A Journey To The Capital City Of ‘Telor Asin’ Of The World. Part 1.

03.59



Pose dulu bentar dengan temen-temen blogger di Stasiun Cirebon sebelum lanjut ke Brebes. Hayo tebak yang mana kah traveler modis? Sumber: Fika & Fajar
Hah? Ibu kota telor asin dunia? Emang ada? Ada dong! Di Indonesia, kok, tepatnya di Brebes.
Selama ini saya cuma taunya kalau Brebes itu adalah nama salah satu tempat makan favorit saya dan temen-temen jaman SMA dulu kalau maen ke kawasan Lembang, Bandung ~ Ayam Goreng Brebes. Sampai lah akhirnya dateng ajakan traveling ke Brebes beberapa waktu lalu. Tanpa mikir panjang lagi saya iya-in ajakan itu. Baru lah setelahnya saya mikir dan bertanya-tanya.
“Eh, traveling ke Brebes? Kek gimana ya Brebes itu? Ada apaan yak di sana?” Aseli, pengetahuan saya akan Brebes itu NOL BESAR!
Saat saya kabari beberapa temen kalau saya mau jalan-jalan ke Brebes, reaksi mereka sama semua.
“Heh? Brebes? Mo ngapain lo ke sana? Mo hunting telor asin?”
Hmmmm telor asin? Emang ada apa dengan telor asin? Di Brebes banyak telor asin maksudnya? Auk ah gelap.
Tanggal 13 Januari bersama beberapa temen blogger, saya pun ke Brebes dengan naik kereta via Cirebon. Perjalanan kereta dari Gambir Jakarta ke Cirebon berdurasi 2,5 jam. Dari Cirebon kami melanjutkan perjalanan dengan naik mobil berdurasi satu jam melalui jalur pantura.
Begitu tiba di Brebes, bener aja, telur asin dimana-mana cuyyyy! Saya nggak pernah ngeliat telor asin sebanyak itu. Kemana pun saya melangkah, yang saya liat telor asin lagi telor asin lagi. Sampe 'cemilan' di warung nun jauh di pegunungan dan di tengah hutan pun, ya, telor asin. 
Rupanya Brebes itu adalah sentra penghasil telor asin, terbesar, di Indonesia. Baru tau saya. So, nggak salah dong kalau saya menjulukinya sebagai ibukota telor asin di dunia. 
Tapi, Brebes nggak cuma telor asin. Brebes punya seabrek daya tarik dan hal menarik. Dari mulai kuliner enak sampai tempat-tempat dengan pemandangan ajib! Brebes is full of surprise! Brebes itu mengejutkan.
Berikut adalah rekomendasi traveler modis ~ modal diskon modal gratis ~ untuk tempat yang bisa dikunjungi dan kegiatan yang bisa dilakukan saat traveling ke Brebes. Cekidot!

Wisata Telor Asin
Telur asin adalah signature dish dan sekaligus oleh-oleh khas Brebes. Jadi, kalau ke Brebes tapi nggak ‘nengok’ dan nggak beli telor asin mah nggak afdol namanya.
Kemaren itu saya berkunjung ke toko sekaligus tempat pembuatan telor asin HTM Jaya di Jalan Diponegoro, Brebes, milik Pak Khomarudin yang akrab dipanggil Haji Udin. Btw, Pak, nama tokonya kek nama toko bahan bangunan yak?! Heheh. Di sana, kami diajak ke tempat pembuatan telor asin untuk liat seperti apa proses pembuatannya. Keknya seru juga kalau kita bisa ikut ‘bikin’ telor asin.

The making of telor asin. Sumber: Pribadi
Anyway, kalau traveling ke negeri-negeri penghasil wine kita bisa wine tasting, nah, kalau traveling ke Brebes kita bisa ‘salted egg tasting’ alias icip-cicip telor asin.

Telor asin tasting. Btw, jangan tertipu oleh wajah ayu dan bodi langsing mereka ya. Makannya kek raksasa. #kabooor! Sumber: Qoqod Zein
Ada tiga varian yang bisa dicicipin; telor asin klasik (telor asin biasa), telor asin bakar, dan telor asin asap. Ketiganya enak-enak! Tapi jangan cuma icip-icip doang, sekalian beli dong ah! Telor asin klasik harganya Rp. 3.800 per butir. Dan, Rp. 4.200 untuk telor asin bakar dan asap. Yang mentah juga ada. Harganya Rp. 3.500/butir. Karena telor asin mentah masih dibalut abu maka kalau mau disantap tinggal bersihin abunya selanjutnya rebus sekitar 10-15 menit lalu hap, dilahap deh! Nom nom nom.

Telur vs telor. Sumber: Qoqod Zein

Wisata Kuliner
Buat food enthusiast, wajib coba sate kambing muda yang berderet sepanjang jalur pantura. Pilihan kami adalah Warung Sate Kambing Ibu Sri di Jl. A. yani, Brebes. Sate kambing mudanya enak banget. Nggak ada bau khas kambing, dagingnya empuk, saos kacangnya yummy dan ada rasa pedesnya. Harganya ekonomis. Seporsi lima tusuk sate, harganya 22 ribu rupiah. Saking enaknya saya sampe ngabisin tiga porsi. Bukannya maruk! Cuma nggak tega aja ngeliat sate ‘nganggur’ nggak disentuh temen-temen yang nggak tau kekenyangan atau malu-malu. Sementara temen yang satu ini malah malu-maluin. Hehehe. Sop kambingnya juga enak. Cuma 15 ribu perak. Tadinya pengen nambah seporsi lagi tapi apa kata yang lain kalau saya nambah sop, sate aja udah saya sikat ampe tiga porsi. Laper ape kelaperaaaan?

Yang muda-muda itu emang enak. Sate kambing muda, maksudnya. Sumber: Pribadi
Satu lagi yang khas di Brebes adalah Blengong, sejenis unggas peranakan antara bebek dan entog. Ada blengong goreng, bakar dan yang juara mah satenya. Saya nyobain blengong bakar di salah satu warung. Enak! Cuma masih penasaran sama sate blengongnya. Katanya ada satu warung sate blengong legendaris di Brebes yakni Pondok Kupat Sate Blengong Bapak Kasturi Rajak di perempatan Islamic Center menuju Pasar Batang. Kalau nanti ke Brebes lagi, saya harus nyobain sate blengongnya.

Hasil gambar untuk sate blengong khas brebes
Sumber: travel.kompas.com
Tapi, kata temen saya, kalau makan sate blengong nggak boleh sambil bengong. Nanti kemasukan sundel bolong. “… satenya 200 tusuk Bang”. Krik krik krik. Ps: yang nggak ngerti joke ini silahkan Tanya tante & omnya ya.

Wisata Bawang Merah
Selain telor asin, bawang merah juga jadi komoditas khas dan andalan brebes. Tanahnya yang subur ditambah lagi ada faktor angin kumbang ~ angin dingin menusuk tulang yang bertiup dari gunung Kumbang di bulan juli-agustus yang  kabarnya jadi salah satu faktor penentu tumbuh suburnya bawang merah di periode tersebut. Dan, biasanya di penghujung musim angin kumbang ini ada panen raya bawang.

Sumber: Pribadi
Bagian yang saya suka dari wisata bawang merah ini adalah waktu ‘nyemplung’ ke sawah untuk nanem bawang bareng sama para petani. Diawali dengan berjalan kaki melewati perkampungan petani dimana warga menyambut kedatangan kami dengan senyum dan keramah tamahan yang tulus, kami pun bisa liat deretan bawang merah di halaman rumah warga, kemudian jalan kaki beriringan di pematang sawah hingga nyemplung ke sawah dan belepotan lumpur.

Sumber: Bang Surya
Biasanya kaum pria mencangkul tanah, kaum perempuannya nanem bawang. Meskipun nggak haram juga hukumnya para lelaki ikut nanem bawang. Cuma kenapa ibu-ibu yang nanem karena katanya mereka lebih telaten dan sabar. Lagian kalau ibu-ibunya disuruh macul kesian tar tabungan abis dipake 'meni pedi' tiap hari.
Saya termasuk yang ikut nanam bawang merah hingga nyiram kebun. Sementara anak-anak kecil dan beberapa warga setempat asyik berceloteh dan nontonin kami yang belepotan lumpur. Ish, seharusnya saya ciprat-cipratin mereka dengan air sawah. Biar makin seru! Hahaha. #jail

Sumpah! Jail banget ekspresinya! Eeeeee, Si Eneng ilang kepalanye! Sumber: Bang Surya

Wisata Mangrove
Brebes juga punya area konservasi tanaman bakau yaitu kampung ekologi mangrove Dukuh Pandansari Desa Kaliwlingi yang berjarak sekitar 10 km dari kota Brebes.

Selamat datang di Kampung Ekologi Mangrove, Pandasari. Instagram: @Mangrovesari. Sumber: Pribadi
         Dulunya kawasan ini adalah kawasan hutan mangrove yang sangat hijau namun ketika tambak udang galah jadi primadona, hutan mangrove dibabat dan dirubah jadi kawasan tambak. Peralihan kawasan dari hutan mangrove ke pertambakan berdampak terhadap perubahan lingkungan. Abrasi mulai melanda kawasan ini sejak tahun 80-an. Akibatnya kurang lebih 850 hektar tambak milik warga hilang tergerus air laut.
Di tahun 2007, baru lah muncul seorang tokoh pemuda, Mashadi, dengan dibantu oleh Pak Rusjan, Mantan Kepala Desa, yang bertekad untuk mengembalikan kondisi lingkungan dengan cara menanam kembali mangrove di kawasan tersebut. Tapi ide tersebut sempat ditolak mentah-mentah oleh warga dan bahkan mereka menganggap kalau Mashadi itu gila. Meskipun akhirnya warga luluh dan bahu membahu menanam kembali mangrove.
Kini, setelah sepuluh tahun berlalu, hampir tiga juta pohon mangrove berhasil ditanam di kawasan seluas kurang lebih 200 hektar ini. Beberapa kawasan sudah menghijau tertutup lebatnya hutan mangrove. Seiring dengan tumbuhnya mangrove, beragam jenis fauna pun berdatangan. Nelayan nggak kekurangan lagi ikan. Kawasan ini pun jadi salah satu yang disinggahi migrasi beragam jenis ikan dan burung. Roda perkonomian pun semakin bergeliat.
Kawasan ini saat ini udah jadi salah satu destinasi wisata andalan di Brebes. Dari mulai wisata edukasi, penelitian mangrove, bird watching, hingga wisata kuliner bisa dilakukan di sini.

Berperahu menuju hutan mangrove. Sumber: Pribadi
Cobalah berperahu hingga Pulau Pasir, lalu tracking di hutan mangrove, kemudian nikmati indahnya saat-saat matahari terbit, dan, setelah capek dengan semua kegiatan itu mampir lah ke Warung Makan “Cemara Bondan” (telp 097739364479). Kepiting saos tiram dan teh daun jeruknya juara kakakkk!

Kepiting saos tiramnya kakakkkkk! Slurrrrp! Endeees! Sumber: Pribadi

Gimana? Brebes seru, kaaan? Masih banyak lagi loh keseruan di Brebes yang traveler mungkin nggak pernah bayangin sebelumnya. Mau tau tempat-tempat menarik lainnya di Brebes? Jangan kemana-mana. Traveler modis akan segera kembali dengan “A Journey To The Capital Of “Telor Asin” Of The World Part 2”. Stay tune!

You Might Also Like

16 komentar

  1. kaka pliisss dong jgn buka kartu kalo makan nya kaya raksasa. Tar jodohnya malah kabur #huft

    BalasHapus
  2. Hihihihi tapi kan raksasanya cantikkk ... Jodohnya gak akan kemana kok.

    BalasHapus
  3. Lengkap dan menariik waach catet akhhh . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Catet lali capcus ke brebes bun hihihi

      Hapus
  4. A idfi ... Seruuu .. Yg lokal ditambahin reviewnya yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siaaaaap! Makasih udah mampir dan komen yaaa

      Hapus
  5. wakakakakakakkakkakak.
    bena sampe lupa mau komentar apaaan gegara inget sate kambing 20 tusuk :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu lah sang perempuan berselera makan raksasa lol

      Hapus
  6. Itu telor asinnya, bukannya kita diskon ya ? hihihi..

    BalasHapus
  7. Ka Idfi...muka lo yang pas nyiram bawang ngeselin banget hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihihihi ... Ngeselin tapi ngangenin khaaaaan??? Lol

      Hapus
  8. Duh belum kesampean makan date blengong. Fun trip indeed

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita cari sate blengong yuk ip di jakarta? Sugan nimu hihihi

      Hapus
  9. Telor asin bakar favorit banget, tiap lewat brebes selalu beli dan itu minyal di dalam kuning telur nya meleleh banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. O mai goooot ada cumilebai mampir dan komen .... Aaaaah #pengsan
      Anyway, iyak telor asin bakar juwaraaah ;)
      Makasih yaaa udah mampir dan komen.
      Saatnya sayah meluncur ke tempatmuuuuh ;)

      Hapus

Popular Posts

Follow by Email