Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wisata Kuliner Kota Tua Jakarta Part 2: From Holland to peranakan.



Kawasan Kota Tua Jakarta sekarang makin keceh loh. Kawasan Kali Besar udah dibersihin dan dipugar. Taman Fatahilah, jantung Kota Tua-nya yang luas, dikelilingi oleh bangunan-bangunan kokoh bergaya arsitektur kolonial. Berasa banget kek di Eropa. Jadi sebelum jauh-jauh jalan-jalan ke Eropa, mampir dulu kemari lah sambil wisata kuliner, yuk?



Wisata Kuliner di Kawasan Kota Tua Jakarta itu asyik loh. Nah, setelah bagian satu mengupas Coffee & Tea (baca di sini), di bagian ke-2 ini mari kita mampir ke berbagai tempat makan yang menu andelannya dari makanan klasik Betawi sampai cemilan noni-noni Belanda. Penasaran? Yuk, mari kita mulai Wisata Kuliner Kota Tua Jakarta Part 2.

HISTORIA BISTRO & BAR


Historia Bistro & Bar ini menempati sebuah bangunan tua yang di jaman Belanda dulu adalah sebuah gudang rempah-rempah. Bagian interior rumah makan satu ini lumayan instagramable. Di lorong pintu masuk utama berderet toples-toples rempah-rempah beraneka warna. Di dinding bagian dalam ada mural yang menggambarkan suasana di abad ke 17-18.


Untuk makanannya sendiri ada beragam pilihan menu. Kalau mau ngemil, ada pilihan dari lumpia, tempe mendoan sampe tahu golek. Kalau mau satu piring banyak pilihan, coba pesen Historia Platter seharga IDR 35k yang terdiri dari lumpia, perkedel, dan paha ayam goreng disajikan dengan sambel special.
Untuk makanan utamanya ada gado-gado, nasi goreng, nasi bakar, sate, ayam goreng hingga aneka jenis ikan.  Di Historia Bistro & Bar ini ada satu menu klasik betawi yang kabarnya udah langka dan jarang ditemuin di tempat mana pun namanya Sayur Babanci. Sayur yang teridri dari potongan daging dalam kuah santan dengan belasan bahan rempah-rempah ini disebut Babanci karena konon dulunya adalah masakan yang suka dimasak ‘babah dan ncim’ di acara-acara penting.
Buat pencuci mulut ada gemblong pisang, aneka jenis es hingga kreker tape (tape goreng ditaburi gula tepung). Hmmm maknyus. Untuk minumnya cobain deh Es Tajin dengan taburan kayu manis. Segeeeer!

Es Tajin
Free Wifi
Buka: jam 10:00-21:00 (weekdays), 09:00-22:00 (weekend)
Harga: IDR 50k-IDR 100k/orang
Alamat: Jalan Pintu Besar Utara No. 11, Pinangsia, RT. 4/RW.6, Pinangsia, Jakarta Barat, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110 phone: (021) 6904188

KEDAI SENI DJAKARTE


Bekas tempat penyimpanan rempah-rempah di masa penjajahan Belanda berlantai dua ini sekarang jadi salah satu pilihan asyik untuk nongkrong, ngopi dan makan dengan nuansa kolonial di kawasan Kota Tua Jakarta. Saya paling suka duduk-duduk di teras luarnya atau di lantai atas. Ada wifi gratis dengan kecepatan mumpuni. Buat yang muslim disediakan ruang mushalla yang cukup nyaman di lantai atas.



Makanan dan minuman di Kedai Seni Djakarte ini termasuk yang paling ekonomis dibanding café/restoran sejenis yang ada di kawasan pusat Kota Tua. Dengan bawa uang sekitar IDR 25k – IDR 50k, kita udah bisa makan dan minum lumayan kenyang.

Popular Post: Nasi Ulam Enak Di Jakarta Selatan

Pilihan menunya cukup beragam. Ada ayam bakar dengan sambal yang nendang banget pedesnya. Kalo mampir kemari, wajib nge-bir. Tapi jangan takut, bir yang satu ini halal kok; bir pletok – bir tradisional dengan bahan rempah-rempah dan tanpa alkohol. Ngebirnya ditemani sepotong ubi dan pisang rebus. Sedap!



Buka: Jam 10:00-21:00
Harga: IDR 25k – IDR 50k/orang
Alamat: Jalan Pintu Besar Utara No. 17, JKT 11110 Tel 0818.083.74431

Baca juga:
All You Can Eat
Afternoon Tea vs High Tea

BANGI KOPI TIAM


Tempat yang satu ini juga cukup instagramable. Tempatnya luas, Wifi gratis dan kenceng, ada non smoking dan smoking area, ada meja billiard dan gratis buat customer. Cocok buat sekedar ngopi-ngopi sambil nongkrong atau buat makan besar.
Tempat makan satu ini punya menu masakan campur-campur. Ada masakan Indonesia (sate, soto, nasi ayam bakar, dll), masakan Thailand (Tom Yam Soup, Pad Thai), masakan Malaysia/Singapura (Nasi Lemak, Laksa Noodle, Rice Noodle), ada dimsum, sandwhich, dll. Untuk dessert-nya, ada aneka jenis es krim. Kalau mau sekedar ngopi aja, coba pesen kopi/teh tarik dan roti bakar Melacca Portugese Toast atau Melacca Nutella Toast. Lalu potongan rotinya dicelup-celup ke kopi/teh. Sluuuurp, enyaak!

Buka: Jam 8:00-23:00
Harga: IDR 25k – IDR 75k/orang
Alamat: Jl. Kali Besar Tim. No. 21A, Kota Tua, Jakarta Barat. Tel (021) 6903442

PADANG MERDEKA


Rumah Makan Padang satu ini besar, bersih, nyaman, ber-AC. Meski secara harga sedikit di atas harga warung padang pada umumnya tapi masakannya enak. Rendang, ayam pop dan kikilnya maknyus!
Ada tempat parkir di belakang gedung restoran. Dan, rumah makan satu ini punya beberapa sudut yang asyik untuk berfoto.

Buka: Jam 10:00 - 22:00
Harga: IDR 50k – IDR 75k/orang
Alamat: Jl. Lada No. 1, Kota Tua, Jakarta Barat. Tel (021) 22692291

Bacaan Bikin Ngiler: 5 Rumah Makan Padang Enak & Ekonomis Di Jakarta

BATAVIA MARKET


Kalau mau nge-juice atau minuman segar dengan ragam variasi dan kombinasi, di sini lah tempatnya. Makanannya juga banyak pilihan dari makanan Indonesia sampai makanan barat. Kalo mau nyemil, saya paling suka goring tahunya. Kalau mau makan berat, sop buntutnya enak, loh. Atau coba pesen burger merah atau hitamnya.


Buka: Jam 10:00-22:00
Harga: IDR 25k – IDR 75k/orang
Alamat: Jl. Taman Fatahillah No. 3, Kota Tua, Jakarta Barat. Tel (021) 26073990

KEUKENHOF BISTRO


Rumah makan satu ini sangat berbau Belanda, dari mulai namanya yang diambil dari kebun bunga terbesar di dunia yang berada di negeri Belanda, dekorasinya yang berbau Belanda lengkap dengan bunga Tulip  ala-alana, hingga masakan andalannyanya berbau Belanda. Dari mulai kudapan seperti poffertjes, bitterballen hingga makanan utamanya Dutch Steak – Steak Belanda dengan daging tenderloin dan taburan keju. Yummy!

Poffertjes & Bitterballen
Buka: Jam 09:00-21:00
Harga: IDR 100k – IDR 200k/orang
Alamat: Jl. Kunir No. 5, Kota Tua, Jakarta Barat. Tel (021) 6908856

CAFÉ BATAVIA


Ini dia ‘bintang’ di kawasan Kota Tua. Cafe yang di awal th 90-an pernah terpilih sebagai ‘The Best Bar In The World’ ini menempati bangunan kolonial yang masih terjaga, klasik dan sangat cantik. Café Batavia menyajikan masakan nusantara-internasional. Dimsumnya cukup enak. Onde-onde terenak yang pernah saya makan, ada di sini. Café Batavia ini adalah tempat makan paling iconic di Kota Tua. So, jangan heran kalau harga makanan/minumannyanya paling mahal dibandingin tempat makan lain di kawasan ini tapi sepadan dengan rasa, porsi, suasana dan lokasi.
Coba lah duduk di lantai dua, di pinggir jendela icip-icip kudapan khas Belanda, poffertjes, sambil nikmatin suasana Taman Fatahillah dan gedung Museum Sejarah Jakarta yang megah. Berasa di Eropa banget.

Buka: Jam 9:00-24:00
Harga: IDR 100k – IDR 250k/orang
Alamat: Jl. Pintu Besar Utara No. 14, Kota Jakarta Barat. Tel (021) 6915534


STREET FOOD


Kawasan Kota Tua juga surganya street food atau makanan pinggir jalan. Di sekitaran Jl. Ketumbar di trotoar Bank BNI, di kawasan Jl. Kunir dan beberapa tempat lainnya banyak ditemukan gerobak penjual makanan dari mulai mie baso, otak-otak goreng, nasi goreng, ketoprak sampai mbok-mbok berjualan nasi pecel. Jangan lupa icip-icip kuliner khas Betawi yaitu kerak telor dan es selendang mayang.









- Selamat berwisata Kuliner! -




#wisata #kuliner #food #travel #jakarta

59 komentar untuk "Wisata Kuliner Kota Tua Jakarta Part 2: From Holland to peranakan."

Puspa 7 Juli 2018 02.31 Hapus Komentar
Yang pernah baru Cafe Batavia. Dua kali ke sana. Suka dengan foto-foto yang di dinding sampai kamar mandi. Unik.
idfipancani 7 Juli 2018 04.16 Hapus Komentar
yup Cafe Batavia emang bagus. Dan, bagian favoritmu adl kamar mandi. 😂😁
Suciarti Wahyuningtyas (Chichie) 7 Juli 2018 05.22 Hapus Komentar
Itu pecel udah dadah-dadah kayaknya, aku kalau ke daerah kota tua lebih sering makan di Kafe Batavia. Baca ini langsung mau nyobain yang lainnya juga.
idfipancani 7 Juli 2018 07.32 Hapus Komentar
sok atuh dicoba tempat yang lain. Kalo saya biasanya sistemnya kek gini: apetizer di tempat makan A, main course di B, dessert di C.
Ajeng Pujianti Lestari 7 Juli 2018 19.47 Hapus Komentar
Uwaaa, waktu ke wisata kota Tua saya jajannya street food aja. Nggak berani masuk ke resto2 karena takut sama harganya, wkwkwkwk. Dari postingan ini jadi tau deh kalo lumayan juga ya ternyata.

idfipancani 7 Juli 2018 23.25 Hapus Komentar
gak semuanya mahal kok. Yg ekonomis pun ada loh. coba ih ya next time kongkow di kedai seni djakarte misalnya :)
Cream Penghilang Flek Hitam Aman 27 Juli 2018 01.03 Hapus Komentar
wahh tempat makannya keren-keren juga ya, jadi pengen ke kota tua juga..
ariefpokto 30 Juli 2018 10.12 Hapus Komentar
es tajin rasanya kayak apa ? bukannya aie beras ya ? hehhe
idfipancani 31 Juli 2018 04.21 Hapus Komentar
yuuuk atuh ke kota tua. wisata kuliner di sini seru loooh
idfipancani 31 Juli 2018 04.22 Hapus Komentar
emang cai beas aiiiiip :) Segerrrrr kok
Puspa 7 Agustus 2018 02.00 Hapus Komentar
Wah ada banyak ya tempat makan di Kota Tua. Yang pernah baru makan kaki lima dan yang di Cafe Batavia. Yang kusukai dari Cafe Batavia koleksi foto-fotonya yang bikin interiornya unik.
Tri Sapta 7 Agustus 2018 02.47 Hapus Komentar
Lewat Kota Tua sering. Mampir belum. Kayaknya resto pertama pernah disambangi mak-mak arisan RT saya. Sayang waktu itu saya tidak ikut. Pesona Kota Tua tak hanya sepeda fantasi, ternyata.
Diah Woro Susanti 7 Agustus 2018 18.15 Hapus Komentar
Walah koq pas ya nemu tulisan ini. Rencananya minggu ini aku pengen ke kota tua soalnya. Btw jd pengen nyobain es teh tajin deh.. Rasanya kaya tajin air beras gitu? Haha
zata 7 Agustus 2018 21.11 Hapus Komentar
duhhh..beneran pengen ngeluangin waktu seharian deh khusus buat berwisata kuliner ke kota tua ini. Makasih artikelnya yang udah sukses bikin ngiler ya mas Idfiii...
Andiyani Achmad 8 Agustus 2018 03.12 Hapus Komentar
ternyata harga-harganya cukup terjangkau ya kang, kecuali yang di cafe batavia dan sejenisnya kali ya. tapi seruuuu... banyak banget jajanan enak-enak di sana. mau ah pankapan melipir ke sana sambil kulineran
Utie adnu 8 Agustus 2018 15.14 Hapus Komentar
Padahal dkt bngt ini dari rumah cuma blm ke explore semua.. kepin bngt drh suatu hari jelajah kotu...
Miranti 8 Agustus 2018 21.17 Hapus Komentar
Iyaya kawasan kota tua makin kecee, pilihan kulinernya juga beragaaam. Gitu donkk ini namanya ibukota, makin dijaga makin berwarna.
Sapa Dunia 9 Agustus 2018 00.38 Hapus Komentar
Suasana heritage kota tua, tidak terganti
Yayat 11 Agustus 2018 03.07 Hapus Komentar
area kota tua lengkap yaaa jajanannya..mau murah mau mahal lengkap ada... street food sih enak dan murah tapi kudu liat liat juga kebersihan jajanannya karena kebersihan itu numero uno
Wian 11 Agustus 2018 08.08 Hapus Komentar
Enggak ada matinye emang ni kota tua. Dari mulai kuliner, spot foto instagramable, museumnya, ahhh gak pernah hanis cerita kalau ke sana.
Lya Amalia 11 Agustus 2018 20.40 Hapus Komentar
aku lebih suka sama wajah barunya kota tua yang sekarang. dan yang lebih uniknya lagi, beberapa tempat cafe - cafe juga bisa keliatan jaman belanda banget yang bisa bikin back to old banget
Helenamantra 12 Agustus 2018 14.51 Hapus Komentar
Baru pernah ke Historia aja dan pastinya street food. Harganya emang lumayan begitu yak. Heheh
FaniaSurya 12 Agustus 2018 15.05 Hapus Komentar
Ke kota tua nggak pernah makan di resto dan cafenya. Paling enak tuh mampir di street foodnya. Makan sambil nongkrong jongkok atau lesehan.di jalan. Hehehe
Unknown 12 Agustus 2018 18.15 Hapus Komentar
gilakk..di kota tua ada sebanyak ini cafe kereeeennn...
sumpah aku baru tauuuu bangettt

penasaran bgt sm es tajinnya deh
Maya Rumi 12 Agustus 2018 19.03 Hapus Komentar
aq paling suka makan di historia, cocok rasanya dengan lidahku.. tapi jajan pinggir jalannya juga gak bisa di hindarin,,, nyum semuanyaa
Kania Safitri 12 Agustus 2018 19.11 Hapus Komentar
Aaah... udah lama banget ga main ke kota tua jadi pengen juga wisata kulineran. Ajak-ajak dong kang hehehe...
Catcilku 12 Agustus 2018 20.29 Hapus Komentar
Wah komplit banget jajananya. Belum semua dicoba, baru 2 tempat yang dicoba. Lain waktu perlu dicoba yang lainnya
Sadewi 12 Agustus 2018 20.44 Hapus Komentar
Aku belum pernah ke kota tua ajak si kecil, jadi pengen kesana deh weekend ini sambil kulineran
Marga Apsari 12 Agustus 2018 20.46 Hapus Komentar
Wuiiih lengkap! Aku cuma tau Cafe Batavia dan Padang Merdeka aja. Pengen coba yang lain juga nih :D
Silvia Putri 13 Agustus 2018 00.58 Hapus Komentar
belum menyobain satu pun .. hiks
Unknown 13 Agustus 2018 01.18 Hapus Komentar
Entah kenapa dari dulu aku gapernah berani makan di resto2 Kota Tua karena mikirnya mahal hahaha anaknya lemah amat ya
Andri Mastiyanto 13 Agustus 2018 01.45 Hapus Komentar
Tempat makannya Instagramable banget
Honey Josep 13 Agustus 2018 02.22 Hapus Komentar
pengen banget bisa main ke kota tua tapi enggak pake rame :D
Liswanti Pertiwi (PenaLiswanti) 13 Agustus 2018 06.56 Hapus Komentar
Aku sering itu ke Historia, makananya emak enak dan endezzz nikmat
idfipancani 14 Agustus 2018 00.19 Hapus Komentar
udah coba sayur babancinya Kedai Historia juga kah?
idfipancani 14 Agustus 2018 00.20 Hapus Komentar
udah coba sayur babancinya Kedai Historia juga kah?
idfipancani 14 Agustus 2018 00.20 Hapus Komentar
maennya pas weekday dan pas jam kerja dong... sepiiiii
idfipancani 14 Agustus 2018 00.21 Hapus Komentar
yoiiii :)
idfipancani 14 Agustus 2018 00.21 Hapus Komentar
issssh kakakkkk cobain dong wiskul di kota tua.. gak semua mahal kok. In fact, banyak yang ekonomis loh.
idfipancani 14 Agustus 2018 00.22 Hapus Komentar
kalo begitu coba donggggg satu persatu :)
idfipancani 14 Agustus 2018 00.23 Hapus Komentar
tapi emang Cafe Batavia dan Padang Merdeka paling tob siiiih..
idfipancani 14 Agustus 2018 00.23 Hapus Komentar
emang dirimu aseli mana? Dan, udah berapa lama di Jakarta?
idfipancani 14 Agustus 2018 00.24 Hapus Komentar
yang 2 itu apa?
idfipancani 14 Agustus 2018 00.24 Hapus Komentar
ajak2? Beneran? Mau wisata kuliner sambil aku pandu gak? :)
idfipancani 14 Agustus 2018 00.26 Hapus Komentar
jajanaan pinggir jalan di endonesyaaah mah emang juwaraaah
idfipancani 14 Agustus 2018 00.27 Hapus Komentar
es tajin nya segeeeeeer.. ayo segera eksplorasi Kota Tua
idfipancani 14 Agustus 2018 00.28 Hapus Komentar
ish street food dimari mah emang gak ada yg ngalahin...
idfipancani 14 Agustus 2018 00.28 Hapus Komentar
kalo yg mayan ekonomis mah di Kedai Seni Djakarte
idfipancani 14 Agustus 2018 00.29 Hapus Komentar
iya sekarang Kota Tua makin cantik dan makin berasa sbg kawasan kolonialnya
idfipancani 14 Agustus 2018 00.30 Hapus Komentar
setujuuuuuuh!!!!
idfipancani 14 Agustus 2018 00.30 Hapus Komentar
yes setuku mbak, kebersihan itu numero uno tapi justru yg kagak bersih itu nikmat hahahhahah
idfipancani 14 Agustus 2018 00.31 Hapus Komentar
so pasti!!! Tinggal gimane kita bisa jaganye aje bang
idfipancani 14 Agustus 2018 00.32 Hapus Komentar
yuuuup... kita bantu jagaaa yuk?! :)
idfipancani 14 Agustus 2018 00.32 Hapus Komentar
emangnye rumahnye dimane?
idfipancani 14 Agustus 2018 00.33 Hapus Komentar
aku mah kalo bokek tp pgn ke cafe Batavia ya tinggal ajak temen terus urunan ngemil poffertjes yh sepiring ada 8 biji. Enaaaaaaak dan kalo share alias patungan jd hemat wkwkwkwk
idfipancani 14 Agustus 2018 00.34 Hapus Komentar
sok atuh kulineran di kota tua. Apa mo barengan? :)
idfipancani 14 Agustus 2018 00.34 Hapus Komentar
So, gimana? Udah jadi ke kota tua nya?
idfipancani 14 Agustus 2018 00.35 Hapus Komentar
mampirin dong kapan2 :)
idfipancani 14 Agustus 2018 00.35 Hapus Komentar
nah itu aku juga sukak #dekorasi foto di kafe batavia apalagi yg di toiletnya.