MAU JADI TOURIST GUIDE?

19.34


Jakarta's Tourist Guides
Kalau kamu hobi traveling, suka berbagi cerita seputar hal-hal menarik tentang Indonesia, dan pengen ketemu orang dari berbagai penjuru dunia, mungkin profesi ini cocok buat kamu.

Guide dalam bahasa Indonesia berarti memandu. Orang yang memandu disebut pemandu. Sementara tourist artinya wisatawan. Jadi, tourist guide ini bisa diterjemahkan sebagai pemandu wisatawan. Nah, sebutan resminya di Indonesia adalah pramuwisata.

Jadi, pramuwisata ini adalah profesi di bidang kepariwisataan yang menurut Keputusan Menteri Pariwsata, Pos dan Telekomunikasi Nomor KM.82/PW.102?MPPT-88 (1988) menyatakan; “Pramuwisata adalah seseorang yang bertugas memberikan bimbingan, penerangan dan petunjuk mengenai objek wisata serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan”.

Wisatawan yang dipandu bisa wisatawan domestik (wisatawan nusantara) atau wisatawan mancenagara. Ini yang bikin profesi tourist guide ini menarik; bertemu dengan beragam karakter manusia, profesi hingga beragam ras. Gak ngebosenin. Apalagi kita bisa sekalian jalan-jalan gratis. Dibayarin pulak.  Ya, gak sampei 80 juta per hari apalagi per jam, sih. Eh tapi gak tau ya. Yang namanya rejeki mah, gak akan pernah tau.

PROFESI KEREN

Profesi tourist guide mungkin gak sementereng dokter, insinyur dan sejenisnya tapi kontribusinya dahsyat, men. Apalagi saat ini pariwisata jadi salah satu sektor andalan untuk meraih devisa. Dan, salah satu ujung tombaknya, ya, para tourist guide.

Tourist guide is in fact doing diplomacy.

Wohooo, tourist guide itu kek diplomat dong? kok keren yak? Iya dong. Apa yang kami lakukan itu masuk ke dalam golongan soft diplomacy. Saya selalu inget wejangan salah seorang psikolog di salah satu sesi wawancara yang pernah saya ikuti,

“bergerak dalam dunia diplomasi itu gak melulu harus lewat Departemen Luar Negeri (DEPLU). Jadi, tour guide adalah salah satunya“.

Boleh lah para diplomat itu bisa jadi duta besar. Tapi, kami, para tourist guide gak kalah. Kami adalah duta wisata. Yang penting sama-sama duta, khan?! Hehehe.

Sebagai duta wisata salah satu tugas kami adalah berbagi cerita tentang Indonesia kepada dunia.

“Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia loh. Ada 13466 pulau yang sudah bernama dan sudah terdaftar di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dari total 17.500 pulau di Indonesia. Kalau ingin menjelajah Indonesia dengan tinggal satu hari di setiap pulau bernama itu, maka butuh 37 tahun lamanya untuk menyelesaikan petualangan di Indonesia. Jarak dari barat ke timur Indonesia adalah 5428 km, jarak yang sama antara Teheran (Iran) ke London (Inggris). Indonesia punya garis pantai sepanjang 95.181 km. Terpanjang ke˗4 di dunia setelah Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia. Oh ya Indonesia juga kaya akan suku bangsa. Ada 1128 suku bangsa dan 746 bahasa. Belum lagi ribuan jenis makanan minuman khas dan keanegaragaman flora dan fauna yang nggak ada bandingannya. Indonesia adalah negara dengan keanegaragaman hayati “top 3” terkaya di dunia!” (goodnewsfromindonesia.org)

Coba deh, ngoceh penjelasan singkat tentang Indonesia di atas sambil menunjukan foto objek-objek wisata terkece di Indonesia seperti Raja Ampat, Gunung Bromo, Candi Borobudur, dan banyak lagi. Kita aja yang orang Indonesia bisa ngiler, apalagi orang asing. Ya, memang itulah negeri kita, Indonesia. Keindahannya luar biasa.

Sebagai tourist guide, kita, punya banyak kesempatan berinteraksi dan berkomunikasi dengan saudara setanah air hingga warga asing dari berbagai pelosok dunia. Dan, bukan nggak mungkin, bisa juga menjelajah dunia loh. Gimana, asik kan?


Saat memandu mahasiswa dari Amerika

Memandu penggemar kuliner di Bandung


Walking Tour bersama Jakarta Good Guide di kawasan "China Town" Jakarta
Perbedaan tourist guide dan tour leader baca disini.

SIAPAKAH YANG BISA JADI TOURIST GUIDE?

Siapapun bisa kok jadi tourist guide. Buat yang hobi traveling, yang punya kemampuan bahasa asing, yang doyan ngoceh, yang suka sejarah, yang minat dengan budaya, yang mengapresiasi kuliner, punya wawasan tentang objek dan fakta menarik seputar kota pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, pokoknya siapapun bisa. Asal siap untuk melayani, siap untuk panas-panasan, siap untuk baca dan belajar. Eh belajar? Iya, kalau mau jadi tourist guide handal harus kaya akan informasi. Diajak ngomong politik hayu. Ditanya sejarah, bisa jawab. Ditanya tentang tradisi dan budaya, gak gelagapan. Ditanya tentang kuliner, bisa bikin wisatawannya ngiler. Gak harus sempurna karena kita bukan sejarahwan, bukan politikus, bukan pula budayawan. Semuanya bisa dipelajari sedikit demi sedikit. Inshaallah, lama-lama bakal jadi tourist guide handal dan kondang. Hehe.

Pariwisata itu termasuk dalam hospitality industry atau industri pelayanan jadi mau gak mau harus punya jiwa melayani, rapih, bersih dan murah senyum. Siapa juga yang mau dipandu sama tourist guide yang judes, pelit senyum, kucel, bau pula?

Satu lagi! Syaratnya untuk jadi tourist guide ini harus punua rasa CINTA. Cinta dengan kotamu, cinta dengan negerimu. Dengan begitu kita akan mencintai profesi ini. Dan, kalo berlandaskan cinta inshaallah akan bahagia. 

"Do What You Love, Love What You Do"

GIMANA CARANYA JADI TOURIST GUIDE?

Untuk jadi tourist guide itu seperti mengendarai mobil harus punya lisensi (surat ijin). Surat ijin itu bisa didapat jika kita terlebih dahulu menempuh diklat (pendidikan dan latihan) dan sekaligus lulus saat ujian di penghujung diklat. Tapi kabarnya di DKI Jakarta untuk taun ini gak pake lisensi-lisensian segala. Sebagai penggantinya harus ikut uji kompetensi profesi.

License to guide
Saya sendiri mengawali perjalanan karir di dunia traveling ini dengan ikut diklat Pramuwisata Muda yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DKI, Jakarta di tahun 2011. Diklatnya gratis. Fyi, Pramuwisata Muda secara geografis beroperasi di wilayah propinsi, kemudian ada Pramuwista Madya yang bisa beroperasi di seluruh wilayah Indonesia, dan yang ketiga adalah Pemimpin Perjalanan Wisata atau yang lebih popular dengan sebutan Tour Leader. Tour leader ini yang paling luas daya jelajahnya yaitu lintas negara hingga lintas benua. Secara regulasi, kita harus ikutin diklat dan tesnya secara bertahap dimulai dari Pramuwisata Muda dulu.

Nah, kembali ke diklat. Penyelenggara diklat dari satu propinsi ke propinsi lain bisa berbeda mekanismenya atau penyelenggaranya tapi biasanya seputar kolaborasi Dinas Pariwisata dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). HPI ini adalah wadah yang menaungi para tourist guide. Jadi, setelah resmi punya lisensi jadi tourist guide, bergabunglah dengan HPI biar luas networking-nya sekaligus nambah wawasan karena di HPI ini banyak anggotanya dengan pengalaman dan ilmu yang mencengangkan. Apalagi Kartu Tanda Anggotanya sakti banget, bisa jadi tanda pass gratis masuk di berbagai objek wisata di pelosok tanah air.  


Kartu Tanda Anggota (KTA) HPI
And, here’s good news buat yang mau jadi tourist guide terutama yang berdomisili di DKI Jakarta.


Pssst … banyak warga ibukota yang belum pernah ke Taman Fatahillah, belum pernah ke Museum Nasional, bahkan bisa jadi nginjekin kaki di seputaran tugu Monument Nasional (Monas) aja mungkin belum pernah. Ada banyak hal menarik di ibukota tapi sayang banyak yang gak 'ngeh'. So, Jakarta needs you. Let’s join us to become tourist guides.

You Might Also Like

35 komentar

  1. Wah, kayaknya seru nih. Tapi ini cuma ada di Jakarta aja ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya diklat ini ada di 33 propinsi tapi yang ada di blog ini emang bewara khusus buat DKI Jakarta aja. karena kebetulan pas udah deket sama waktu penyelenggaraannya. begitu :)

      Hapus
  2. Wah! Seru banget! Ternyata ada lisensinya ya buat jadi tourist guide. Aku bukan KTP DKI Jakarta, jadi harus cari tau untuk yang di daerahku yaa~

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya jd tour guide harus bwrlisensi/bersertifikasi. Emang dirimu di daerah mana?

      Hapus
  3. Wah asik bangeet ya kerjaan tourist guide gini bisa sharing dan menikmati jalan2 bersama orang dari berbagai penjuru dunia

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyessss betoel. Pokonya seru deeeeh. hehehe.

      Hapus
  4. Jadi tur giude pasti seru ya. Bisa ketemu bermacam2 karakter orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup. ketemu makhluk yang ajaib sampe kek makhluk gaib (bisa ngilang tiba-tiba dan biasanya nyangkut ti tempat suvenir/belanjaan heheh)

      Hapus
  5. kang idfi selalu seru dan happy, pertanyaan aku pernah gak kang bete atau perasaannya lagi gak nyaman saat tour guide trus ngatasinya gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bete? yak pernah atuh. Apalagi kalo pesertanya ada yg bandel, ngeselin, nyebelim ato jahaaaaat ... iya jahaaaat!!! Tapi sabar dan tetep senyum aja lah. Bersyukur bisa kerja yang emeijing kek begini heheheh

      Hapus
  6. ajak saya jalan2 ke tempat wisata ibu kota yang jarang diketahui orang dong mas Idfi. Pengen ditourguide-in sama mas Idfi saya. uwuwuuw

    BalasHapus
  7. aku diajakin bantu rombongan pejabat jalan2 nunjukin ini itu ketika kuliah dulu di eropa timur. Nah kira2 itu tour guide bukan yak, soalnya disitu kebalik, jalan-jalan memandunya pakai bahasa indoensia hihi.. itpunn curi2 waktu bolos kuliah :D :D mayan dapat tips .. anak kost berkaca2 kalau dapat duit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaak itu dah praktekin ilmu tour guide tuh :)

      Hapus
  8. Wah seru juga ya jadi tourist guide

    BalasHapus
  9. Saya pernah lho terpikir jadi tourist guide mas hahaha enak ya jalin persahabatan dengan teman teman dalam dan luar negeri. Plus bonus dapat tahu langsung tiap tempat kan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyeee beneeer. Dan, kenyataannya emang banyak enaknya sih :)

      Hapus
  10. selamat kang udah berlisensi nih, tidak perlu diragukan lagi hehe.. btw aku jg pernah jadi guide kecil2an aja emang seru sih, nambah temen juga dan bisa sharing ilmu itu mengasyikan

    BalasHapus
  11. “bergerak dalam dunia diplomasi itu gak melulu harus lewat Departemen Luar Negeri (DEPLU). Jadi, tour guide adalah salah satunya“. MMM. Makes sense.
    Tour Guide bisa mengharumkan nama negara juga dg memberikan kabar2 baik Indonesia, berperan penting juga ya Mas. Wawasannya kudu luas nihh. Wah saya baru tahu ada diklat dan tingkatan2nya.
    Asik nih yg di DKI JKT ada programnya. HMM Daerah Padang kapan yaaah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo padang coba tanyakan ke HPI atau ke Dinas Pariwisatanya.

      Hapus
  12. Kayanya bukan saya orgnya jd travel guide :)) sy jd peserta saja hehhee

    BalasHapus
  13. Wah seru ya jadi tour guide.... btw temen temen traveler skrg skrg banyak yang open trip yaaaa nampaknya jadi peluang yang brilian... dan paket paket tour dr perusahaan travel2 jd kurang menarik ya hehehhehe... keknya lbh asik dan lbh murah ama temen2 traveler hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. masing-masing ada plus minusnya loh. Selektif juga milih trip organizer kalo gak bisa berujung dengan "diterlantarkan" 😁

      Hapus
  14. Jadi tour guide keren loh kang idfi, dan harus banyak wawasan tentang wisata ya kang. Aku baeu tahu ternyata ada uji kompetensinya ya. Mantep.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah yeh lis ada uji kompetensinya biar guidenya pada kompeten semua

      Hapus
  15. Duh aku seneng betul nih dengan profesi yang ngasi batasan umur agak lebar. Ga menutup kemungkinan buat orang-orang yang mau ganti profesi buat ikutan.

    BalasHapus
  16. Wah, KTP Depok nggak bisa ya? Padahal kriteria yg lain lolos nih ��. Paling asyik memang jadi tourist guide.

    BalasHapus
  17. jadi pengen dehhh... eh tapi gak pede ah, hihihi...

    BalasHapus
  18. Bukan warga Jakarta.. jadi ngga bisa ikutan ya ka IDFI hehe semoga banyak warga Jakarta yang mendaftar ya.. tour guide ini asik lho.. tapi ya memang yang memiliki passion jadi pemandu wisata.. kalo malu-malu ya susah.. yuk ah warga Jakarta.. ramaikan dan viralkan.. sukses ya ka IDFI

    BalasHapus
  19. Wah ada keberuntungan masuk HPI bisa masuk gratis ke tempat wisata

    Inilah yang akan sering berjalan jalan sambil cerita kisah dibalik suatu sejarah atau tempat.

    BalasHapus
  20. Ternyata untuk jadi touris guide perlu lisensi ya. Baru tau

    BalasHapus
  21. Aku nih ngaku belum pernah naik ke puncak monas, padahal ibaratnya aku warga asli jakarta alias orang betawi....huhuhu. Proud of you Kang.

    BalasHapus

Popular Posts

Follow by Email