Fakir WI-FI. Turis Indonesia (Banget). Part 3.

03.02

Hasil gambar untuk people vs cell phones today
Sumber gambar: healingpsychotherapyga.com

Ini dia salah satu ‘idola’ turis kita saat traveling ke luar negeri, FREE WI-FI. Saat baru tiba di bandara, baru nyampe lobi hotel, baru masuk ke restoran, baru masuk pusat perbelanjaan, baru masuk warung kopi bahkan baru masuk bus aja, pertanyaan pertama yang sering dilontarakan oleh peserta tour saya selain “Toiletnya mana?”, “Hari ini ada belanja nggak?” adalah “Ada waifai nggak?”
Begitu wifi-nya on, mendadak hening. Persis seperti orang lagi mengheningkan cipta atau berdoa. Semua tampak ‘khusyu’ menunduk dengan tangan menengadah dan handphone (hp) di telapak tangan. Jari-jemari lah yang sibuk bergerak.


Ihiiiy! jalannya khusyu semua! #nunduk. Sumber gambar: www.weirdnutdaily.com
Tour Leader (TL) atau Tour Guide (TG) mau ngomong apa pun, dicuekin. Kalau udah begini, biasanya saya suka nyindir.
“Waaaa ... Alhamdulillah. Nggak nyangka peserta saya kali ini sangat shaleh dan shalehah ya? Semuanya khusyu berdoa. Jangan lupa doain saya supaya cepet dapet jodoh, ya?!”
Kalau saya udah sepet begitu, paling mereka terkekeh-kekeh atau nyengir doang. Abis gitu, nunduk lagi dan ngelanjutin update status, upload foto, chatting, video call-an atau maen pokemon Go. Huff!
Kehadiran teknologi wi-fi, internet dan smart phone yang semakin canggih nggak bisa dipungkiri sangat membantu dan mempermudah komunikasi, arus informasi, dan berbagai akses berbasis aplikasi menarik lainnya. Nggak ada yang salah dengan punya hp canggih, nggak ada yang salah dengan memanfaatkan akses wifi gratis. Banyak juga kok yang emang bisa kerja dan terbantu menangani hal-hal penting di saat traveling berkat kehadiran teknologi wi-fi bersama dengan akses internet dan hp yang mumpuni. Tapi, saya juga ngerasa kehadiran teknologi ini, pada konteks traveling dalam grup, bisa bikin geregetan.
When it is too much, there will be so many things to pass up. Banyak turis yang sibuk dengan hp daripada merhatiin penjelasan penting pemandunya. Banyak yang tekun berselancar di social media daripada mengamati objek di perjalananya, dan banyak nikmatin chatting di social messenger daripada berinteraksi dengan pemandunya atau bahkan dengan sesama peserta tur. Sayangnya, ini lah yang sering terjadi dengan turis Indonesia. Nih, berikut saya kasih tau apa yang terjadi akibat terlalu fokus sama hp saat traveling.

Ketinggalan Informasi
Sering kali saat TL dan TG lagi berkoar-koar jelasin hal penting, misalnya, lagi nentuin jam kumpul setelah shopping,”Bapak Ibu nanti kita kumpul lagi jam tiga sore ya!”
Tapi, karena pesertanya malah asyik dengan gadget masing-masing jadinya info itu nggak nyampe dong karena pesertanya lebih fokus ke hp. Dan, biasanya beberapa detik/menit kemudian paling ada yang nanya.
“Nanti kumpulnya jam berapa? Dimana ya?”
Hadeuh! Itu kuping kemasukan gudek apa yak, ampe bisa budek gitu?

Telat
Sering juga, ketika saatnya harus pergi ninggalin satu tempat; hotel, restoran, pusat perbelanjaan, atau tempat dimana pun yang ada akses wi-fi gratisnya tapi, karena banyak yang masih mager (males gerak)  karena wi-fi, berangkat pun jadi telat.
Misalnya, pas lagi waktunya harus berangkat dari hotel untuk mulai city tour, bus udah stand by di depan lobi, beberapa peserta udah ada di bus tapi bus nggak jalan-jalan karena beberapa peserta masih “terperangkap” jeratan wi-fi hotel. Ada yang masih di dalam lobi, ada yang berdiri pas di pintu keluar lobi, ada yang jalan kaki pelan kek siput, ada yang berdiri di deket pintu bus tapi nggak bergerak-bergerak. Semua kompak, nunduk. Ada pula peserta cewek berdiri mematung dengan kepala nunduk dan rambut panjangnya menjuntai nutupin muka. Sementara tangannya sibuk mainin hp. Persis banget sama SADAKO lagi maen hp. Sadako itu salah satu tokoh film horror Jepang ‘The Ring’ yang sempet ngehits di pertengahan tahun 2000-an.

Sadako ala-ala lagi maen hp. sumber poto dari lifehacker.co.au
Gustiiiiii! Kenapa turis gue kek begini? Tapi ya gitu deh, ketika TL kalah kece dari wi-fi, TL nya harus sabaaaaaaar!
Padahal kalau mulai perjalanan telat so pasti kesana-sananya telat. Giliran ada kunjungan di objek wisata atau tempat belanjanya “didiskon” gara-gara mereka yang telat, lah yang disalahin malah gue!

Kejeduk
Begini nih kalau turis ‘generasi menunduk’ yang dimana pun kapan pun rajin menunduk dan nggak bisa lepas dari hp-nya. Lagi jalan kaki di tengah keramaian, tau-tau “DUKKK”, kejeduk tiang. Kek di film-film komedi gitu. Atau, nyenggol orang. Yang disenggol mau marah, sementara yang nyenggol cuek bebek ngelanjutin jalan sambil nunduk dan tetep maen hp.
            Ada pula ibu-ibu yang saking asyiknya maenin hp, tau-tau kesandung dan jatuh. Ish, kalau yang jatuhnya cantik, single, shalehah, ramah dan senyumnya kece sih inshaallah abang rela nolong. Ngurut juga rela kok. Nah, kalau yang jatohnya emak-emak bersasak kek umbul-umbul kawinan, galak, jutek pula, ya, abang mikir-mikir dulu.

Kehilangan Jejak
Jangan ditanya berapa kali kehilangan turis saat mimping rombongan ke mancanegara. Sering banget! Tapi Alhamdulillah sih so far selalu bisa ketemu lagi.
Pernah, nih, saat mimpin grup ke Jepang sekitar pertengahan tahun 2015, ada salah seorang peserta, ibu-ibu berusia 40 taunan yang dimanapun kemanapun selalu main hp dan juga pelupa akut. Ibu ini ada aja barangnya yang ketinggalan.
Saat itu, kami semua lagi jalan kaki menuju restoran yang ada di kawasan Shibuya nggak jauh dari scramble cross. Scramble cross ini adalah sebutan untuk kawasan persimpangan tersibuk di kawasan Shibuya dimana, saat lampu merah, ratusan orang nyebrang ke berbagai arah berbeda dalam waktu cuma satu atau dua menit. Sebaliknya, begitu lampu berwarna hijau, nggak ada satu pun orang yang berani nyebrang. Suasana keramaian, hiruk pikuk, kekacauan dan sekaligus tertibnya penyebrang jalan di scramble cross ini sangat menarik sekaligus bikin pusing. Oh iya, anjing legendaris Hatchiko yang terkenal dengan kesetiaannya juga berasal dari sini. Patungnya ada di salah salah satu sudut yang ramai oleh turis yang pengen berfoto. Scramble cross di Shibuya ini juga sering banget muncul di film-film box office Hollywood seperti Lost in Translation, The Fast and the Furious: Tokyo Drift, Resident Evil: After life and Retribution dan banyak lagi. Di sini lah si ibu rempong ngilang.
Saya bolak-balik nyari kemana nyangkutnya si ibu. Untung saya pake baju warna oranye genjreng dan bawa senjata andelan TL yaitu flag pole alias tiang bendera dengan bendera bertuliskan nama travel agent. Saking putus asanya nyari si ibu, saya sampe pasrah. Kalau musti ilang, ya, udah lah ilang aja, pikir saya waktu itu. Sambil harap-harap cemas, daripada nyari nggak jelas kemana arahnya,  saya berdiri mematung, persis orang-orangan sawah, di tempat paling strategis yaitu di samping traffic light. Biarin aja si ibu yang nyari saya. Siapa suruh ngilang. Saya nggak tau nomor LINE dan WA-nya. Ditelpon juga nggak diangkat.  
Tau-tau, setelah nunggu sepuluh menit, ada orang teriak histeris, ”MASSSS IDFIIIIIIIIIIIII!” Kenceng banget! Akhirnya si ibu nongol juga dengan muka pucat, panik, nyaris mewek tapi sekaligus lega. Sejak saat itu si ibu nggak pernah sibuk dengan hp saat saya jelasin ini itu atau saat jalan kaki dari ke sebuah tempat. Kapok dia.


Noh! nyari orang di tempat kek beginian, mo pengsan gak sih? Sumber video: koleksi prbadi


-------------------------------------------------------------------------------------------------------

So, moral of the story, jangan sok sibuk dengan hp saat lagi ada orang jelasin atau lagi jalan kaki. Sibuk maen hp, sesat di jalan. Mending kalau tersesat terus ketemu jodoh, nah ini gimana kalau ketemu maniak, gimana kalau sampai ketabrak mobil, atau dirampok, diculik, terus organ tubuhnya dicongkel, hayoooo gimanaaaa?!
Atau, gara-gara terlalu fokus sama hp, lalu kehilangan momen penting, atau ngelewatin momen ketemu cowok ganteng atau cewek kece. Padahal, siapa tau mereka itu jodohmu. Eaaaaaaaaa!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Coming up next! Tips berinternetan ria saat traveling dan apalagi ya kira-kira yang turis Indoensia banget?! Stay tune! Ditunggu komen dan like-nya kakak! Boleh juga share di socmed-nya. Terimakasih.

You Might Also Like

58 komentar

  1. Sama nih kayak di Kolombia. Memutuskan gak pakai nomer Kolombia jadi ketergantungan sama wifi kalau sehari hari. Tapi justru pas traveling jarang banget dapet wifi. Haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serius ga pake nomor lokal? Tapi kadang lebih enak bebas lepas tanpa gadget dan teknologi wifi. Coba sketching rid!

      Hapus
  2. Pusing juga kalo ilang di negeri orang, apalagi ngilangin orang. Eh tapi salah dia sendiri sih ya sibuk hp-an aja. Saya kalo traveling jarang maen hp sih. Lah udah nabung2 biar bisa traveling, masa cuma nunduk doang. Tauan di rumah aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaak ... traveling cuma buat maen hp doang, rugi yaak? Cuma buat yg narsisnya tingkat tinggi, gak afdol keknya kalo ga cek komen, berapa like dan sejenisnya di path, dll. Ya kan? Hihihi

      Hapus
  3. Ya ampun ternyata ngga di sini ngga di sono.. dimana-mana wajah dunia sudah berubah yaa...

    BalasHapus
  4. aku kalau travelling butuh banget wifi sih, buat ngecek peta :|

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. terimakasih mba Tati udah mampir dan komen :)

      Hapus
  6. Numpang Promosi Gan,, Wisata Pulau Seribu ..http://pulauseribu-neftour.com/

    BalasHapus
  7. Hahaha, lucu banget kaaa, semangat bikin blog dengan konten yang kreatif dan lucu ya kaa !! Bikin semenarik mungkin !! Suka banget deh sama blog blog kaka

    BalasHapus
    Balasan
    1. hei maksih daniel udah mampir dan komen :)

      Hapus
  8. benar banget, zaman sekarang banyak banget orang yang sibuk sama hp-nya tanpa merhatiin jalan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. saking asyiknya maenin hape sampe ga nyadar sama tiang listrik, tau2 kejeduk. Ga sadar sama lubamg di trotoar, tau2 keperosok dll.
      Tapi ya sekarang emamg eranya generasi 'menunduk' :)

      Hapus
  9. Kadang berbahaya kalau terlalu terpaku ke gadget. Pernah ada yang kepleset di tangga setelah turun KRL, kasihan lihatnya, pasti kesakitan banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah akibat dari terlalu fokus ke gadget

      Hapus
  10. Klo lagi pada kopdar banyak juga yang fakir wifi .... He...he....

    BalasHapus
  11. hihihiihi seru seru ceritanyaaa!

    Tapi tapi aku ga pernah fakir wifi kakak :)

    Membiasakan diri kalau mampu liburan harus mampu juga buka kuota data provider nomer seluler :p *sombong*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asal jangan setiap saat setiap waktu nunduk maen hp mulu yaaaa :)

      Hapus
  12. Issshh penting itu maaass. Demi eksistensi di jagat per-sosmed-an. *kibasjilbab

    Etapi, meskipun nunduk terus mantengin hp, klo ada cowo kece, aku pasti lgsg ngeh kok. Radar aku lgsg bunyi "cowo kece... cowo kece...". Wkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. kemudian cowok kecenya ternyata akooooh eaaaaaaaa

      Hapus
  13. Amiiinnn semoga cepet dapat jodoh...ini lebih penting daripada ibu2 yang hilang di jepang itu kak.

    #SalahFokus

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahah amiiiiin .. #cptdptjodoh

      Hapus
  14. Aku pakai wifi biasanya cuma kalau di hotel sebelum berangkat. Mastiin rute perjalanan & kendaraan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bageoooooos. sukak traveler seperti ini!

      Hapus
  15. Haha.. Main HP Saat jelasin bakal sesat di jalan. Ternyata itu jadi kenyataan. Generasi nunduk semua yaaa... Hahah mesti aware sih ya kalo lagi ada tour gitu. Jangan Sok sibuk sendiri. Hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. meskipun udah dijelasin tetep aja nunduk ... kalo gak maen hp ya molooooor LOL

      Hapus
  16. OMG lucu banget siy akibat terlalu fokus sama hp saat travelling emang gak banget apalgi bisa kehilangan jejak, ya semoga ini bisa jadi reminder saya juga jangan main hp terus hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. kehilangan jejak, lalu kehilangan duit dan lalu ilang paspor lalu ketinggalan pesawat .. waaaa pernah kejadian tuuuh

      Hapus
  17. Akh sayang banget kalau buatku traveling full main hp sepanjang jalan. Kecuali mmg ada hal yang penting. Urusan eksis ada waktunya. Menikmati tiap pemandangan adalah hal yang tidak boleh terlewatkan. Jangan sampe deh ketinggalan rombongan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sayang banget ngabisin waktu maen hp pas traveling. Sayang banget ngelewatin banyak moment keceeeeh dna org2 keceh gegara nunduk terussss #maenhp

      Hapus
  18. Kalau lagi travelling, biasa udah siapin kuota data sendiri sih, jaga2 kalau gak ketemu wifi hehehehe
    Ngeri2 sedap kalau sampai hilang di negara orang hanya krn keasyikan mainan hp

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngeri-ngeri sedap ... hahahha ...

      Hapus
    2. ngeri-ngeri sedap ... hahahha ...

      Hapus
  19. SUNGGUH POSTINGAN YANG MENCERAHKAN JELANG AKHIR MINGGU!
    Aku kebayang mukanya si ibu, hahahhahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaah soalnya pas posting pas matahari lagi terang benderang #postinganmencerahkan

      Hapus
  20. Ya ampuuun ngakaakk paraaah
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
    Balasan
    1. ati2 ngakaknya jangan depan org ... tar diaangka gilak kakakkkkk! LOl

      Hapus
  21. selalu, baca blog nya kang idfi berasa lagi didongengin deh.. mana kocak banget lagi hahahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih loh udah baca "dongeng" akoooh :) Get ready for another hillarious dongeng yaaaks heheh

      Hapus
  22. weleh... yang ngretongan emang menggoda. Ternyata oh ternyata...kalah cakep TL-nya sama free waifai buat turis Indonesia, xixixi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah nasib neh ... TL kaleh ketjeh dari wifi LOL

      Hapus
  23. Ternyata fakir wifi bukan di luar saja. Jadi keingetan abang di luar suka susah dihubungi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dimana-mana itu maaaah #fakirwifi eh eh si abang emang dimana?

      Hapus
  24. Setuju kak Idfi, wifi ini emang dua sisi banget. Sebagai class guide/leader (maksudnya guru di kelas), maen hape ini emang beneran bikin gemes. Udah cuap-cuap jelasin panjang lebar tinggi tentang tenses (apalagi kalau tenses-nya pas yang susye), eeeh kadang ada murid yang curi-curi main hape. Giliran latihan dia gak bisa jawab. Hadeeeh... Kalau di kelas, hape aku banned kak.

    Mungkin harus di-banned juga kali kak kalau pas lagi travelling sama TL/TG.

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh serius di kelas bisa maen hape? Kenapa ga dikolek aja hapenya saat pelajaran? Simpen semua di depan kelas lalu bisa diambil setelah beres mata pelajaran.

      Hapus
  25. Selalu ngakak baca cerita mas idfi, apalgi pas ibu2 yg ikang di Jepang tadi, mau ilang kek mau ketemu kek pasrah aja. Kebayang dia bingung nyari2 mening kalo bisa bhasa Jepang, kalo enggak, kan gak semua busa pake bhs inggris dijepang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ish sayah tuh pasrah- pasrah gerah gemes hahahha

      Hapus
  26. Senangnya bisa jalan-jalan ke banyak tempat. Ternyata kebiasaan saya yg menikmati momen dan lupa sama HP itu masih jadi kebiasaan baik. Krn bbrp kali teman saya ada yg komplain kalau saya susah dihubungi. Xixixi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo lagi traveling sayang banget ngabisin waktu hanya dgn maen hape.

      Hapus
  27. kudu nyuruh anak2 gw baca postingan mas Idfi ini deh, soalnya kalo emaknya yg ngomong yaa gitu dehhh ;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha emangnya kalo emaknye yg ngomong kenapah gituh?

      Hapus
  28. Hahaha.. Kebayang.. kebayang.. jangankan mas idfi.. saya aja dengan beberapa teman waktu mau ke Hachiko aja kepisah pisah tuh di perempatan ganas itu wkwkwk.. untung kita dah janjian.. apapun yg terjadi, ketemuan didekat Hachiko dan jangan kmana2 smpe semua orang lengkap (saya cuman berempat klo ga salah) gimana ngebayangin mas idfi repot minta ampun yaa bawa rombongan wkwkwkwk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaak ... kalo janjian sebelumnya sih enak tapi ini gak pake janjian ilang pulak dan musti nyari yaaak ... duhhhh gemesssss sekaligus lemees

      Hapus
    2. iyaaak ... kalo janjian sebelumnya sih enak tapi ini gak pake janjian ilang pulak dan musti nyari yaaak ... duhhhh gemesssss sekaligus lemees

      Hapus

Popular Posts

Follow by Email