Dapet Salam Dari Copet

06.35

Hasil gambar untuk funny pickpocket
Gusti! Copetnya niat bangeeeeet! Pic from huffingtonpost.com
Copet, maling, jambret nggak cuma demen beraksi di terminal Pulo Gadung atau di metromini dan kopaja doang. Jangan salah! Di negara maju, semakin kece kotanya, semakin “kece” copetnya.

Eropa adalah benua dengan negara-negara, kota-kota, dan landmark-landmark cantik yang kesohor di dunia. Tapi di kota-kota di Eropa pula lah problem keamanan terutama pencopetan semakin menghawatirkan dari waktu ke waktu. Turis sering kali jadi korban pencopetan dan perampokan. Terutama turis dari Asia.

Kenapa turis Asia yang jadi sasaran? Karena sepertinya turis Asia yang ke Eropa dianggap berduit dan sering bawa uang tunai yang banyak. Apalagi gayanya turis Asia sering kali mencolok dengan pakaian dan tas bermerek, pake perhiasan yang berlebihan. Dan kalau ngitung duit berlembar-lembar sering kali di depan umum. Nunjukkin bener kalau dia horang kayah. Atau, nih, salah satu kebiasaan turis Asia termasuk dari Indonesia, … suka ninggalin barang sembarangan. Yang kek begini nih jadi inceran copet, jambret, rampok, apapun namanya.

Artikel saya kali ini nggak ada maksud nakut-nakutin sobat travaler apalagi nyaranin jangan sampai ke tempat-tempat berikut ini, loh. NOOOO! Lagian siapa gue, ngelarang kalian datang ke Eropa?! Apalagi ke tempat-tempat impian berikut ini. Saya cuma mau berbagi pengalaman dan sekedar kembali ngingetin supaya sobat traveler nggak lengah saat traveling kemana pun tujuannya.

Kota-kota di Eropa dengan masalah copet versi saya ini saya cantumkan di artikel ini karena berdasarkan pengalaman kecopetaan para turis yang saya pimpin dan juga pengalaman dari berbagai rekan seprofesi yang ngalamin kejadian serupa bahkan mereka sendiri ada yang jadi korban. Juga, berdasarkan cerita para traveler dan orang lokal (termasuk local guide).

Berikut adalah daftar kota-kota cantik di Eropa yang banyak copetnya versi Traveler Modis.
  
Paris
Hasil gambar untuk eiffel tower
Penuh sesak buat nikmatin Menara Eiffel. Pic from getyourguide.com
Ini dia kota impian jutaan umat manusia. Siapa coba yang nggak mau kemari, berkunjung ke Menara Eiffel, berfoto di Arc de Triomphe, jalan-jalan di sepanjang pusat fashion dan shopping kota Paris –Champs-Elysées, ngeliat lukisan Monalisa di salah satu museum terbesar di dunia--Museum Louvre, atau mengagumi kemegahan Istana Versailles?

Tapi siapa sangka ternyata Paris juga terkenal sebagai surganya copet, rampok, maling (you name it lah) di dunia?

Pernah saya baca di internet kasus salah satu pangeran dari Arab Saudi yang dirampok di Paris, tahun 2014 lalu. Dia dan rombongannya lagi beriring-iringan sebanyak 10 mobil. Di jalan tol, tiba-tiba, mereka disantronin segerombolan perampok bersenjata. Uang tunai sebesar 250.000 euro atau setara dengan lebih dari 3,7 milyar rupiah pun melayang.

Kasus turis dari Cina yang jadi korban perampokan juga sering menghiasi berita, diantaranya kasus 23 orang rombongan turis Cina dirampok saat ninggalin restoran. Uang dan paspor mereka dirampas. Padahal mereka baru beberapa jam tiba di Paris hari itu. Harapan buat shopping kandas karena mereka keburu jadi korban ‘shopping’ maling. Apes banget!

Btw, sebenernya kasus pencopetan bukan turis Asia aja kok yang ngalemin. Turis manapun kalo emang lagi apes, ya, bisa jadi sasaran pencopetan dan sejenisnya. Taun 2016 lalu, sempet heboh kasus perampokan di Paris yang menimpa bintang reality show super semok bin montok, Kim Kardashian. Kim harus rela perhiasannya senilai jutaan dolar berpindah tangan ke tangan perampok. Untung yang dirampok bukan dua asset andelan Kim; Toket sama bokong. Sejak kejadian itu Kim Kardashian kapok traveling dengan hiasan dan dandanan mencolok.

Dan, tempat-tempat yang jadi sasaran operasi para copet adalah tempat-tempat keramaian sekaligus kawasan objek wisata favorit para turis dan mungkin tempat impian honeymoon-mu  seperti Menara Eiffel. Bahkan di pusat perbelanjaan kesohor pun rawan pencopetan.

Roma
Italia itu negeri segudang situs bersejarah tapi segudang pula copetnya. Kota-kota yang popular di kalangan turis seperti Pisa, Florence, Milan, Venezia juga popular dengan copetnya. Dan, gak terkecuali ibu kotanya Roma. Roma boleh jadi ibukota copet di Italia.

Landmark terkenal di Roma seperti Koloseum, Spanish Steps hingga Trevi Fountain bukan cuma populer di kalangan turis tapi juga adalah salah satu tempat hang out favorit para copet, loh. Gak sedikit turis yang terkadang lengah terutama saat foto selfie atau wefie. Ini dia yang disukain copet.

Spanish Steps awal musim semi. Belum banyak turis. Kalo pas lagi summer, padet banget. Copet pun hepi. Dok. Pribadi
Hasil gambar untuk trevi fountain
Trevi Fountain. Hayo tebak! Mana yang nyopet, mana yang dicopet? Pic from aleteia.org
Alhamdulillah sih group yang saya bawa nggak pernah ada kejadian kecopetan di objek-objek tersebut tapi di tempat lain. Tamu saya pernah kecopetan di pelataran St. Peter, Vatican. Tasnya utuh, tapi isinya lenyap. Paspor dan dompet ilang.

Athena
Ibukota Yunani yang terkanal dengan situs arkeologinya dan kaya akan cerita mitologi Yunani ini juga kaya akan copet. Tahun 2014, dalam satu hari, ada dua peserta yang kecopetan dan satu nyaris jadi korban.

Seorang ibu kehilangan HP saat makan di McDonald deket Syntagma Square—lapangan utama di kota Athena yang sering jadi titik demo warga Athena. Lalu, seorang mbak kehilangan dompet berisi uang ratusan dolar dan ratusan euro. Si mbak baru sadar kalo dompetnya raib pas kami udah tiba di bandara Athena untuk bersiap-siap pulang ke Indonesia.

Satu orang yang nyaris jadi korban adalah seorang bapak. Saat itu kami baru aja beres belanja souvenir di Plaka—kawasan perkampungan tertua di Athena yang penuh dengan bar, restoran, café dan toko suvenir. Ketika naik bus, tiba-tiba ada perempuan asing nyelonong masuk ke bus dan ke-gep sama saya pas baru aja nyamber dompet dari saku celana salah satu peserta saya. Saya spontan teriak “MALINGGGGGG!” Pake bahasa Indonesia.

Meskipun si perempuan itu nggak ngerti bahasa Indonesia tapi dia sadar kalau aksinya ketauan. Dia cepet-cepet mo kabur tapi kebetulan saya pas ada di belakangnya. Saya peluk eh pelintir tangannya. Dompet hasil jarahannya dia jatuhin ke tanah. Kemudian, si copet pake sok sok ngeles “Sorry, Sorry, I thought this is my bus!”. Hadeeeuuuuh belum pernah dijotos pake duren ya, miss!? Kalau di Indonesia, miss maling udah jontor, neh, dihajar massa.

Untung di TKP ada dua orang bule ngeliat aksi si copet dan kebeneran banget ada polisi di deket bus, jadi saya serahin aja si copet ke polisi. Terserah si polisi mo diapain tu maling. Mo diborgol, mo dipenjara, mo dinikah siri kek …. terseraaah!

Hasil gambar untuk plaka athen
Salah satu sudut Plaka. Pic from wanderlust.co.uk

Barcelona
Kota yang pernah jadi tuan rumah olimpiade musim panas tahun 1992 ini tergolong tujuan wisata paling populer di Spanyol. Dan, sekaligus tujuan favorit para copet. Salah satu tempat paling terkenal dengan copetnya yang merajalela adalah La Rambla--kawasan pedestrian dengan deretan toko souvenir.

Hasil gambar untuk la rambla barcelona
La Rambla yang selalu ramai ... oleh copet. Pic from globalnews.com

Praha
Ibu kota Republik Ceko yang terkenal cantik dan punya banyak bangunan berasitektur indah ini, dikenal gudangnya copet. Kawasan yang terkenal dengan copet yang berkeliaran ada di sekitar Charles Bridge—jembatan cantik yang menghiasi kota Praha, dan Old Town—kawasan kota tua Praha dengan Astronomical Clock-nya yang terkenal itu.

Hasil gambar untuk charles bridge praha
Charles Bridge. It never sleeps, neither does the pickpockets. Pic from flickr.com

Old Town, Praha. Dok. Pribadi

London
Selama ini saya selalu berpikir kalau Inggris Raya termasuk London itu aman. Tapi tahun ini dunia dikagetkan dengan berbagai aksi terorisme yang memakan korban terjadi di London. Dan, saya pun dibuat kaget bukan dengan aksi terorisme tapi dengan kejadian pencopetan yang menimpa peserta saya dalam trip terakhir di London di bulan April lalu.

Dalam satu hari, dua orang jadi korban. Satu anak muda kecopetan di area ‘segitiga emas’ tujuan wisata paling popular di London yaitu Katedral Westminster Abbey (gereja tempat pemberkatan nikah Price William dan Kate Middleton)-Big Ben (menara jam icon London)-Gedung Parlemen (Palace of Westiminster) yang pagi itu lagi padet banget sama wisatawan. Saat dia mau kembali ke bus setelah berfoto, baru sadar kalau tas selendang kecil yang dia bawa-bawa itu resletingnya agak kebuka dan …. dompetnya lenyap. Bok, masih untung yang kebuka bukan resleting celananya. Coba, kalo resleting celananya yang kebuka, ilang ‘anu’-nya disabet maling. 

Yang penting mah bukan paspor yang ilang. Ribet soalnya kalau paspor ilang. Apalagi, hari itu adalah hari terakhir kami di London sebelum terbang kembali ke Indonesia.

Image may contain: one or more people, sky and outdoor
Big Ben - Palace of Westminster - Westminster Abbey. Dok. Pribadi
Eit, tapi jangan seneng dulu! Sore harinya, di saat waktu bebas di Oxford Street—area pusat perbelanjaan di London, saya dikagetkan dengan kemunculan seorang peserta, kali ini seorang ibu, yang panik karena baru sadar kalau dompet berisi paspor dan uang beberapa ratus poundstering raib saat mau bayar di kasir di Primarkdepartment store asal Inggris yang barangnya murah-murah. Maaaaak, sepatu cuma 8 poundsterling, kaos bergambar bendera Inggris cuma 6 poundsterling. TL-nya pun kalap #gagalfokus.

Saya langsung ‘geret’ si ibu naik taksi ke kantor polisi buat  bikin laporan kehilangan, ke tempat foto  buat bikin pas foto, dan ke kedutaan buat bikin SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) alias paspor sementara. Tanpa SPLP ini si ibu nggak bisa balik ke Indonesia, lah. Untung sebelum pontang-panting kesana kemari saya telpon ke KBRI dulu. Laporan kalau ada orang Indonesia dengan jadwal kepulangan malam itu juga, telah kehilangan paspor. Tepat jam 4 sore, kami tiba di KBRI London. Untung staf KBRI berbaik hati mau nungguin. SPLP pun jadi sore hari itu juga. Si ibu yang tadinya cemberut itu pun akhirnya bisa tersenyum. Alhamdulillah.


So, perhatian buat para traveler. Wish you have fun kemanapun traveling-nya tapi ingat harus selalu sigap, awas, dan hati-hati. Shit happens dan musibah itu bisa nimpa siapa aja, dimana aja. Waspada lah! Waspada lah!

Coming up next, traveler modis akan sharing tentang tipe-tipe copet yang biasanya berkeliaran di objek-objek wisata di Eropa. Semoga nggak ada tipe kamu ya. Ihiy!

You Might Also Like

8 komentar

  1. Yowes.. kalo gitu biar saya gak dicopet mending saya jadi copetnya aja dehm. #ehhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. laaaaaah ... mbak gimana toh? :)

      Hapus
  2. Thn 2007 pernah bawa mahasiswa kita Eropa dan ada juga yg kecopetan pas lg popotoan, di depan Hotel di Amsterdam, entah knp s empunya tas ga kerasa klo tas selendang nya tiba2 hilang dlm hitungan detik, mgk karena tali nya tipis atau knp tas yg lagi dipake/diselendagin ilang dgn cepat..hebat lah maling nya wkwkwk

    BalasHapus
  3. epik banget mas melintir tangan miss maling..

    BalasHapus
    Balasan
    1. bangeeeeet ... dramaaaa laaah :)

      Hapus
  4. Dimanapun berada emang tetep harus waspada yaa... Lain ladang, lain ilalang, lain tempat, tapi yang diincar copet sama yaa... jarang gitu yang nyopet hatii *eh

    BalasHapus

Popular Posts

Follow by Email