Petualangan Ke Taman Nasional Komodo Ala Traveler Modis Part 2: Komodo Punya 2 Penis?

08.15


Menjelang jam 5 subuh kapal mulai bergerak memulai perjalanan mengarungi lautan.
Destinasi pertama adalah Pulau Rinca.

Udara yang cerah, langit biru terang benderang, lautan berwarna biru nan tenang membuat pelayaran menjadi sangat menyenangkan. Kita pun mencapai pulau Rinca tanpa hambatan. Dan kapalpun merapat dengan damainya di dermaga Loh Buaya, Pulau Rinca.

Seluruh peserta trip: pasangan Spanyol yang berisiknya minta ampun - Ander dan Alaine, pasangan dari Prancis Said yang mirip Zinadine Zidane dan pasangannya Samia yang cantik, Hans beserta anak-anaknya Raffael (11 th) dan Martin (10 th) yang berasal dari Jerman, Frank dari Jerman, Houke sang petualang yang ramah asal Jerman, mbah Marjan (abis namanya mirip mbah Marijan) dan partner (slovenia), keluarga dari Amerika yang tampak sangat tertutup yang terdiri dari bapak+ibu dan 2 anak: Molly & Chris, Jeng Eni dan Michael, tiga anak kuliahan Indonesia; Nadia, Bayu & Geri, dan kami bertiga; Jon, Zam dan saya. Eh, ada satu lagi bapak-bapak dari Inggris namanya lupa tapi yang pasti mukanya suka belepotan berlumuran sunblock dan selalu pake kemeja flanel, pokoknya kita semua seneng banget bisa menginjakkan kaki di Rinca. Patinya kita semua ngarep banget bisa ketemu sama KOMODO.

Pertama-tama kita semua kumpul di depan bangunan kantor yang sepertinya pusat informasi pulau Rinca. Kita dikasih penjelasan sekilas tentang pulau Rinca, the do’s and dont’s-nya saat berada di area pulau Rinca yang merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo ini. Eh kata abang ranger-nya buat kamu yang lagi menstruasi boleh ikutan juga trekking kok asal jangan umbar-umbar “roti jepun”nya tar darah beleberan duonks. Kan gak lucu nanti tiba-tiba ada berita seorang wisatawan wanita cantik jelita tewas gegera selangkangannya dicaplok komodo … AW AW. Lalu, kita ditanya siapa yang mau ikut long trek dan siapa yang mau ikut short trek. Hampir semua ngacung untuk ikut long trek kecuali satu orang dan itu adalah JON yang badannya segede tronton.

The famous Komodo Dragon (look at the man with white shirt! that's Jon! He’s even bigger than the giant komodo)
Trekking ini dipimpin oleh seorang ranger beserta seorang asisten yang akan menjaga supaya trekking bisa berjalan dengan aman dan lancar. Keduanya bawa tongkat kayu yang ujungnya ngebentuk huruf Y yang berfungsi untuk “mengunci” leher Komodo jika sang komodo “berulah”. Hiiiii serem ngebayangin komodo “berulah” dengan lidah melet-melet (jangan sampe kepelet, ama manusia aja serem apalagi sama komodo).

Trekking berjarak kurang lebih 3-4 km ini bener-bener sangat berkesan. Bayangkan, belum apa-apa kita udah liat 4-5 komodo berukuran 1,5 – 2 meter lagi mejeng. Mereka terlihat sangat anggun (weksss anggun darimana. Syerem. Ga tau ya kalo komodo nya pake kebaya brokat pake sanggul pula!).

Semua sibuk foto-foto dengan latar belakang Komodo melet-melet berpose bak model kepelet. Si pasangan Spanyol sibuk jeprat jepret dengan mulut yang gak pernah berhenti ngoceh. Mungkin karena merasa keganggu, salah satu Komodo berukuran 2,5 meter tiba-tiba bergerak ke arah kita. Semua langsung diam dengan mimik kek liat kuntilanak (eh sereman mana dicolek kuntilanak atau dicolek komodo?)!


Yang pasti Jalur trekking-nya keceh banget. Ngelewatin area yang rimbun, jalur sungai yang mengering, lewatin kubangan lumpur dengan sesosok kerbau liar besar sedang leyeh-leyeh (sssst jangan berisik kalau lewat si kerbau, kata bung ranger, mereka kalau merasa keganggu bisa nyerang dan nyeruduk) dan kemudian tau-tau saja kita sudah ada di area berbukit dengan batu berukuran besar-besar. Ornamen alam yang indah. Padang sabana di puncak bukit pun jadi pilihan yang sempurna untuk beristirahat sekaligus untuk nikmatin panorama. Indah kakakkkk! Akh, andaikan ada kamu. Aw Aw.



Perjalanan dilanjutkan. Pas lagi asyik-asyiknya jalan menikmati pemandangan yang menakjubkan ini tiba-tiba ada erangan kecil dari salah seorang peserta. Sempet khawatir jangan-jangan ada Yang keseruduk banteng atau kecolek komodo. Alhamdulillah ternyata bukan ada banteng atau komodo tetapi Michael, si Spanyol bawel, yang mengerang gondok karena kakinya ngebelesek ke batu mateng alias eek kerbau yang beleberan membentuk kubangan mini warna hijau. Ihhh emang dasar kebo enggak berprikemanusiaan, bokernya sembarangan. Sementara Si Spanyol berjuang dengan eek kebo, Si Inggris dan Si Jerman malah girang ngeliat ‘temennya’ nyungseb di kubangan eek kebo. “Rasain lu!”

Selama perjalanan trekking ranger-nya gak pelit cerita. Ini dia interesting facts atau beberapa fakta menarik seputar komodo dari hasil obrolan dengan sang ranger selama trekking:

  • Did you know that male Komodo has two penises? SUMPAH lo? Seriussss. Kebayang kalau setiap lelaki di muka bumi ini punya penis dua (ahhh gue satu ajah masih dipake kencing doang...curcol). Ih masih gak percaya komodo jantan punya penis dua? Check aja sendiri.
  • Komodo bisa bercinta selama dua hari nonstop. WOW AMAZING (jadi pengen liat)! Jangankan bercinta dua hari dua malam, manusia mah baru 1 X 24 jam ajah udah harus lapor RT/RW. Anyway, Jika anda atau pasangan anda punya masalah dengan ejakulasi dini, gaya bercinta yang kurang hot, atau anda punya masalah dengan romantisme silahkan berguru ama sang komodo. *Komodonya semacam titisan dokter Boyke yak?!
  • Komodo adalah hewan yang sangat aktif di siang hari. Jadi kalau mau ngajak lari 5K jangan malem-malem ya, letoy!
  • Air liurnya komodo mengandung bisa. Jadi kalau ciuman sama komodo jangan dimulut ya (jadi dimana dong? Di fantat? Ihhh siapa juga yang mau nyium komodo?!)
  • Sssssst jangan berisik dan jangan bergerak terlalu lincah kalau dekat-dekat komodo. Tar tau-tau komodonya minta gelendotan sama kamyuuuh!
  • Komodo bisa berlari 18 km / jam. Kalau kita tiba-tiba dikejar sama komodo (ihhhh amit-amit jangan sampeeeee) berlarilah secara zig zag dan jangan manjat pohon karena komodo terutama yang berusia 1-2 tahun adalah pemanjat pohon yang ulung. Ajak panjat pinang ajah. Pasti kamu cepet sampe puncak dan dapet hadiah. Emangnye 17 Agustusan!
  • Dibalik sosoknya yang menyeramkan ternyata sang Komodo tidak suka sama manusia. Ranger nya bilang kalau mereka justru menghindar dari manusia kecuali manusianya ngelunjak. Noh, seharusnya manusia-manusia gak tau diri, tukang korupsi, tukang perkosa dibuang aja ke pulau komodo/Rinca biar bisa “shortcourse” bercinta dua hari dua malam bersama komodo (kalo komodonya hamil tanggung jawab dong! Jangan lupa ikut KB!).
  • Paling aman sih saat kita ada di Taman Nasional Komodo ini ya jangan jauh-jauh dari sang ranger ya.

(Ikan kembung bawa kampak, bersambung kakak)

You Might Also Like

4 komentar

  1. whooaaaa ini infonya bikin gw terkaghet-kaghetttt... trutama soal penis komodo, hihihi...

    BalasHapus
  2. Wahhh, udah pernah ke Komodo ya kak, seru nihh, jalan-jalan manja ke Komodo, tempatnya masih asri ya kak

    BalasHapus
  3. Anjayyyy, 2 hari nonstop! Hahahaha...

    Ya punya dua penis gitu, yang satu lemes masih ada cadangan. (((CADANGAN)))

    BalasHapus
  4. Kayaknya mesti pastiin langsung liatin komodonya hahahah

    BalasHapus

Popular Posts

Follow by Email