“Tim Sepakbola Universitas Terbaik Di Bandung”

01.51




Ya, kami, digadang-gadang, sebagai tim sepakbola universitas terbaik di kota Bandung. Tapi faktanya dihajar sampai babak belur di lapangan hijau. Dilemparin kondom pula.

Sepakbola adalah olahraga paling populer di dunia termasuk di Indonesia. Faktanya, meskipun sangat populer di Indonesia dan jadi olahraga nomor satu paling digemari oleh penduduknya tapi dengan potensi sumber daya manusia “raksasa” sebanyak 260 juta penduduk yang ada, Indonesia sama sekali nggak diperhitungkan di kancah sepakbola dunia. #miris

Jujur, saya nggak suka dan nggak bisa main sepakbola. Sampai hari ini, saya ada digolongan orang yang masih nggak ngerti kenapa banyak orang demen nendang-nendang bola terus bolanya dikejar-kejar. Pas saya bergabung dengan tim misi budaya ke Eropa itu, saya yakin pasti nggak masuk di tim sepakbola. Saya yakin peserta tim budaya pasti beda dengan tim bola.

Dugaan saya salah. Ternyata,  semua peserta harus merangkap jadi pemain bola juga. Hah, gue jadi pemain bola? Nggak salah? Maen bola aja nggak pernah. Stresss!

Dari sekitar 15 anak cowok, ada seorang atlet yang memang seorang keeper, lima orang maniak bola dan suka main sepakbola, lima orang seenggaknya bisa nendang bola, dan  empat orang yang kalo ada pertandingan bola di Televisi pasti ganti chanel. Yang mana kah saya? Ya pastinya ada di golongan terakhir. Harap-harap cemas supaya nggak masuk tim tapi apa boleh buat karena jumlah peserta cowok terbatas terpaksa kami masuk tim, setidaknya sebagai pemain cadangan.  

Dan ternyata pertandingan persahabatan sepakbola ini bukan buat cowok doang tapi juga buat tim cewek. And you know, nggak satu orang pun dari tim cewek ini yang  bisa main sepakbola. Bayangin gimana reaksi para pemain bola jadi-jadian ini ketika dipaksa untuk tanding bola meskipun untuk persahabatan. Wong, nendang bola aja nggak bisa.

Memang selama enam bulan ada latihan tapi itupun nggak sampai sepuluh kali. Nggak ada latihan teori. Padahal apa itu penalty aja nggak tau. Gak ada latihan fisik khusus pula. Karena bukan atlet, fisiknya pada memble terutama kami ber-4 yang nggak bisa main sepakbola. Baru lari berapa langkah aja udah ngos-ngosan. Bolanya dibiarin aja ngegelinding sendirian, lha orangnya nungging-nungging kehabisan napas udah nggak sanggup  ngejer bola.

Yang cewek, lebih kocak lagi. Pada dasarnya emang bukan atlet, jadi, lari pun keliatannya berat banget. Lha, olah raga aja nggak ada bedanya sama shalat idul fitri, setahun sekali.  Belum lagi lebih banyak jerit-jerit nya daripada larinya. Tapi salut dengan semangat mereka. Demi Eropa.

Baca juga: Atlet Pencak Silat Ala-Ala Beraksi & Trip 1000 Dolar Ke Eropa


ȹȹȹ

Beberapa minggu sebelum keberangkatan muncul sebuah berita mengejutkan bahwa tim sepakbola kami akan melakukan pertandingan persahabatan dengan beberapa squad junior club terbaik di beberapa kota di Eropa yang yang akan dikunjungi nanti. Duh, mules!

Belakangan saya tau kalau sang dosen yang mimpin tim kebudayaan plus tanding sepakbola persahabatan ini berpromosi bahwa tim sepakbola yang akan berangkat bersama misi ini adalah kesebelasan sepakbola universitas terbaik di kota Bandung.


Whaaaaat? Team terbaikkkkk dari Hongkong!
Pastinya panitia di negeri-negeri nun jauh di benua Eropa sana pastinya nggak mau kalah dong. Mereka siapin tim terbaiknya untuk menghadapi kesebelasan universitas terbaik dari salah satu ibukota provinsi di Indonesia.

Mungkin mereka berpikir jika kami adalah para mahasiswa dengan bakat menggiring bola satu level di bawah Kapten Tsubasa.

Mau tau, siapa lawan kami? Ini lah dua diantarany: CSKA Moscow di Moskow, Rusia & PSV Eindhoven di Amsterdam, Belanda.




Bayangkan mahasiswa-mahasiswa culun dan cungkring kurang gizi ini harus ngelawan kesebelasan junior dari club profesional seperti CSKA Moscow atau PSV Eindhoven Amsterdam. Ini mah judulnya HALU!

Coba bayangin kuda berotot tinggi besar vs kambing kecil cungkring kurang gizi. Kira-kira kalo diadu lari, mana yang bakal juara? Pasti kuda kan? Kecuali kudanya lagi mens, larinya mungkin kupat-kepot.

Gini deh, mari kita bermain logika. Katakanlah, ada dua tim sepakbola yang akan bertanding. Sebutlah Mawar dan Melati. Bok … kok kek korban pemerkosaan? OK, kita ganti jadi team A dan team B.

TEAM A
  • Tinggi badan rata-rata 180 cm
  • Atlet sepakbola profesional
  • Nggak pernah tinggal di gang sempidan nggak pernah nongkrong di warteg
  • Setiap hari makan protein super; daging segede gambreng, ikan salmon, dan sejenisnya. Pokoknya gizi & nutrisi tingkat tinggi. 
  • Rutin menkonsumsi multivitamin & food suplement terbaik. 
  • Hampir tiap hari digembleng latihan fisik
  • Rutin mengikuti liga sepakbola
 TEAM B
  • Tinggi badan rata-rata 165-170 cm
  • Bukan atlet sepakbola, 
  • Rata-rata Anak kos
  • Setiap bulan dari tanggal 1 – 15, karena masih punya duit, mengkonsumsi ikan/ayam/daging, minum Coca-Cola, minimal Teh Botol. Pertengahan hingga akhir bulan, saat kondisi keuangan empot-empotan (maklum anak kos), menu makannya: nasi setumpuk+kerupuk+sambel terasi+tahu tempe (syukur-syukur ada ikan asin), minum teh tawar. Pake ngutang pulak. 
  • Rajin mengkonsumsi jamu tolak angin akibat hobi enter wind (masuk angin)
  • Sesekali olahraga, itupun kalo inget. Yang rutin mah main gaple, remi dan capsa pas begadang sama temen-temen.

TIM A adalah lawan-lawan kami. TIM B adalah kami yang para mahasiswa cungkring. Udah nggak perlu pake logika siapa yang bakal menang (kecuali kami  dibantu Sangkuriang dan Captain Marvel). Tinggal tebak-tebakan berapa skornya.

Dan skornya adalah ... jreng ... jreng!

·         The Cungkring vs CSKA Moscow Junior: 2 vs 17
·         The Cungkring vs PSV Eindhoven Amsterdam Junior: 2 vs 13


Image result for meme sepakbola
hadziiiiiiiiiig ... dihajaaaar kiteeeee!!!!!!

Itu baru dua pertandingan. Karena kami pun bermain di kota lain di Rusia dan di Prancis. Hasilnya? Ya gitu deh. DIHAJAR tanpa ampun di lapangan hijau. Bahkan saat kami bermain di sebuah tempat di Rusia bernama Kapotnya, salah seorang penonton melempari kami dengan kondom. Nggak tau maksudnya apa. Mungkin dia berpesan, sebelum main bola jangan lupa ngunyah kondom.
           
Padahal setiap tanding kami selalu mengawali dengan penuh semangat tempur. Semalem sebelumnya udah shalat tahajud dan berdoa minta supaya bisa lari sekenceng mungkin, bisa mencetak gol, dan semoga lawan pada kena ayan. Tapi tiap pertandingan baru berjalan 10 menit, saya udah loyo. Nggak sanggup lari. Mata kunang-kunang. Napas tersengal-sengal udah seperti orang sekarat. KO (knocked-out). Sementara bule-bule itu menggila. Larinya cepet banget. Saya ngerasa lari saya udah cepet tapi selangkahnya mereka sama dengan dua hingga tiga langkah saya. Teman-teman saya rupanya merasakan hal yang sama.

Salah satu teman saya, Tebe, saking keselnya sampai bersumpah bakal ngeguna-gunain pemain lawan biar berjatuhan. Konon, teman saya ini punya ilmu yang diturunkan dari leluhurnya dari Banten. Saya pikir dia cuma bercanda, eh, bener lho saya liat di salah satu pertandingan, dia berdiri di pinggir lapangan sambil merem dan mulutnya sibuk komat-komit. Jangan-jangan dia sedang melancarkan aksi guna-gunanya.

“Be ... Be ... lagi ngeluarin jampi-jampi ya?” tanya saya.

“Ngggg ... gue berdoa sih fi” Jawab Tebe.

“Doa? Supaya lawan jatoh ya?” tanya saya polos.

“Doa supaya gue nggak maen.” Jawab dia sambil setengah menunduk.

“Lho, gak maen? Kenapa?” tanya saya lagi.

“IDFIIIII ... GUE GA BISA MAEN BOLAAAAA!” Gubraaak!




Moral of the story: Jangan suka PHP (Pemberi Harapan Palsu)! Tapiiiiiii ... setidaknya kami jauh lebih beruntung dari para penggila sepakbola bahkan pemain sepakbola di tanah air karena kami pernah nyicipin merumput melawan klub-klub besar Eropa di kandang mereka, meskipun kami dihajar sampai babak belur ha ha ha

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Follow by Email