Delapan Kota Dunia Yang Bisa Bikin 'Nangis" Turis Indonesia Pembenci Jalan Kaki. Part 1.

02.39

Hobi jalan kaki ini ternyata sangat bermanfaat untuk profesi yang saya jalani sebagai pramuwisata dan tour leader (TL). Banyak loh kota-kota tujuan wisata di dunia yang harus kita eksplorasi dengan berjalan kaki (walking tours). Dan saya nggak punya masalah sama sekali dengan itu. Tapi tidak dengan kebanyakan turis Indonesia yang terkenal nggak biasa jalan kaki dan nggak familiar dengan walking tour.
Hasil gambar untuk walking tour
Cumber: canariasetourism.net
Banyak turis Indonesia yang udah ngebayangin betapa serunya traveling ke mancanegara melihat tempat-tempat dan bangunan-bangunan ikonik yang amazing yang mungkin udah sekian lama mereka impikan tapi begitu tiba di tujuan, banyak yang terkaget-kaget dan nggak nyangka harus jalan kaki sampai berkilo-kilo meter untuk bisa menikmati tujuan impiannya itu.
Di banyak kota di dunia baik di Asia, Amerika, Australia dan terutama di Eropa, atas dasar alasan keamanan, keselamatan dan pelestarian objek wisata serta aksesibilitas yang tidak memungkinkan bus lewat maka kawasan-kawasan tujuan wisata harus steril dari kendaraan besar seperti bus pariwisata yang menjadi trasportasi utama para turis yang ikut group tour. Mau nggak mau, turis harus berjalan kaki untuk menuju objek wisata tersebut.
Ingat! Tempat bus menurunkan turis belum tentu sama dengan tempat penjemputan. Dan, tempat turun naik bus belum tentu dekat dengan objek wisata. So, mau nggak mau wisatawan terkadang harus berjalan kaki berkilo meter jauhnya. Yang nggak terbiasa jalan kaki udah pasti bawaannya cemberut, menggerutu, dan bahkan sampai mau nangis segala.
Berikut adalah delapan kota di dunia, versi traveler modis, dimana wisatawan harus banyak berjalan kaki untuk bisa menikmati keindahan objek wisata utamanya.

8. Salzburg
Doe, a deer, a female deer, ray, a drop of golden sun, me, a name I call myself, far, a long, long way to run, sew, a needle pulling thread, la, a note to follow sew, tea, a drink with jam and bread, that would bring us back to do oh oh oh …”

Hasil gambar untuk mirabell garden
The Sound of Music. Sumber: gotmyreservation.com
Hayooo, inget dong film musical The Sound of Music yang legendaris itu? Ada beberapa adegan di film yang dibintangi oleh Julie Andrew ini berlokasi di kota Salzburg, kota terbesar keempat di Austria, dan salah satunya adalah di komplek Mirabell Palace, tepatnya di Mirabell Garden. Di taman cantik ini lah adegan saat Maria dan anak-anak Von Trapp bernyanyi ‘Do-Re-Mi’ sambil berlarian dan nari-nari di sekitar air mancur dan tangga diambil.

Hasil gambar untuk mirabell garden
Mirabell Garden. Sumber: planetware.com
Mirabell Garden ini jadi salah satu tempat wajib kunjung para turis. Dari Mirabell Garden berlanjut jalan kaki ke pusat kota tua Salzburg dengan melewati sungai Salzach menuju rumah bercat kuning tempat kelahiran musisi klasik Wolfgang Amadeus Mozart, Mozart Geburtshaus. Setelah puas foto-foto di depan rumah kelahiran Mozart, biasanya kita bisa mengekplorasi area kota tua Salzburg; belanja souvenir, ngopi, foto-foto bangunan berarsitektur barok, kastil, dll. Kemudian setelah puas, kita harus kembali ke bus yang nunggu di salah satu jalan nggak jauh dari area Mirabell Garden.

Hasil gambar untuk mozart geburtshaus
Gedung kuning ~ Mozart Geburtshaus. Sumber: austria-trend.at
Jalan kaki dari Mirabelle Garden ke Mozart Geburtshaus ini Cuma 750 meter kok. Eits, inget kembalinya pun harus jalan kaki.  Jadi, total bolak-balik Cuma 1,5 km aja. Nggak jauh, kan? Tapi, masa iya sih, jauh-jauh udah sampe Salzburg cuma berkunjung ke dua tempat itu aja, explore yang lain-lain juga dong. Kotanya cantik banget, loh. Berarti siap-siap jalan kaki yang lebih paaaaaanjang lagi ya.

Hasil gambar untuk salzburg
Salzburg in Winter. Pretty, isn't it? Sumber: hihostelom
7. New York City
ini dia kota favorit saya di Amerika Serikat (AS), New York City (NYC). Sebenernya tour di AS relatif lebih mudah dibandingkan dengan di Eropa. Biasanya bus berhenti nggak jauh dari objek wisata atau tempat makan. Jadi nggak bikin kita jalan kaki mulu. Tapi ada juga kekecualian, salah satunya di NYC ini terutama di area Manhattan yang super padat, sibuk, dan macet.

Hasil gambar untuk new york pinterest
NYC. Sumber: pinterest.com
            5th avenue dan Time Square adalah dua area favorit turis termasuk turis Indonesia. Untuk masuk ke area ini bisa juga sih pake bus atau kereta bawah tanah. Tapi, kalau ngandelin bus malah bisa lama karena jalannya muter-muter dan macetnya Manhattan kadang bisa bikin gila. Kalau naik subway (kereta bawah tanah) tetep ada jalan kakinya, naik turun tangga juga dan nunggu keretanya lewat. Jadi, jalan kaki bisa jadi malah lebih cepet. Jalan kaki dari Rockefeller Center ke Time Square sekitar 1,1 km.

Hasil gambar untuk time square
Time Square. Sumber: pinterest.com
Di lower Manhattan ada beberapa objek tujuan wisatawan; Charging Bull ~ patung banteng yang bagian ‘biji’ dan idungnya sering dielus-elus oleh wisatawan katanya sebagai simbol keberuntungan; Trinity Church ~ gereja bersejarah di persimpangan Wall Street dan Broadway yang jadi salah satu setting di film National Treasure yang dibintangin Nicholas Cage; Wallstreet ~ jalan penting di distrik finansial New York tempat bursa saham terbesar dunia New York Stock Exchange dan gedung Federal Hall, tempat pelantikan George Washington sebagai Presiden AS pertama tahun 1789, berada;, dan, last but not least, Ground Zero ~ monumen peringatan berupa kolam kembar dengan pahatan nama-nama korban 9/11 yang dibangun di atas bekas twin tower World Trade Cener (WTC) yang runtuh akibat serangan teroris tanggal 9 September 2001.

Image may contain: 1 person, outdoor
Waduh! Nyundul biji banteng dia! Sumber: pribadi
Hasil gambar untuk wallstreet
New York Stock Exchange dari Gedung Federal Hall. Sumber: rodero.com
Hasil gambar untuk wallstreet
Wall St. Sumber: bisnisupdate.com
Hasil gambar untuk Trinity Church new york
Trinity Church. Sumber: bigstockphoto.com

No automatic alt text available.
Ground Zero. Sumber: pribadi
Biasanya untuk grup turis bus akan menurunkan wisatawan di sekitar Battery Park, taman yang juga tempat menurunkan wisatawan yang mau nyebrang ke Liberty Island untuk liat patung Liberty. Jalan kaki dari Battery Park - Charging Bull - Trinity Church – Wall Street – New York Stock Exchange – Federal Hall – Ground Zero hingga bertemu lagi dengan bus di belakang Trinity Church jaraknya kira-kira 1,5 km. Not bad, lah!

6. Roma
Italia adalah negara dengan kota-kota tua menakjubkan seperti Verona yang terkenal dengan kisah Romeo & Julietnya, Florence tempat kelahiran Renaissance dengan tokoh-tokoh termasyur seperti Leonardo Da Vinci dan Michael Angelo-nya, Siena yang terkenal dengan alun-alun cantiknya Piazza del Campo, Venezia yang kesohor dengan kanal-kanalnya, Milan dengan katedral dan fashionnya dan tentunya Roma sang ibukota dengan segala hal menakjubkan di dalamnya. Tapi, untuk menikmati kota-kota tersebut harus, lagi-lagi, jalan kaki.
Hasil gambar untuk roma
Roma. Sumber: anewchurch.tv
Roma adalah salah satu kota favorit saya. Saat pertamakali masuk ke kota Roma, bulu kuduk saya merinding saking takjubnya melihat bangunan-bangunan berusia ratusan bahkan ribuan tahun yang masih berdiri kokoh. Koloseum salah satu contohnya. Tempat  gladiator bertarung yang dibangun hampir dua ribu tahun yang lalu ini masih berdiri kokoh meskipun kalau kita masuk tampak banyak yang bolong-bolong karena batu-batunya banyak dicongkel untuk membangun bangunan-bangunan lebih baru disekitarnya.

Hasil gambar untuk colosseum
Koloseum. Sumber: twitcovers.com
Salah satu tempat yang cukup challenging untuk di explorasi bukan Koloseum, tapi dua landmark lain yang juga sama-sama jadi magnet wisata di kota Roma dan destinasi wajib kunjung yaitu Trevi Foutain ~ air mancur ikonik di Roma tempat ribuan turis melemparkan koin ke kolam dengan harapan akan kembali ke Roma, dan Piazza di Spagna dengan Spanish Steps-nya yang kesohor itu. Untuk turis Indonesia, kedua tempat itu wajib dikunjungin bukan aja karena keduanya adalah destinasi utama di Roma tapi juga ada dua hal yang paling dicari turis Indonesia yaitu toilet dan tempat belanja.

Hasil gambar untuk trevi fountain
Trevi Fountain. SUmber: flickr.com
Ampun deh, nyari toilet/WC di seantero Roma itu susah banget apalagi di area ini. Di sekitar Trevi Fountain ada kedai gelato (es krim ala Italia) yang ada toiletnya, tapi kalau mau ‘nebeng’ ke toiletnya harus sekalian beli gelato dong ah, dan juga banyak toko souvenir. Sementara di depan Piazza di Spagna ada sorga shopping buat turis yang hobi belanja barang branded yaitu Via Condotti. Kalau mau cari toilet di kawasan ini tinggal masuk ke McDonald aja.

Gambar terkait
Spanish Steps. Sumber: romeonsegway.com
Berapa jauhkan kita harus berjalan kaki dari turun bus kemudian ke Trevi Fountain berlanjut ke Spanish Steps hingga kembali ke bus? Ngggg, nggak jauh kok. Yaaa, paling sekitar 2 km-an.

5. Praha
Ibukota Republik Ceko ini berdiri sejak abad ke-11 sebagai ibukota Bohemia yang merupakan tempat tinggalnya para pangeran dan raja-raja Ceko, Romawi, dan Jerman. No wonder, kota ini bak negeri dongeng.
Sungai Vlatava membelah kota yang dikenal sebagai kota tercantik di Eropa ini. Di sisi barat ada komplek kastil terbesar di dunia yang juga dilindungi oleh UNESCO yaitu Prague Castle. Di sisi timur ada Old Town dengan salah satu icon kota Praha yaitu Astronimical Clock. Kedua sisi, barat dan timur, ini dihubungkan oleh beberapa jembatan dan salah satunya adalah Charles Bridge.

Hasil gambar untuk Prague castle
Prague Castle. Sumber: pragueeventery.com
Hasil gambar untuk prague old town
Old Town Praha dengan Jam Astronomi (kiri). Sumber: pingallery.deviantart.com
Charles Bridge adalah jembatan sepanjang 516 meter yang dibangun di abad ke-14. Dekorasi patung-patung bergaya barok di kiri-kanan jembatan dan menara bergaya gotik dengan atap runcing-runcing di ujung sisi timur bikin jembatan ini terlihat antik sekaligus cantik dan romantis.

Hasil gambar untuk Charles Bridge
Panorama dari Charles Bridge. Sumber: flickr.com
Saat pertama kali melintasi Charles Bridge di malam hari saya dibuat terpukau oleh panorama sekitarnya. Saya berdiri di tengah-tengah Charles Bridge. Di sebelah barat, panorama Castle Prague dengan gaya gothik dan penataan cahaya yang luar biasa bikin saya nggak berkedip. Di sisi timur, pemandangan Old Town pun nggak kalah menakjubkan. Praha ini sama cantiknya di siang atau pun malam hari. Gila! Praha bener-bener kece badaaaai!
Nah, the best way, buat menikmati Praha ini, tentunya, adalah dengan jalan kaki. Mulai dari kastil Praha di sisi barat atas lalu turun melewati jalan bebatuan, lorong-lorong bergaya abad pertengahan, kedai-kedai kopi dan makanan dengan penataan cantik, lalu menyebrangi sungai Vlatava melalui Charles Bridge kemudian memasuki Old Town hingga tiba lah di Jam Atronomi.

Untuk menikmati semua keindahan itu kita harus berjalan kaki sekitar 2,5 km. Jalan kaki yang cukup panjang tapi worthed banget!! Nggak akan berasa kalau kita jalan kaki sejauh itu kok. Aseli! Praha itu cantik. 

Hasil gambar untuk Prague
Praha. Kece kan kakakkkk? Sumber: pragueczechtravel.com

Stay stune with Traveler Modis as I'll come back with the other 4 beautiful cities in the world which will make you~walking haters~cry. Be right back!

You Might Also Like

14 komentar

  1. Tiap baca article selalu aja ada tempat yang pernah dikunjungi, kan jadi baper saya, pengen kesana lagi walau jalan kaki tapi... Tiba-tiba nga bisa diungkapkan dengan kata-kataπŸ˜…πŸ˜… #memorizing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaakh kamu mah pasti akan kembali lah. Aamiiin ;)

      Hapus
  2. Duh, keindahan praha emang menggoda dibawa jalan kaki. Apalagi sampai museum bohemia. Avenuenya keren abis! πŸ˜ƒ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuuuuu! Pengen kembali lagi pas musim gugur ;) anyway thanks sudah mampir dan meninggalkan jejak.
      Regards

      Hapus
  3. Wahhh, paling suka walking tour ... Dulu di Oz sempet ikutan walking tour pas di Syd dan Mel ... ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walking tour emang seru dan asyeeeq timmmmooooh

      Hapus
  4. Jadi inget pas ke Roma, seru tp gitu jalan kaki nya cukup banyak, untung saya penggemar jalan kaki. Btw toilet di Roma susah dicari pas ketemu antri dan mahal ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untung penggemar jalan kaki ya jadi gak gempor. Paling gempor nahan kebelet ya kakaakkkk hahaa

      Hapus
  5. Duh bagus2 destinasinya. Tapi walau harus Jalan jauh, gak apa2 kayaknya dibela-belain hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malahan di destinasi ini lebih nikmat jalan kaki. Puaaaaaaas rasanuanikmatin cantiknya kota2 ini dgn berjalan kaki.

      Hapus
  6. Paling enak dan murah meriah emang jalan kaki, ya. Bisa bebas berhenti dimana saja buat foto-foto.
    Btw, kamu kece banget sih kaka... udah kemana-mana. Nanti kalau aku mau kemana-mana tanya-tanya dirimu ya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju! #jalankaki&bebasfoto
      Anyway, feel free to ask all about traveling. Aki jawab yg tau dan cetek2 aja ;))

      Hapus
  7. Jalan kaki tuh salah satu cara biar badan tetep hangat mas..haha
    Dan kalo ke Eropa, saya mah pakai sport shoes aja biar gak pegel :D

    Nice blog!

    BalasHapus
  8. wahh kalau bagi pecinta jalan kaki sih pasti gak masalah ya.. :)

    BalasHapus

Popular Posts

Follow by Email