Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Delapan Kota Dunia Yang Bisa Bikin 'Nangis" Turis Indonesia Pembenci Jalan Kaki. Part 1.

Hobi jalan kaki ini ternyata sangat bermanfaat untuk profesi yang saya jalani sebagai pramuwisata dan tour leader (TL). Banyak loh kota-kota tujuan wisata di dunia yang harus kita eksplorasi dengan berjalan kaki (walking tours). Dan saya nggak punya masalah sama sekali dengan itu. Tapi tidak dengan kebanyakan turis Indonesia yang terkenal nggak biasa jalan kaki dan nggak familiar dengan walking tour.
Hasil gambar untuk walking tour
Cumber: canariasetourism.net
Banyak turis Indonesia yang udah ngebayangin betapa serunya traveling ke mancanegara melihat tempat-tempat dan bangunan-bangunan ikonik yang amazing yang mungkin udah sekian lama mereka impikan tapi begitu tiba di tujuan, banyak yang terkaget-kaget dan nggak nyangka harus jalan kaki sampai berkilo-kilo meter untuk bisa menikmati tujuan impiannya itu.
Di banyak kota di dunia baik di Asia, Amerika, Australia dan terutama di Eropa, atas dasar alasan keamanan, keselamatan dan pelestarian objek wisata serta aksesibilitas yang tidak memungkinkan bus lewat maka kawasan-kawasan tujuan wisata harus steril dari kendaraan besar seperti bus pariwisata yang menjadi trasportasi utama para turis yang ikut group tour. Mau nggak mau, turis harus berjalan kaki untuk menuju objek wisata tersebut.
Ingat! Tempat bus menurunkan turis belum tentu sama dengan tempat penjemputan. Dan, tempat turun naik bus belum tentu dekat dengan objek wisata. So, mau nggak mau wisatawan terkadang harus berjalan kaki berkilo meter jauhnya. Yang nggak terbiasa jalan kaki udah pasti bawaannya cemberut, menggerutu, dan bahkan sampai mau nangis segala.
Berikut adalah delapan kota di dunia, versi traveler modis, dimana wisatawan harus banyak berjalan kaki untuk bisa menikmati keindahan objek wisata utamanya.

8. Salzburg
Doe, a deer, a female deer, ray, a drop of golden sun, me, a name I call myself, far, a long, long way to run, sew, a needle pulling thread, la, a note to follow sew, tea, a drink with jam and bread, that would bring us back to do oh oh oh …”

Hasil gambar untuk mirabell garden
The Sound of Music. Sumber: gotmyreservation.com
Hayooo, inget dong film musical The Sound of Music yang legendaris itu? Ada beberapa adegan di film yang dibintangi oleh Julie Andrew ini berlokasi di kota Salzburg, kota terbesar keempat di Austria, dan salah satunya adalah di komplek Mirabell Palace, tepatnya di Mirabell Garden. Di taman cantik ini lah adegan saat Maria dan anak-anak Von Trapp bernyanyi ‘Do-Re-Mi’ sambil berlarian dan nari-nari di sekitar air mancur dan tangga diambil.

Hasil gambar untuk mirabell garden
Mirabell Garden. Sumber: planetware.com
Mirabell Garden ini jadi salah satu tempat wajib kunjung para turis. Dari Mirabell Garden berlanjut jalan kaki ke pusat kota tua Salzburg dengan melewati sungai Salzach menuju rumah bercat kuning tempat kelahiran musisi klasik Wolfgang Amadeus Mozart, Mozart Geburtshaus. Setelah puas foto-foto di depan rumah kelahiran Mozart, biasanya kita bisa mengekplorasi area kota tua Salzburg; belanja souvenir, ngopi, foto-foto bangunan berarsitektur barok, kastil, dll. Kemudian setelah puas, kita harus kembali ke bus yang nunggu di salah satu jalan nggak jauh dari area Mirabell Garden.

Hasil gambar untuk mozart geburtshaus
Gedung kuning ~ Mozart Geburtshaus. Sumber: austria-trend.at
Jalan kaki dari Mirabelle Garden ke Mozart Geburtshaus ini Cuma 750 meter kok. Eits, inget kembalinya pun harus jalan kaki.  Jadi, total bolak-balik Cuma 1,5 km aja. Nggak jauh, kan? Tapi, masa iya sih, jauh-jauh udah sampe Salzburg cuma berkunjung ke dua tempat itu aja, explore yang lain-lain juga dong. Kotanya cantik banget, loh. Berarti siap-siap jalan kaki yang lebih paaaaaanjang lagi ya.

Hasil gambar untuk salzburg
Salzburg in Winter. Pretty, isn't it? Sumber: hihostelom
7. New York City
ini dia kota favorit saya di Amerika Serikat (AS), New York City (NYC). Sebenernya tour di AS relatif lebih mudah dibandingkan dengan di Eropa. Biasanya bus berhenti nggak jauh dari objek wisata atau tempat makan. Jadi nggak bikin kita jalan kaki mulu. Tapi ada juga kekecualian, salah satunya di NYC ini terutama di area Manhattan yang super padat, sibuk, dan macet.

Hasil gambar untuk new york pinterest
NYC. Sumber: pinterest.com
            5th avenue dan Time Square adalah dua area favorit turis termasuk turis Indonesia. Untuk masuk ke area ini bisa juga sih pake bus atau kereta bawah tanah. Tapi, kalau ngandelin bus malah bisa lama karena jalannya muter-muter dan macetnya Manhattan kadang bisa bikin gila. Kalau naik subway (kereta bawah tanah) tetep ada jalan kakinya, naik turun tangga juga dan nunggu keretanya lewat. Jadi, jalan kaki bisa jadi malah lebih cepet. Jalan kaki dari Rockefeller Center ke Time Square sekitar 1,1 km.

Hasil gambar untuk time square
Time Square. Sumber: pinterest.com
Di lower Manhattan ada beberapa objek tujuan wisatawan; Charging Bull ~ patung banteng yang bagian ‘biji’ dan idungnya sering dielus-elus oleh wisatawan katanya sebagai simbol keberuntungan; Trinity Church ~ gereja bersejarah di persimpangan Wall Street dan Broadway yang jadi salah satu setting di film National Treasure yang dibintangin Nicholas Cage; Wallstreet ~ jalan penting di distrik finansial New York tempat bursa saham terbesar dunia New York Stock Exchange dan gedung Federal Hall, tempat pelantikan George Washington sebagai Presiden AS pertama tahun 1789, berada;, dan, last but not least, Ground Zero ~ monumen peringatan berupa kolam kembar dengan pahatan nama-nama korban 9/11 yang dibangun di atas bekas twin tower World Trade Cener (WTC) yang runtuh akibat serangan teroris tanggal 9 September 2001.

Image may contain: 1 person, outdoor
Waduh! Nyundul biji banteng dia! Sumber: pribadi
Hasil gambar untuk wallstreet
New York Stock Exchange dari Gedung Federal Hall. Sumber: rodero.com
Hasil gambar untuk wallstreet
Wall St. Sumber: bisnisupdate.com
Hasil gambar untuk Trinity Church new york
Trinity Church. Sumber: bigstockphoto.com

No automatic alt text available.
Ground Zero. Sumber: pribadi
Biasanya untuk grup turis bus akan menurunkan wisatawan di sekitar Battery Park, taman yang juga tempat menurunkan wisatawan yang mau nyebrang ke Liberty Island untuk liat patung Liberty. Jalan kaki dari Battery Park - Charging Bull - Trinity Church – Wall Street – New York Stock Exchange – Federal Hall – Ground Zero hingga bertemu lagi dengan bus di belakang Trinity Church jaraknya kira-kira 1,5 km. Not bad, lah!

6. Roma
Italia adalah negara dengan kota-kota tua menakjubkan seperti Verona yang terkenal dengan kisah Romeo & Julietnya, Florence tempat kelahiran Renaissance dengan tokoh-tokoh termasyur seperti Leonardo Da Vinci dan Michael Angelo-nya, Siena yang terkenal dengan alun-alun cantiknya Piazza del Campo, Venezia yang kesohor dengan kanal-kanalnya, Milan dengan katedral dan fashionnya dan tentunya Roma sang ibukota dengan segala hal menakjubkan di dalamnya. Tapi, untuk menikmati kota-kota tersebut harus, lagi-lagi, jalan kaki.
Hasil gambar untuk roma
Roma. Sumber: anewchurch.tv
Roma adalah salah satu kota favorit saya. Saat pertamakali masuk ke kota Roma, bulu kuduk saya merinding saking takjubnya melihat bangunan-bangunan berusia ratusan bahkan ribuan tahun yang masih berdiri kokoh. Koloseum salah satu contohnya. Tempat  gladiator bertarung yang dibangun hampir dua ribu tahun yang lalu ini masih berdiri kokoh meskipun kalau kita masuk tampak banyak yang bolong-bolong karena batu-batunya banyak dicongkel untuk membangun bangunan-bangunan lebih baru disekitarnya.

Hasil gambar untuk colosseum
Koloseum. Sumber: twitcovers.com
Salah satu tempat yang cukup challenging untuk di explorasi bukan Koloseum, tapi dua landmark lain yang juga sama-sama jadi magnet wisata di kota Roma dan destinasi wajib kunjung yaitu Trevi Foutain ~ air mancur ikonik di Roma tempat ribuan turis melemparkan koin ke kolam dengan harapan akan kembali ke Roma, dan Piazza di Spagna dengan Spanish Steps-nya yang kesohor itu. Untuk turis Indonesia, kedua tempat itu wajib dikunjungin bukan aja karena keduanya adalah destinasi utama di Roma tapi juga ada dua hal yang paling dicari turis Indonesia yaitu toilet dan tempat belanja.

Hasil gambar untuk trevi fountain
Trevi Fountain. SUmber: flickr.com
Ampun deh, nyari toilet/WC di seantero Roma itu susah banget apalagi di area ini. Di sekitar Trevi Fountain ada kedai gelato (es krim ala Italia) yang ada toiletnya, tapi kalau mau ‘nebeng’ ke toiletnya harus sekalian beli gelato dong ah, dan juga banyak toko souvenir. Sementara di depan Piazza di Spagna ada sorga shopping buat turis yang hobi belanja barang branded yaitu Via Condotti. Kalau mau cari toilet di kawasan ini tinggal masuk ke McDonald aja.

Gambar terkait
Spanish Steps. Sumber: romeonsegway.com
Berapa jauhkan kita harus berjalan kaki dari turun bus kemudian ke Trevi Fountain berlanjut ke Spanish Steps hingga kembali ke bus? Ngggg, nggak jauh kok. Yaaa, paling sekitar 2 km-an.

5. Praha
Ibukota Republik Ceko ini berdiri sejak abad ke-11 sebagai ibukota Bohemia yang merupakan tempat tinggalnya para pangeran dan raja-raja Ceko, Romawi, dan Jerman. No wonder, kota ini bak negeri dongeng.
Sungai Vlatava membelah kota yang dikenal sebagai kota tercantik di Eropa ini. Di sisi barat ada komplek kastil terbesar di dunia yang juga dilindungi oleh UNESCO yaitu Prague Castle. Di sisi timur ada Old Town dengan salah satu icon kota Praha yaitu Astronimical Clock. Kedua sisi, barat dan timur, ini dihubungkan oleh beberapa jembatan dan salah satunya adalah Charles Bridge.

Hasil gambar untuk Prague castle
Prague Castle. Sumber: pragueeventery.com
Hasil gambar untuk prague old town
Old Town Praha dengan Jam Astronomi (kiri). Sumber: pingallery.deviantart.com
Charles Bridge adalah jembatan sepanjang 516 meter yang dibangun di abad ke-14. Dekorasi patung-patung bergaya barok di kiri-kanan jembatan dan menara bergaya gotik dengan atap runcing-runcing di ujung sisi timur bikin jembatan ini terlihat antik sekaligus cantik dan romantis.

Hasil gambar untuk Charles Bridge
Panorama dari Charles Bridge. Sumber: flickr.com
Saat pertama kali melintasi Charles Bridge di malam hari saya dibuat terpukau oleh panorama sekitarnya. Saya berdiri di tengah-tengah Charles Bridge. Di sebelah barat, panorama Castle Prague dengan gaya gothik dan penataan cahaya yang luar biasa bikin saya nggak berkedip. Di sisi timur, pemandangan Old Town pun nggak kalah menakjubkan. Praha ini sama cantiknya di siang atau pun malam hari. Gila! Praha bener-bener kece badaaaai!
Nah, the best way, buat menikmati Praha ini, tentunya, adalah dengan jalan kaki. Mulai dari kastil Praha di sisi barat atas lalu turun melewati jalan bebatuan, lorong-lorong bergaya abad pertengahan, kedai-kedai kopi dan makanan dengan penataan cantik, lalu menyebrangi sungai Vlatava melalui Charles Bridge kemudian memasuki Old Town hingga tiba lah di Jam Atronomi.

Untuk menikmati semua keindahan itu kita harus berjalan kaki sekitar 2,5 km. Jalan kaki yang cukup panjang tapi worthed banget!! Nggak akan berasa kalau kita jalan kaki sejauh itu kok. Aseli! Praha itu cantik. 

Hasil gambar untuk Prague
Praha. Kece kan kakakkkk? Sumber: pragueczechtravel.com

Stay stune with Traveler Modis as I'll come back with the other 4 beautiful cities in the world which will make you~walking haters~cry. Be right back!

46 komentar untuk "Delapan Kota Dunia Yang Bisa Bikin 'Nangis" Turis Indonesia Pembenci Jalan Kaki. Part 1."

Unknown 12 Januari 2017 07.12 Hapus Komentar
Tiap baca article selalu aja ada tempat yang pernah dikunjungi, kan jadi baper saya, pengen kesana lagi walau jalan kaki tapi... Tiba-tiba nga bisa diungkapkan dengan kata-kataπŸ˜…πŸ˜… #memorizing
Unknown 12 Januari 2017 09.50 Hapus Komentar
Duh, keindahan praha emang menggoda dibawa jalan kaki. Apalagi sampai museum bohemia. Avenuenya keren abis! πŸ˜ƒ
idfipancani 13 Januari 2017 08.15 Hapus Komentar
Aaakh kamu mah pasti akan kembali lah. Aamiiin ;)
idfipancani 13 Januari 2017 08.16 Hapus Komentar
Setujuuuuu! Pengen kembali lagi pas musim gugur ;) anyway thanks sudah mampir dan meninggalkan jejak.
Regards
Timo 14 Januari 2017 22.44 Hapus Komentar
Wahhh, paling suka walking tour ... Dulu di Oz sempet ikutan walking tour pas di Syd dan Mel ... ;)
idfipancani 14 Januari 2017 23.40 Hapus Komentar
Walking tour emang seru dan asyeeeq timmmmooooh
Sari 15 Januari 2017 08.20 Hapus Komentar
Jadi inget pas ke Roma, seru tp gitu jalan kaki nya cukup banyak, untung saya penggemar jalan kaki. Btw toilet di Roma susah dicari pas ketemu antri dan mahal ����
idfipancani 15 Januari 2017 17.11 Hapus Komentar
Untung penggemar jalan kaki ya jadi gak gempor. Paling gempor nahan kebelet ya kakaakkkk hahaa
Arief Rachman 16 Januari 2017 01.17 Hapus Komentar
Duh bagus2 destinasinya. Tapi walau harus Jalan jauh, gak apa2 kayaknya dibela-belain hahaha
idfipancani 16 Januari 2017 10.06 Hapus Komentar
Malahan di destinasi ini lebih nikmat jalan kaki. Puaaaaaaas rasanuanikmatin cantiknya kota2 ini dgn berjalan kaki.
rizka 17 Januari 2017 00.24 Hapus Komentar
Paling enak dan murah meriah emang jalan kaki, ya. Bisa bebas berhenti dimana saja buat foto-foto.
Btw, kamu kece banget sih kaka... udah kemana-mana. Nanti kalau aku mau kemana-mana tanya-tanya dirimu ya. :D
idfipancani 17 Januari 2017 04.08 Hapus Komentar
Setuju! #jalankaki&bebasfoto
Anyway, feel free to ask all about traveling. Aki jawab yg tau dan cetek2 aja ;))
Yopita 2 Agustus 2017 23.06 Hapus Komentar
Jalan kaki tuh salah satu cara biar badan tetep hangat mas..haha
Dan kalo ke Eropa, saya mah pakai sport shoes aja biar gak pegel :D

Nice blog!
Liyoskin 3 Oktober 2017 21.05 Hapus Komentar
wahh kalau bagi pecinta jalan kaki sih pasti gak masalah ya.. :)
Melly Feyadin 18 Desember 2017 21.55 Hapus Komentar
Klo traveling itu enak dibarengin sama jalan kaki seru kok. Asal jgn kejauhan haha
Puspa 18 Desember 2017 21.56 Hapus Komentar
Wow tempatnya kece, gpp deh pegal jalan kaki
FaniaSurya 18 Desember 2017 22.28 Hapus Komentar
Kalau aku suka jalan kaki krn menyehatkan. Jadi pingin ke kota itu. Ingin ngerasain jalan kaki di sana
Sapa Dunia 19 Desember 2017 01.53 Hapus Komentar
Wisata sambil jalan kaki, selain senang tubuh sehat
aurabiru 19 Desember 2017 06.26 Hapus Komentar
Kota Praha cantik bnget mas. Urusan jalan kaki saya cukup kenyang merasakan waktu kerja di Hong Kong, antar jemput anak sekolah jalan kaki, belanja ke pasar juga jalan kaki :D
Nurul Dwi Larasati 19 Desember 2017 08.53 Hapus Komentar
Bagus-bagus banget tempat wisatanya ya..semuanya udah didatengin tuh mba? Dari artikel ini aku suka Praha ya karena pernah lihat di film Surat Dari Praha. Memang ajib tempat-tempatnya
Anonim 19 Desember 2017 20.30 Hapus Komentar
bikin baper pingin kesana haha...
kepikir akan berlari di tempat2 yg indah itu terutama praha, dan area coloseum.

Hanni Handayani 20 Desember 2017 04.36 Hapus Komentar
Untungnya kota idaman tidak termasuk didalam list jadi bisa dikunjungi dilain waktu
Atisatya Arifin 20 Desember 2017 05.07 Hapus Komentar
Untungnya aku suka jalan kaki jadi nggak masalah deh. Soalnya kalau sambil jalan kaki kan bisa sambil menikmati suasananya karena nggak terburu-buru. Lebih dapet lah 'feel'nya. Apalagi kalau jalan kakinya sambil gandengan sama si cinta #eeaaaa
nurul rahma 20 Desember 2017 05.44 Hapus Komentar
Jyahahahaha, BENERRRR BANGET Mas!
Kalo jarang jalan kaki di INDONESIA, dijamin napas senin kemis kalo udah traveling ke benua yang berbeda
--bukanbocahbiasa(dot)com--
Melysa Luthiasari 21 Desember 2017 07.08 Hapus Komentar
Jalan kaki itu emang menyenangkan kalo lagi kepengen (lg galau.. Hihi) atau misalnya ramean, jadi ga berasa. Jd inget aku pernah jalan kaki dr jl. Gunawarman sampe ke blok m squere karena nyasaaarr... Hahaa
Wian 23 Desember 2017 19.46 Hapus Komentar
Tapi klo jalan kaki pas travelling itu malah gak berasa loh buat aku yg pd dasarnya gak suka jalan. Karena happy kali yak. Berasanya klo pas balik ke hotel atau pas balik ke rimah
Liswanti 25 Desember 2017 11.08 Hapus Komentar
Padahal jalan kaki seru ya, aku malah pengen hehehe
Siti mudrikah 25 Desember 2017 19.35 Hapus Komentar
Seru banget ya bisa menjelajah negeri yg indah. Semoga suatu saat bisa travelling keluar negeri,aamiin Jalan kaki gak msalah sih, aku selau sedia koyo biar gak pegel..hhee
nur annisa 2 Januari 2018 00.47 Hapus Komentar
untung aku suka jalan kaki dan pernah ikut jakarta walking tour di daerah pasar baru jadinya asik menikmati sudut kota yang jarang terjamah kendaraan lain :)
idfipancani 24 Januari 2019 05.22 Hapus Komentar
hai kak Yopita yang sukak jalan kaki. Terimakasih udah mampir dan komen di blogku ya.
idfipancani 24 Januari 2019 05.23 Hapus Komentar
tentunya dong. Apakah dirim7 salah satunya?
idfipancani 24 Januari 2019 05.23 Hapus Komentar
tetep ya ada asalnya... heheheh
idfipancani 24 Januari 2019 05.24 Hapus Komentar
capeknya jalan kaki akan terbayar kalo tempatnya ketjeeeh mah kaaan?! 😁
idfipancani 24 Januari 2019 05.24 Hapus Komentar
berarti dirimu suka jalan kaki ya? bageeeos. semoga bisa berkunjung ke kota2 yang disebutkan di blog ini yaaa
idfipancani 24 Januari 2019 05.25 Hapus Komentar
yesss setujuuuu
idfipancani 24 Januari 2019 05.25 Hapus Komentar
waaah mbak pernah kerja di hongkong?kereeeen bgt ihhhh
idfipancani 24 Januari 2019 05.26 Hapus Komentar
maap aku mah bukan mba. Mas/akang disinih hehehhe iyaa Praha bagus bangeeet
idfipancani 24 Januari 2019 05.26 Hapus Komentar
inshaallah bisa ke Praha dan roma dan kota2 lainnya di dunia. aamiin.
idfipancani 24 Januari 2019 05.27 Hapus Komentar
apa kota idamannya???
idfipancani 24 Januari 2019 05.27 Hapus Komentar
aheeey jalan kaki sambil gandengan tangan niiu... romantissss
idfipancani 24 Januari 2019 05.28 Hapus Komentar
makanya yuk biasain jalan kaki hehhe biar gak gempor kalo traveling ke berbagai belahan dunia
idfipancani 24 Januari 2019 05.28 Hapus Komentar
musti galau dulu yaaaak?hahahha
idfipancani 24 Januari 2019 05.29 Hapus Komentar
iya siiiih
idfipancani 24 Januari 2019 05.29 Hapus Komentar
seruuu banget so pasti
idfipancani 24 Januari 2019 05.29 Hapus Komentar
hahahahha bawa2 koyooo... bagus bagus
idfipancani 24 Januari 2019 05.30 Hapus Komentar
ohoooho latihannyanijutan walking tour dulu di jakarta yak sebelum.menjelajah mancanegara