun 2020? Terima kasih
Natnat 25 Mei 2020 05.59 Hapus Komentar
Klau mau daftar untuk jadi tour guide itu gmana ya ?
Aura Syahwa 23 November 2020 20.05 Hapus Komentar
untuk tahun 2021 kira- kira ada ga yaa pelatihannya itu? info ini bisa didapat dimana ya? Terima kasih
Unknown 13 Desember 2020 06.18 Hapus Komentar
Kak kalo semisal lulus sma mo ikutan tour guide itu bisa gk kak ? Kan gk tau apa² baru lulus sekolah 😁...kebetulan saya gk lanhut sma cuma ikut kursus bahasa inggris aja, nanti dpt ijasah ikut paket c ...kira² bisa gk kak ?
ALIF 18 Februari 2021 05.37 Hapus Komentar
Wah mau tuh jadi tourguide,gimana caranya ya, saya ada di daerah lain.
Friday01 3 Maret 2021 18.28 Hapus Komentar
Halo... saya ingin bertanya. Apakah menjadi seorang tour guide mesti lulusan s1? Soalnya saya lulusan SMA dan ingin sekali menjadi tour guide
idfipancani 22 Juni 2021 07.30 Hapus Komentar
halo Atikah,

mohon maaf satu tahun terakhir ini sedang tidak aktif ngeblog. Terimakasih untuk pertanyaannya ya. Untuk saat ini sedang tidak ada diklat dikarenakan kondisi belum kondusif. Semoga di tahun 2022 sudah kondusif dan diadakan kembali diklat pramuwisata :)

salam sehat
idfipancani 22 Juni 2021 07.32 Hapus Komentar
halo Natnat,

Mohon maaf baru bisa respons. Untuk pendaftaran diklat jadi tourist guide di DKI Jakarta bisa ke Dinas Pariwisata DKI Jakarta di Gedung C jl. Kuningan Barat jaksel.

Tapi, kemungkinan baru akan dibuka di tahun 2022 itupun jika situasi sudah kondusif.

regards,
idfi
idfipancani 22 Juni 2021 07.34 Hapus Komentar
halo Aura,

Mohon maaf baru bisa buka blog dan balasa sekarang. Setahun ini sedang tidak aktif nge-blog.

Untuk pelatihan kemungkinan baru ada di tahun 2022 dengan catatan jiga situasi sudak kondusif. silahkan hubungi Kantor Dinas Pariwisata Propinsi atau Himpunan Pariwisata Indonesia di kota masing-masing.

Regards,

idfi
idfipancani 22 Juni 2021 07.36 Hapus Komentar
halo,

mohon maaf baru bisa kembali mengakses blognya sehingga baru bisa balas sekarang. setau saya lulusan SMA/SMK bisa kok daftar jadi tourist guide. tapi nanti bisa ditanyakan updatenya ke Dinas Pariwisata atau Himpunan Pramuwista Indonesia (HPI) di kota domisilimu.

Regards,

idfi
idfipancani 22 Juni 2021 07.37 Hapus Komentar
Halo Alif,

mohon maaf untuk slow respons nya.

Untuk jadi tour guide bisa ditanyakan informasinya ke Dinas Pariwisata atau Himpunan Pramuwista Indonesia (HPI) di kota domisilimu.

semoga membantu :)

salam
Idfi
idfipancani 22 Juni 2021 07.39 Hapus Komentar
Halo Friday01,

salam kenal.

Mohon maaf baru bisa balas pesannya. Untuk menjadi pramuwisata/tourist guide tidak ahrus lulusan S1 kok. Namun, bisa jadi dari waktu ke waktu ada perubahan kebijakan. Untuk jelasnya bisa dihubungi Dinas Pariwisata atau Himpunan Pramuwista (HPI) di kota domisilimu.

Semoga membantu.

salam,

Idfi