WAJIB BACA ARTIKEL INI JIKA KAMU INGIN KELILING DUNIA (BAGIAN 1)

21.39



Gundala putra petir nggak usah gundah nggak usah khawatir, nggak cuma melalui profesi tour guide dan tour leader (baca di sini) doang kok yang bisa traveling murah dan bahkan gratis. Pepatah bilang “Ada Banyak Jalan Menuju Roma”, ada banyak pintu/cara/jalan untuk bisa traveling modis,  modal diskon modal gratis. Berikut adalah cara-cara yang berpotensi membawa sobat traveler melihat dunia.

SCHOLARSHIP

The gate to explore the world. Beasiswa bisa jadi pintu gerbang untuk mengeksplor dunia. Ada banyak beasiswa loh yang ditawarkan oleh pemerintah, institusi atau perusahaan baik dalam negeri maupun luar negeri. Dari mulai kursus jangka pendek hingga kuliah S-3. Coba buka www.beasiswaonline.net di situs ini infonya super lengkap mengenai berbagai program beasiswa dalam dan luar negeri. Atau, bisa juga datengin langsung perwakilan negara-negara asing melalui pusat kebudayaan atau kedutaannya yang ada di Indonesia.

Saya baru sanggupnya dapet beasiswa kursus bahasa Italia di Siena, Italia, selama tiga bulan di tahun 2010 dan bahasa Spanyol di Kolombia selama 3,5 bulan di tahun 2013. Keduanya adalah beasiswa dari pemerintah kedua negara tersebut dan diselenggarakan tiap taun loh. Coba rajin-rajin mampir ke Pusat Kebudayaan Italia (Istituto Italiano di Cultura / IIC) di Menteng, Jakarta, dan Kedutaan Kolombia di Plaza Sentral, Jakarta. Khusus untuk beasiswa ke Kolombia, hanya diberikan kepada yang berprofesi sebagai Tour Guide/Tour Leader dan Mahasiswa.


Saat-saat menikmati petualangan di Colombia

Bersantai setelah kelas bersama sahabat di Siena, Italia.

Saya pernah ngincer beasiswa Erasmus Mundus (http://bit.ly/erasmusplus/INDONESIA)yang merupakan konsorsium Uni Eropa dimana penerima beasiswa bisa kuliah di dua atau tiga universitas berbeda di kota/negara yang berbeda di benua Eropa. Atau Chevening Award (www.chevening.org/indonesia/), beasiswa bergengsi dari pemerintah Inggris. Ada juga Fulbright (www.aminef.or.id/). Tapi entah lah, otak saya keknya gak sanggup. Ini salah satu impian saya yang belum terwujud, bisa lanjut S-2 dengan beasiswa. Di Indonesia juga ada beasiswa-beasiswa bergengsi dari pemerintah loh, contohnya; LPDP (beasiswalpdp.kemenkeu.go.id), DIKTI (beasiswa.ristekdikti.go.id/webm/) dan Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud (beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/).

Sempet agak lupa dengan impian ini tapi setelah ibu saya lulus kuliah dan di wisuda bulan November 2014 kemarin di usia 62 tahun, semangat saya jadi muncul. Masa kalah sama nenek-nenek. Eh emakku itu kalo di rumah, PELOR (nempel molor alias tukang tidur) nya minta ampun tapi hebat juga ya dia, di kelas, bisa melek berjam-jam dengerin dosen cuap-cuap. Salut Ma! So Proud of you! Doakan anakmu ini bisa dapet beasiswa (dan si Mama pasti jawab ...”KAWINNNNNN HEULA AA!” Kawin aja dulu titik).

KOMPETISI

Saya yakin ada banyak kompetisi di luar sana. Dari mulai kompetisi/kontes film pendek, nyanyi, masak, design ini itu, sampai olimpiade matematika/fisika semua berpotensi untuk menghasilkan sesuatu dan siapa tau ujung-ujungnya bisa traveling. Apalagi sekarang kan jamannya kontes adu bakat tuh di televisi. Kenapa nggak dicoba? 

Sebagai contoh, salah seorang teman saya kursus di Pusat Kebudayaan Rusia. Dua kali dia ikut lomba menulis puisi berhadiah jalan-jalan ke Rusia. Dua kali itu pula dia menang. Ih, sumpah bikin ngiri!

Saya sendiri pernah ikut kontes nyanyi Pop Star Trans TV, Akademi Fantasi Indosiar, sampai Indonesian Idol RCTI, dan gagal semua. Penyakitnya biasa, LUPA LIRIK. Tapi, tahun 2003 saya nekad ikut lomba nyanyi lagu-lagu berbahasa Prancis di Pusat Kebudayaan Prancis (Centre Culturel Francais (CCF)) Bandung. Eh ternyata saya menang juara 1 dan hadiahnya saya dikirim ke La Rochelle, Prancis, selama 10 hari untuk menikmati festival musik Francofolie de la Rochelle sekaligus bertukar budaya dengan 40 pemenang kontes serupa dari 24 negara. Semua ditanggung. Saya sampai cengar-cengir berhari-hari kayak orang sinting saking senengnya!


Amazing adventure in La Rochelle, Prancis.

MISI KEBUDAYAAN

Yang bisa nyanyi, nari, main alat musik, jago bahasa asing bisa banget gabung dalam tim misi kebudayaan. Kalo ada ekskul seni, paduan suara atau sejenisnya di sekolah atau di kampus, gabung aja. Atau ikut sanggar-sanggar seni yang rajin kirim tim misi kesenian/kebudayaan ke luar negeri.

Dulu saya pertama ke luar negeri tahun 2001 juga karena ikut tim misi kesenian mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Padjadjaran (UNPAD), meski sebenarnya saya jadi “penyusup” karena saya mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi tapi berbekal kemampuan lancar berbahasa Inggris dan sedikit bahasa Prancis (kata teman-teman, saya kedengerannya pinter berbahasa Prancis padahal mah aslinya masih bego) plus bisa nyanyi akhirnya saya bisa bergabung dengan tim misi kesenian ini ke beberapa negara di benua Eropa sebagai MC, pemain angklung, penyanyi lagu sunda dan pemain bola (gemeteran tiap kali ada di lapangan ... asli GAK BISA MAEN BOLA ... laaah liat lawan/kawan nendang bola ke arah saya aja bukannya ngerebut/nyambut bola ini mah malah tiarap).


Pertama kali 'liat dunia' dengan ikut misi kebudayaan.
Masih banyak lagi hal-hal yang berpotensi membawamu melihat dunia, dari profesi sampai hobi dengan contoh profile beberapa individu yang berhasil 'melihat dunia'. Tunggu bagian keduanya ya. Stay tune!

- Si Ateng makan ikan hiyu, to be kontinyu -

Baca BAGIAN KE-2 (Di sini)

You Might Also Like

4 komentar

  1. Ampunnnn, aku bangga banget bacanya... Mau foto brg kalo ketemu, pokoknya!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ampuuuun ... aku kok jd malu kalo dimintain poto. Dimintain tandatangan ajaaah .. #berasaartis 😂😂😂😂

      Hapus
  2. Fix! saya jadi fans kamu mulai dari sekarang, fi..
    minta foto dan tanda tangannya dong kk..
    *ala-ala fangirl*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahah kamyuuuuh, gimana kalo jadi ketua Traveler Modis Fans Club? wkwkwkwk

      Hapus

Popular Posts

Follow by Email