HOKKAIDO

05.13


Jepang adalah salah satu negara favorit saya. Dan, salah satu bagian dari Jepang yang bisa bikin saya ketagihan adalah Hokkaido.

Hokkaido adalah salah satu dari empat pulau utama di Jepang selain Honshu, Kyushu, dan Shikoku. Lokasinya paling utara dan dekat sekali dengan Rusia. Untuk mencapainya harus terbang. Pertama kali ke Hokkaido, saya harus terbang dari Bandara udara Narita, Tokyo, ke Chitose Airport, Hokkaido, dengan durasi sekitar 1 jam 30 menit. Kali kedua, terbang dari Seoul berdurasi 2 jam 24 menit. Dua-duanya pas musim dingin. Terakhir ke Hokkaido pas tanggal 9-13 Pebruari 2020 lalu. Pebruari adalah puncak musim dingin untuk sebagian besar negara beriklim subtropis dan Hokkaido dikenal sebagai salah satu destinasi liburan musim dingin terbaik dunia.

Hokkaido ini terkenal dengan pemandangannya yang indah; Cherry Blossom (Sakura) di musim semi, hamparan bunga lavender di musim panas, hingga putihnya salju di musim dingin. Saat musim dingin salju bisa turun sepanjang hari dan meninggalkan tumpukan salju yang begitu tebal dan salju di Hokkaido terkenal sangat halus dan lembut selembut bedak bayi.

Cherry blossom di Hokkaido. Sumber: tabijikan.com


Image result for lavender fields hokkaido
lavender fields. Sumber: veltra.com


Winter Snow in Hokkaido. Dok Pri.
Wisata kuliner di Hokkaido juga asik  banget. Buat penggemar Japanese food, seafood, sushi, sashimi, #Hokkaido ini adalah surganya. Hokkaido juga merupakan tempat berasalnya susu serta semua produk olahan susu salah satu yang terbaik di dunia. Keju dan coklatnya yummy. Langsung kebayang Hokkaido cheese cake yang enak banget itu. Coba juga aneka jenis olahan ubi dan kentangnya. Pasti bikin nagih.

Well, sobat traveller, berikut ini adalah rekomendasi beberapa tempat di Hokkaido berdasarkan hasil penelusuran Traveler Modis. Mari kita mulai dari ibukota Hokkaido yaitu Sapporo. Cekidot.

ODORI PARK


Odori Park si jantung kota Sapporo. Sumber: sapporo.travel
Ibarat Jakarta ada Monas, New York punya Central Park sementara Sapporo ada Odori Park. Terletak di jantung kota Sapporo, taman yang mebentang sepanjang 1,5 kilometer ini terkenal dengan berbagai festivalnya yang di selenggarakan di empat musim berbeda; Sapporo Snow Festival di musim dingin, Lilac Festival di musim semi, YOSAKOI Soran Festival dan Beer Garden di musim panas , dan Autumn Festival atau Festival Musim Gugur.

Sapporo Snow Festival diselenggarakan tanggal 4-11 Pebruari. Di festival ini dipamerkan ukiran es dan salju berukuran besar, termasuk pahatan es berbentuk miniatur bangunan terkenal.


Sapporo Snow Festival. Sumber: mnlop.com.ph
Di Taman Odori terdapat kurang lebih 400 pohon  Lilac, pohon yang ditetapkan sebagai simbol kota Sapporo, dan tiap  tanggal 15-26 Mei diselenggarakan Lilac Festival.


Lilac di musim semi di Sapporo. Sumber: sapporo.travel
Setiap awal musim panas tanggal tanggal 5-9 Juni, di Odori Park diselenggarakan Yosakoi Soran Festival, festival dance yang gak cuma nampilin tarian dengan koreografi yang keren, kostum dan make-up para penari itu pun jadi atraksi yang menarik.


Yosakoi Soran Festival. Sumber: sapporo.travel
Di puncak musim panas  (19 Juli -14 Agustus) diselenggarakan Sapporo Odori Beer Garden di Taman Odori ini. Pengunjung bisa nikmatin beragam macam bir dari berbagai tempat pembuatan bir dari Sapporo hingga dari berbagai tempat di dunia.


Sapporo Odori Beer Garden. Sumber: japan-attractions.jp
Nah, buat food lovers harus datang ke Odori Park saat Autumn Festival (6-29 September). Autumn Festival ini adalah festival kuliner terbesar di Hokkaido dimana berbagai ragam kuliner dari berbagai pelosok Hokkaido bisa kita temukan di festival ini.


Oishiiiiii. Dok Pri.

SAPPORO TV TOWER
Landmark setinggi 147,2 meter ini dibangun di taun 1957 dan belokasi di Odori Park. Sapporo TV Tower ini dibuka untuk umum. Lantai dasarnya berfungsi sebagai infomation center dan erdapat toko-toko. Lantai tiganya ada restoran dan toko suvenir. Bagian basement-nya terhubung dengan Aurora Town, kawasan pusat perbelanjaan  bawah tanah yang juga terdapat deretan restoran yang disebut “Tele-chika Gourmet Court”.


Dok Pri.
Lift untuk menuju observation deck di ketinggian 90 meter terletak di lantai 3. Mau naik tangga juga bisa, asal sanggup melewati 352 anak tangga aja. Tapi untuk bisa naik ke observation deck ini kita harus beli tiket senilai JPY720. Dari observation deck kita bisa menikmati pemandangan Odori Park, kota Sapporo hingga Gunung Okura.

Dan, observatory deck ini bisa disewa private loh. Dengan catatan sewanya setelah jam kunjungan publik, terbatas selama 30 menit aja. Dengan bayar 10.000 yen/2 orang maka bisa dapetin complimentary wine dan bonus view TV Tower dinyalakan dengan warna favoritmu. Wah, asyik  banget, buat ‘propose’.

SAPPORO CLOCK TOWER
Sebelum berkunjung ke Clock Tower ini, saya sempet ngebayangin sebuah menara tinggi setinggi puluhan meter dengan jam di puncaknya. Tapi, begitu sampai kemari ternyata yang saya temukan adalah sebuah rumah berlantai dua dengan arsitektur bergaya Amerika dan terdapat menara ‘pendek’ dengan jam di ke-4 sisinya.


Dok Pri
Dibangun di masa awal perkembangan Sapporo di tahun 1878 dan berfungsi sebagai tempat belajar dan pelatihan fisik serta militer, Clock Tower ini dulunya uga berfungsi sebagai tempat upacara. Di tahun 1881, dipasang jam di bagian puncak yang dibeli dari Boston, Amerika Serikat.

Sekarang, simbol kota Sapporo yang hanya berjarak dua blok dari Sapporo TV Tower ini, dijadikan museum sejarah pertanian dan perkembangan kota Sapporo. Tiket masuknya 200 yen.

OLD HOKKAIDO GOVERNMENT BUILDING


Dok Pri
Icon kota Sapporo yang dibangun tahun 1888 sebagai pusat administrasi pembangunan dan kolonisasi Hokkaido ini juga dikenal dengan sebutan “Red Bricks” karena dibangun dengan kurang lebih 2,5 juta bata merah.  Sekarang bangunan ini berfungsi sebagia musium dan masuknya gak dipungut biaya alias gratis.

TANUKIKOJI SHOPPING ARCADE


Tanukikoji Shopping Arcade. Sumber: travel-hokkaido.net
Ini dia tempat incaran para pecinta belanja terutama untuk berburu suvenir. Tanukikoji ini adalah sebuah kawasan perbelanjaan dengan kurang lebih 200 toko yang membentang dari timur ke barat sepanjang kurang lebih 1 km di pusat kota Sapporo. Saat berbelanja di kawasan ini, kita gak perlu takut keujanan atau kepanasan karena jalur berjalan kakinya tertutup atap. Muau wisata kuliner di kawasan ini juga bisa banget karena ada banyak cafe dan restoran yang menyajikan makanan dari  fast food sampai local food.

SHIROI KOIBITO PARK


Dok Pri.
Berjarak 30 menit dari pusat kota Sapporo, Shiroi Koibito Park ini adalah surganya penikmat coklat. Taman hiburan coklat ini memadukan design/arsitektur Inggris dan Jepang. Begitu memasuki kawasan taman ini, kita bisa merasakan nuansa Inggris yang begitu kuat dengan bangunan bergaya Tudor bahkan ada bus double decker berwarna merah ala London dimana kita bisa duduk santai di dalamnya sambil menikmati hot chocolat atau es krim yang dijual di booth makanan & minuman. Tempatnya instagrammable banget. Dan, setiap jam dari jam 09.00-19.00 ada parade figur, berdurasi 10 menit, yang muncul dari balik dinding bangunan bagian luar.

Selain bisa berfoto, nyemil, juga ada Factory Tour untuk mengetahui sejarah hingga hal-hal menarik seputar Shiroi Koibito dan jangan lupa belanja camilan sekaigus oleh-oleh wajib khas Shiroi Koibito-nya berupa ‘cat tounge’ atau ‘lidah kucing’ dengan beragam varian yang sangat populer di seantero Jepang bahkan mancanegara.


Oleh-oleh khas Shiroikoibito. Sumber: japanesestation.com
Okay gaes, that’s all about #Sapporo. Gimana seru kan Hokkaido? Eits, belum masih banyak lagi tempat asyik harus dieskplorasi di Hokkaido ini. Coming up next, traveler modis akan kupas tempat-tempat lain yang wajib dikunjungin kalau ke Hokkaido, #Jepang. Stay tuned!

You Might Also Like

16 komentar

  1. Pengin nih ke Jepang dan jalan-jalan ke Hokkaido. Moga-moga wabah segera berakhir dan tahun ini atau tahun depan bisa ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ya robbal alamin. Semoga segera terwujud yaaaa kakakkk

      Hapus
  2. Kalau tidak salah di Hokkaido ini ada suku asli-nya ya, suku Ainu. Ada ketemu atau mengunjungi pusat budaya suku Ainu ini ngga mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya suku aseli Hokkaido namanya suku Ainu. Mereka udah melebur dengan orang biasa lainnya jadi gak tampak bedanya.

      Oh ya terimakasih sudah mampir dan meninggalkan jejak. Dan, fyi, saya punya jakun loh ... #bukanmbak hahaha

      Hapus
  3. Saya pernah nonton keindahan Hokkaido di channel Waku-Waku Japan. Memang negara ini salah satu impian banget yang ingin saya kunjungi, deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga impiannya bisa tercapai yaaaa aamin.

      Hapus
  4. Hokkaido ini indah banget mba, udah gitu kulinerannya keliatan seger-seger dan menggugah selera. Semoga kalo keadaan sudah membaik, saatnya list Hokkaido sebagai tujuan travelling

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga tercapai ya traveling whish list-nya. Oh ya, btw, saya berjakun loh hahaha #bukanmbak

      Hapus
  5. Jepang, negeri impian yang ingin sekali suatu saat nanti bisa dikunjungi. Salah satunya ya Hokkaido dengan keindahan Cherry Blossom ketika musim semi

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga tercapai yaaa keinginan mengunjungi negeri impiannya. aamiin. Jangan lupa nanti kalo ke Jepang, ditunggu cerita-ceritanya yaaa )

      Hapus
  6. Duhhh Kang Idfi bikin mupeng deh... salah satu wish list aku nih, bisa travelling ke Hokkaido. Semoga rezekinya dimudahkan, semoga badai Corona segera berlalu yaaa... biar jalan-jalannya makin jauh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin amin amin ... semoga badai corona berlalu. semoga rejei lancar selalu. semoga diaksih kesempatan berkunjung ke Hokkaido.

      Hapus
  7. Foto-foto tentang Hokkaido bagus sekali, juga ceritanya menarik dan membuat jadi pengen pergi ke sana. Mudah2an bisa berkunjung ke Hokkaido suatu saat nanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih udah mampir dan ninggalin jejak. Dan, seoga impian bisa ke Hokkaido suatu saat nanti akan terwujud ya. amin.

      Hapus
  8. Cherry Blossom dan winter di Japan itu emang kece abis. Harusnya April ini liburan keluarga ke Japan, apa daya karena wabah corona mesti ditunda dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. sabar ya kakak. inshaallah setelah badai corona berlalu, kita bisa kembali nikmatin keindahan haqiqi dari berbagai belahan dunia ini. Cherry blossom ga kemana-mana kok. You'll see it soon 😉

      Hapus

Popular Posts

Follow by Email