It’s Never Too Old To Learn

08.41



Aki & Nini, that's how we -children and grandchildren- call my dad (71 years old) & my mum (67 years old). On March 25th, 2019, I signed them up for an English Course next to our house. Probably, you are wondering why they signed up for an English Course at their pensionado time. 

Wait, they are not retired yet.

My mum is an active kindergarten teacher and a productive make-up artist while my dad still works for a non-government organization and also teaches martial art. 

To answer to the question is that they have difficulty in communicating with my sister's daughter, kekey, who's been growing up in NYC since the age of three years old.

I still remember of what happened five years ago when they went to New York City for the very first time. They didn’t speak English at all. The only English words they knew were “Yes, No, Good, and How are you?, hot dog, pizza, ice cream” but they have proved even though they did not speak English, even though they didn’t have any experience traveling overseas but only with groups to do the pilgrim to Mecca, they made it traveling from Jakarta to New York City only both of them.

In the next few months, in August to be exact, they're going to travel back to NYC as my sister is going to give birth to her third daughter while the second one is almost 2 and still hardly talks. They said that they, now, want to come back there with the ability to communicate with their granddaughters and also with the people they meet while traveling. They want to understand more the people and the world.

They said "Let's have no more TARZAN language". Tarzan language in our country is identical to the body language and facial expression. And, voila, they’re coming back to class to learn one of the most spoken languages in the world as well as the gate to know better the world, and that is English.

It's never too late to learn.

Jadi, Aki (Roni) dan Nini (Teti) adalah aki-aki dan nini-nini petualang yang tetep banyak maunya di hari tua mereka. Ibu dan bapak saya yang oleh para cucu-cucunya dipanggil aki dan nini ini ngebet banget pengen belajar bahasa Inggris. Berkali-kali minta dibeliin buku pelajaran bahasa Inggris. Nah, daripada cuma belajar lewat buku dan beum tentu juga mereka bisa bacanya, akhirnya saya paksa daftar les bahasa Inggris tanggal 25 Maret 2019 di salah satu tempat les bahasa Inggris yang gak begitu jauh dari rumah.

Kenapa sih Aki (71 tahun) dan Nini (67 tahun) mau belajar bahasa Inggris saat memasuki usia yang udah pantasnya masuk masa pensiun dan nikmatin leyeh-leyeh hasil belajar dan kerja puluhan tahun? Lagian apa gak terlalu telat?

Eits bentar! Nini dan Aki belon pensiun loh. Nini ada di golongan neli a.k.a nenek lincah; selain masih aktif sebagai guru TK, nini juga masih rajin wara-wiri sebagai make-up artist terutama perias pengantin. Sementara Aki saat ini masih kerja di sebuah organisasi non pemerintah dan juga ngajar pencak silat. Si Aki mah seangkatan Brama Kumbara. Pendekar!

Lalu apa yang bikin Aki dan Nini mau belajar bahasa Inggris? Karena Aki dan Nini pengen banget bisa ngobrol sama cucunya, Kekey. Kekey adalah putri pertama dari adik saya, Intan, yang memutuskan hijrah ke New York City (NYC), Amerika Serikat, menyusul sang suami yang kerja di NYC. Praktis kekey yang sekarang berusia 10 tahun pun tumbuh dan besar di NYC. Kekey lebih fasih berbahasa Inggris. Bahasa Indonesianya formil. Sementara Aki dan Nini gak bisa bahasa Inggris. Kosakata bahasa Inggrisnya Cuma “yes, no, how are you?, good, pizza, hotdog, ice cream” doang. Kalau ngajak ngobrol cucunya itu nyerocos pake bahasa Sundanesia; bahasa Sunda digado bahasa Indonesia. Gimana gak mabok si Kekey.

Tapi, lima tahun yang lalu, Aki dan Nini nekad ke Amerika, untuk pertama kalinya, tanpa bekal bahasa Inggris, tanpa pengalaman traveling ke mancanegara kecuali naik haji dan umroh yang pake ikut rombongan. Alhamdulillah, sampe juga mereka ke Amerika dengan aman. Cuma satu aja kejadian yang bikin senewen, setibanya di NYC, mereka lupa bentuk dan warna koper-koper yang mereka bawa dari Indonesia. Padahal itu koper udah muter-muter beberapa kali di conveyor belt bandara John F. Kennedy, NYC. Ketemunya setelah dikerahkan bala bantuan para security. Itu doang. Yah, namanya juga aki-aki dan nini-nini.

Lima tahun lalu saat pertama kali traveling ke mancanegara berdua aja. Berbekal cue card ala MC.
Nah, beberapa bulan lagi mereka akan bertolak ke NYC, untuk ketiga kalinya. Kebetulan adik saya tengah hamil dan akan melahirkan anak ke-3 di bulan September. Daripada nyewa jasa pengasuh yang pastinya mahal, lebih baik nerbangin Aki dan Nini biar sekalian nengok cucu, main sama cucu, sekalian pelesiran. Oh iya, cucu kedua, Ivanna, belum sampe dua tahun umurnya dan belum lancar berbicara, tapi sebentar lagi dia pasti udah pinter ngomong. Nah, oleh karena itu kali ini Aki dan Nini udah bertekad gak mau pake bahasa Tarzan lagi. Mereka pengen bisa berkomunikasi dengan orang yang mereka temui, pengen lebih mengerti apa yang terjadi di dunia ini dan terutama pengen bisa berkomunikasi dengan sang cucu.

Cucunya Aki & Nini; Ivonny (Kekey) & Ivanna.
So, here you go Aki & Nini. Selamat belajar yaaaa. Nini kade tong nundutan (inget jangan ketiduran) di kelas ya. Jangan mau kalah sama anak-anak millenials di kelas, Ok?

Gak ada kata tua atau terlambat untuk belajar! Goodluck to you Aki & Nini.

So, guys! Aki & Nini aja masih mau belajar, lalu bagaimana denganmu?



You Might Also Like

20 komentar

  1. Wahhhhh, keren nih Aki dan Nini ngga ada berhentinya untuk belajar. Semangattttttt. Salam hangat untuk Nini yaaaa, kami punya kesamaan : suka dandan hahahahha. High five Nini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. heeei kamyuuh yang suja dandan hihihi
      Btw, iya nih semangat nini aki untuk belajar harus dicontoh yaaa

      Hapus
  2. that's really amazing, meanwhile others feel so lazy to learn something new on their ages, but aki and nini inspire us how's important learning.

    BalasHapus
    Balasan
    1. so many things they wanna do including learning English. Yea, I believe that what they do is an inspiration

      Hapus
  3. Lucu bgd si Ivannaaa ^_^
    Wah keren nih Aki dan Nini, memang belajar tak pandang usia yah. Semangat belajarnya menginspirasi. Keberanian buat melancong ke negeri seberang juga jadi teladan (Mungkin sifat berani/ suka jalan2 itu yg menurun ke mas Idfi? #sotoy). Semoga selanjutnya gak ada kejadian yg bikin senewen lagi. hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyak sih keknya hobi mereka bertualang nurun ke akuh hahah

      Hapus
  4. ya ampun,,
    inspirasi banget sih semangat belajarnya. Daku jadi malu yang udah dwon duluan tiap mau belajar bahasa inggris. huhuhuhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan down dong. Ayoooo semangaaaaaat.

      Hapus
  5. Keren sama semangat belajarnya. Jadi malu deh saya kalau hilang semangat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi iya dong jangan mau kalah sama sepuh

      Hapus
  6. Woow, aki & nini sungguh aktif ga. Aku jadi termotivasi juga nih. Semangat ya Aki & Nini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dong,, jangan mau kalah sama aki & nini

      Hapus
  7. Ya ampunnn, aku terharu banget bacanya Mas.
    Kekuatan cinta itu luar biasa ya, supaya bisa ngobrol enak sama cucu lhoo..

    Aaaakkk. So KEWL!

    BalasHapus
  8. Setuju! dukung aki dan nini ya semoga sehat dan lancar belajarnya, amin

    BalasHapus
  9. Belajar itu seumur hidup ya kang, semangar selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupppp... ga ada kata terlambat untuk belajar dan never give up learning

      Hapus
  10. Masya Allah... Sehat-sehat ya Aki dan Nini, semoga selalu diberi kelancaran untuk liburannya.

    BalasHapus

Popular Posts

Follow by Email