JONGKOK

04.02

Hasil gambar untuk tourist squat
Sumber: strippedpixel.com
 Ngeliat orang-orang jongkok sambil bengong, nyari kutu, ngupil atau ngerokok di Indonesia, apalagi dikampung mah udah biasa, kan? Tapi, gimana kalau ini kejadiannya di Roma, Italia? Di area paling bergengsi pula. Untungnya nggak sampai nyari kutu, sih. 

Jadi ceritanya, beberapa taun lalu saya mimpin salah satu rombongan Indonesia jalan-jalan ke Italia. Salah satu programnya adalah belanja di jalan yang terkenal sebagai pusat belanja di Roma, Italia, yaitu Via dei Condotti. Sepanjang jalan ini terdapat butik-butik mewah dengan merek-merek high fashion dari perancang adibusana dunia seperti Gucci, Prada, Hermes, dan lain-lain. Jalan sempit ini adalah tempat belanjanya kaum jetset dan selebritas Italia, Eropa bahkan dunia. So pasti, yang datang kemari penampilannya trendy, fashionable, ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Meskipun, banyak juga sih yang tampang dan dandanannya biasa aja. Turis-turis yang cuma numpang eksis tapi nggak mampu beli seperti saya juga banyak.

Salah satu butik di Via  dei Condotti. Sumber: Pribadi

Salah satu butik di Via dei Condotti. Sumber: Pribadi
Via dei Condotti menghubungkan dua tempat menarik di kota Roma yaitu sorga belanja, Via del Corso, di sebelah timur dan Piazza di Spagna atau alun-alun Spanyol di sebelah barat. Alun-alun ini diberi embel-embel Spanyol karena ada Palazzo di Spagna yang merupakan gedung Kedutaan Besar Spanyol. Piazza di Spagna ini adalah salah satu alun-alun teramai dan paling terkenal di Roma. Dan, ada satu icon yang kesohor banget di alun-alun ini yaitu Spanish Steps. 135 anak tangga di Spanish steps jadi tempat duduk-duduk santai ribuan turis setiap harinya.

Nah, waktu itu setelah dikasih penjelasan tentang situasi dan apa yang jadi daya tarik utama di sekitar Via dei Condotti, saya pun ngasih waktu bebas untuk rombongan supaya bisa nikmatin santai-santai di Piazza di Spagna, nongkrong di kedai kopi, beli gelato, berfoto di Spanish Steps, atau belanja di Via dei Condotti yang toko dan barang-barangnya lebih kejangkau. Rombongan pun bubar. Satu persatu ngacir ke berbagai penjuru. Saya sendiri paling suka jalan kaki menjelajah gang-gang kecil di Roma yang agak menjauh dari pusat objek wisata. Sering nemu kejutan. Nemu kedai kopi dan tempat makan yang murah lah, nemu toko suvenir murah, nemu toko buku bekas, ketemu sama opa oma yang ngajak ngobrol lah, atau ketemu backpacker yang nyasar dan jadi temen ngobrol.

Beres muter-muter, sejam kemudian, saya balik lagi ke area pertemuan Via dei Condotti dengan Piazza di Spagna. Dari kejauhan saya ngeliat ada sekitar sepuluh orang lagi nongkrong di trotoar depan butik Prada dan Gucci yang saling berhadapan. Sebagian besar jongkok sambil ngerokok. Iya, JONGKOK! Jongkok di Indonesia udah bukan hal aneh. Sering saya liat orang jongkok di terminal bus, di dalam kereta komuter, di pematang sawah, dipinggir sungai, atau di bilik MCK (Mandi Cuci Kakus) di kampung atau di desa. Tapi, kalau di mall ngeliat orang jongkok di depan etalase toko pasti mikirnya “kampungan” banget, sih. Apalagi ini di Roma, Italia, broh! Please, deh!

“Busyet, turis dari mana sih itu? Pada jongkok di depan PRADA dan GUCCI, ngerokok pula! Mereka pikir ini di pinggir kali ya? Eh, mukanya sih melayu ya.

Ya, Tuhantolong! Kalau pun mereka adalah turis Indonesia, semoga mereka bukan bagian dari rombongan kami.

Saya pun jalan makin deket. Makin deket. Dan, …. jreng jreng. Mukanya kok kayaknya kenal. Astaga! Ternyata, bener aja. Mereka, peserta bus saya. #tepokjidat

Mereka nggak nyadar kalau para pejalan kaki dan orang-orang yang keluar masuk dari dan ke butik sampe melototin mereka. Duh, para ‘ahli hisap’ ini keknya perlu ditatar gimana caranya ngerokok yang elegan.

Sebenernya nggak masalah sih. Nggak dosa ngerokok mo di depan Prada kek, depan Gucci kek, depan gentong kek! Nggak ada pihak yang dirugiin. Masalah ngerokok, toh, banyak juga orang yang ngerokok. Ini hanya masalah kebiasaan. Saya nggak biasa aja ngeliat orang jongkok di tempat umum di Eropa. Palingan turis Cungko (Tiongkok) yang suka begitu. Dan, sering jadi sasaran ledekan kami. Dan, Tau-tau, hari itu, saya nemu beberapa orang ngudud sambil jongkok macam minta dicebokin orang, di depan butik perancang adi busana pula, di negara yang orang-orangnya belum tentu bisa jongkok pula, dan mereka adalah turis yang saya ‘bimbing’ pula. Duh!

Btw, taukah kamu kalau bule belum tentu bisa jongkok seperti orang-orang Asia kayak kita? Coba deh kalo punya temen atau kenalan bule, tes jongkok. Baru berapa detik jongkok pasti sempoyongan dan terjungkal!


Ada yang bilang karena kaki orang bule cenderung panjang sehingga mereka kesulitan jongkok dan kalau disuruh jongkok mereka akan kesakitan. Tapi, kalau teori saya sih karena bule dari kecil kalau boker selalu duduk, nggak jongkok seperti kebanyakan orang Indonesia. Makanya kalau bule-bule apalagi yang baru pertama kali kemari, kebelet pula, begitu liat tempat poop-nya kudu jongkok, bisa stress mereka!!

֍֍֍

You Might Also Like

7 komentar

  1. Wahahahaha, dirimu emang traveler yang warbiyasaaak mas!
    Aku happy bisa sering mampir ke blog keren ini, karena hal2 kecil macam jongkok gini, jadi postingan yg entertaining bgt!

    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
    Balasan
    1. janhankan nongkok, upil juga bisa jd bahan tulisan yg seru kakakkk hahhahah
      makasih udah mampir dan komen. Aku akam meluncur ke tempatmuuuu

      Hapus
  2. Hahaha..ada aja yang dibahas. Lalu membayangkan jongkok di depan butik LV

    BalasHapus
    Balasan
    1. jongkok sambil ngupil yaaaa hahah

      Hapus
  3. baca artikel disini menarik semua ya, seru pula bacanya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga terhibur dan bermanfaat ya. Feel free to share loh hehhe makasih udah mampir yaaaa btw, mbak/mase namanya emang "Obat Flek Hitam Paling Ampuh" yak? :)

      Hapus
    2. semoga terhibur dan bermanfaat ya. Feel free to share loh hehhe makasih udah mampir yaaaa btw, mbak/mase namanya emang "Obat Flek Hitam Paling Ampuh" yak? :)

      Hapus

Popular Posts

Follow by Email