Bertekad Traveling? Nekad Aja Darling!

21.00


Take it or leave it

  

S

atu hari di bulan Juli tahun 2010, saat lagi bengang-bengong nikmatin jadi pengacara ~ pengangguran banyak acara, saya dikagetkan oleh dering handphone. Ternyata adik kelas kuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB) yang nelpon. Namanya Erni Metalia yang penampilannya nggak semetal namanya. Meta, nama panggilannya, kerja di salah satu kantor perjalanan wisata terbesar di Indonesia yaitu Golden Rama Tour.

Meta: “Idfi, lagi sibuk apah?”

Saya: “Nggak sibuk apa-apa, Meta. Kenapa gituh?”

Meta: “Mau coba jadi Tour Leader nggak?”

Saya: “MAUUUUU!”

Meta: “Udah pernah ke Korea?”

Saya: “Belum pernah.”

Meta: “Tapi kalau gue tawarin bawa group ke Korea, berani nggak lo?”

Saya: “BERANIIIII!” Ditawarin kawin sama cewek Korea juga berani kakak! Eaaaaaa!
              Begitu Meta tutup telpon, saya teriak ‘YES YES YES’ sambil loncat-loncat kayak pocong kesurupan (eh pocong kesurupan? Manusia ajah kalau kesurupan udah nyeremin apalagi pocong, ya?). Maklum lah, saat itu belum ada kerjaan. Jadi, dapat tawaran dari Meta di saat jadi pengangguran itu rasanya luarrrrrrrrr biasa.

 Antara seneng dan nggak percaya akhirnya bisa mewujudkan salah satu impian terbesar dalam hidup yaitu traveling gratis keliling dunia sebagai TL. Jadi TL ini cita-cita saya sejak jaman kuliah dulu. Sejujurnya tawaran dari Meta ini bikin deg-degan karena saat dapat tawaran itu saya sama sekali belum ada pengalaman jadi TL dan mana pernah pula ke Korea. Blank!

Nekad! Ya, itulah ‘kunci’ saya untuk jadi TL. Kalau nggak nekad dan nggak bilang ‘berani’ ke Meta waktu itu mungkin saya nggak punya kesempatan jadi TL dan nggak bisa keliling dunia gratis, dibayar pula.

Meskipun akhirnya nggak jadi ke Korea karena dua minggu sebelum berangkat baru ketauan kalau masa berlaku paspor saya waktu itu kurang dari enam bulan sehingga saya harus bikin paspor baru, sementara tanggal keberangkatan udah mepet. Saya pun nggak punya cukup waktu untuk bikin visa Korea. Akhirnya, diputuskan kalau saya berangkat ke negara yang nggak usah pake visa yaitu Hongkong dan Macau.

Sekali lagi Meta nanya,”Udah pernah ke Hongkong atau Macau?” Saya jawab,”Belum pernah!”

Terus Meta nantangin apakah saya berani mimpin rombongan tour ke Hongkong dan Macau. Tanpa mikir panjang, saya jawab dengan optimis dan percaya diri (pede),”BERANI!”

Barulah setelah itu saya mikir. Kek gimana ya kerjaan jadi TL? Gimana kalo pesertanya ilang? Gimana kalau pesertanya galak? Gimana kalau pesertanya gigit? Lah, gue ini mau jadi TL apa pawang uler ya? Akh, sudahlah. Berani memulai, ya harus berani jalanin.

Supaya pede di pengalaman pertama sebagai TL ini, mau nggak mau saya harus membekali diri dengan ilmu. Meskipun secara teori saya pernah mempelajarinya waktu kuliah dulu tapi karena kuliahnya jaman jebot alias udah lama banget jadi malah banyak lupanya daripada ingetnya.

Almarhum Arief lah, yang juga adik kelas di STPB, yang berjasa banget ngajarin saya dengan detail segala sesuatu berkaitan dengan profesi TL. Dia juga lah yang mau ngorbanin waktu sepulang kerja, berbagi tips dan trik traveling ke Hongkong dan Macau. Alhamdulillah, pengalaman pertama saya ke Hongkong dan Macau berjalan dengan lancar.

Sebenernya, jauh sebelum saya dapat tawaran dari Meta ini, Arief udah sering manas-manasin saya dengan profesi TL ini.

Di tahun 2005-2007, waktu kami gabung di sebuah klub kebugaran yang sama di Jakarta, si Arief kadang ngilang berhari-hari. Begitu nongol lagi, saya pasti nanya abis dari mana. Kadang dia jawab ke Jepang lah, ke Australia lah, ke New Zealand lah, ke Eropa lah. Ihhhhhh, sumpah bikin sirik!

Waktu itu Arief kerja di sebuah Tours and Travel Agency di bagian tour operasional. Sebagai staf di kantor perjalan wisata, traveling mimpin rombongan tour sebagai TL emang udah jadi bagian dari perkerjaannya. Sementara saya masih ajah nguber-nguber kesempatan jadi artis.

Dan di tahun 2010, rupanya Arief cerita ke Meta kalau saya itu pengen banget jadi TL dan siapa tau Meta dan kantor tempat dia kerja mau ngasih kesempatan saya buat jadi TL. Perjalanan saya sebagai TL pun dimulai sejak tahun 2010 berkat Arief dan juga Meta. Waktu itu saya dan Arief punya keinginan untuk tandem sebagai TL suatu hari.

Tapi, Tuhan punya rencana lain. Tahun 2012, Arief yang ramah dan jenaka meninggal karena tumor di usia yang masih muda, 34 tahun. Sementara Meta sampai saat ini masih melanjutkan karirnya di perusahaan perjalanan wisata.  Thank you so much guys! Gue nggak tau gimana bales jasa kalian.

                                                       ȹȹȹ



Di tahun 2012 Saya mulai ngelebarin sayap dengan coba-coba nekad pergi door to door ke berbagai agen perjalanan wisata di Jakarta dengan pengalaman sebagai TL yang masih seiiprit. Berusaha kenalan dengan para Tour Manager.

Saat berkenalan, sambil ngeluarin jurus senyuman maut, saya biasanya bilang, “Halo, saya Idfi Pancani, saya TL ABG, Angkatan Baru Gabung. Pengalaman saya sebagai TL masih seiprit. Baru ke Korea, Hongkong, Macau, dan Turki. Tapi saya pernah bergabung dengan misi kebudayaan ke enam negara di Eropa dan juga pernah dapat beasiswa selama tiga bulan belajar bahasa dan budaya Italia di kota Siena, Italia. Setidaknya saya tau mengenai bahasa dan budaya di Italia. Saya juga bisa nyanyi, loh, dan berprofesi sebagai MC. Jika perusahaan perjalanan anda membutuhkan TL dengan karakter seperti saya, ini CV (Curriculum Vitae atau riwayat hidup) dan kartu nama saya. Terimakasih.”

Panjang yaaaaa. J

Ada yang kasih respon dengan terbuka dan ramah tapi ada juga yang menolak dengan halus dan ada juga yang memandang remeh. Ya, gini lah resiko jadi anak kemaren sore di profesi ini. Tapi, nggak apa lah yang penting usaha. Buang gengsi, hilangkan rasa minder, dan nekad ajah. No Pain No Gain.

Beres muter-muter kayak tukang obat keliling ke belasan travel agent di ibukota, nggak serta merta langsung dapet kerjaan, loh. Setelah dua-tiga bulan akhirnya ada juga yang respon. Itupun cuma ada dua travel agent yang kasih jawaban dan ajakan kerjasama, Pacto Tour dan Panorama Tour. Pacto Tour ngajak saya untuk dampingin rombongan tour ke Bali, sementara Panorama Tour minta saya mimpin rombongan ke Korea. Ihhhh, akhirnya ada juga yang ngasih kesempatan dan bukain jalan buat eksis jadi TL. Alhamdulillah, rejeki anak soleh!

Hongkong, Macau, Bali, Korea jadi batu loncatan saya untuk berkiprah di per-TL-an ini dan akhirnya pelan tapi pasti, di tahun 2012, saya menjelajah hingga benua Eropa. Di tahun 2013 saya dapat kesempatan traveling ke benua Amerika. Saya pun menginjakkan kaki di Benua Afrika di tahun 2014. Dan di tahun 2015, akhirnya bisa juga ke Benua Australia. Yayyyy!

                                                     ȹȹȹ

Sejak tahun 2012, hampir setiap bulan saya bisa traveling mengunjungi berbagai daerah di Indonesia dan berbagai negara, mimpin rombongan saudara setanah air. Ada beragam karakter manusia yang saya temui. Ada yang pemarah, ada yang ramah, ada yang manis, ada yang bengis, ada yang kocak, ada yang tukang mencak-mencak. Komplit dah!

Tapi, apapun rintangan, tantangan dan hambatan yang harus ditempuh dalam menjalani profesi TL ini, tetep aja profesi TL adalah profesi yang enak banget. Salah satu alasan paling mendasar kenapa jadi TL itu enak, adalah, nggak perlu terjebak setiap hari di kemacatan Jakarta yang bisa bikin stres dan gila. Saya harus acungi jempol buat penduduk Jakarta yang tahan berjibaku dengan kemacetan ibukota setiap harinya. Ada yang bilang pasrah aja, sih, wong milih hidup dan cari duit di Jakarta. Tapi kalau saya terus terang nggak sanggup. Makanya bersyukur banget berprofesi sebagai TL.

Jadi TL berarti traveling dan terbang kesana kemari. Bisa ngerasain hal-hal yang berbeda. Pas lagi pengen nikmatin pantai, tiba-tiba ada yang nawarin jalan ke Bali. Pas pengen banget liat pemandangan gunung salju, tau-tau ada yang nawarin dampingin orang ke Swiss atau ke New Zealand. Pas kangen dengan adek dan ponakan yang tinggal di New York, kayak doa yang terkabul, tau-tau ada travel agent yang minta mimpin rombongannya traveling ke Amerika. Pas ngidam sama sushi dan sashimi, tau-tau ada yang ngajakin ke Jepang. Pas pengen liat arsitektur kuno, tau-tau ada yang nelpon ngajak dampingin group ke Eropa. Nggak perlu ngeluarin duit sepeserpun, kan dibayar. Oh, lucky me!

Kenekadan, keberanian dan kesempatan yang diberikan oleh rekan-rekan di travel agency, udah membawa saya  ke berbagai tempat di  dunia. Well, I am still the new kid on the block. Masih jauh dari pengalaman para penjelajah benua yang udah malang melintang hingga puluhan tahun. Perjalanan saya masih panjang. Ada 193 negara di dunia yang diakui oleh PBB dan saya baru menginjakan kaki di 30-an diantaranya.

Woaaa, masih banyak tempat yang harus saya kunjungi dimuka bumi ini. Semoga terus diberikan keberanian, kenekadan, kesehatan, dan usia panjang untuk bisa menjelajah setiap pelosok negeri dan dunia serta berbagi cerita dan inspirasi. Amin! Wanna travel with me?


Special thanks to:
Golden Rama Tour & Travel
Jl. Tanah Abang II No. 73, RT.1/RW.4, Petojo Sel, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160. Tel: +62 21 29806000
https://m.goldenrama.com

Panorama Tour
Panorama Building Lt.1, Jalan Tomang Raya No.63, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11440
Tel: +62 21 25565555
www.panorama-tours.com

Pacto Tour & Travel
Jl. Taman Kemang No.21, RT.14/RW.1, Bangka, Mampang Prpt, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Tel: +62 21 7196550
www.pactoltd.com

Traveland Convex
Jl. Cihampelas No. 56 B, Tamansari, Bandung Wetan, Bandung, Jawa Barat 40116
Tel: +62 22 4264028
www.travelandconvex.com

Glory Tour
PT. Glory Anugrah Wisata, Jl. KH. Hasyim Ashari No.46B Jakarta 10130
Tel: +62 21 6339888
cs@glory-tour.com, www.glory-tour.com

Great Holidays Travel Jakarta
contact: Jimmy +62 85813157288


You Might Also Like

10 komentar

  1. Arief : Meta lo kenal idfi kan
    Me : iyah kenal...(pan idfi terkenal semasa di kampus hehehe)
    Arief : Kalo lo ada group and perlu TL bisa tuch Idfi bawa...gw recomend dech. Pasti dia bisa
    Me : Dia pernah bawa tour
    Arief : belom sih..tapi met..gw jamin lah dia mah bisa..backgroud pariwisata ada.. bahasa jago
    Me : ok minta kontaknya lah...nanti gw telp idfinya
    Tapi gw gak bisa ngajarin yah keur sibuk pisan ama group...lo yang ajarin yah...tinggal di poles idfi mah
    Arief : Siip lah ntar gw yg ajarin

    Dan...disitulah gw mulai telp Idfi...Alm Arief mempromosikan Idfi buat jadi TL ke gw.
    Sekarang....Seorang Idfi udah jadi TL berpengalaman yg menjelajahi 30 negara...Sukses Idfi msh panjang liat 193 negaranya. Ditunggu tulisannya yg slalu seru and menarik di baca...smoga jadi Buku disuatu hari nanti. There's always one mountain left to clim!!

    BalasHapus
  2. Arief : Meta lo kenal idfi kan
    Me : iyah kenal...(pan idfi terkenal semasa di kampus hehehe)
    Arief : Kalo lo ada group and perlu TL bisa tuch Idfi bawa...gw recomend dech. Pasti dia bisa
    Me : Dia pernah bawa tour
    Arief : belom sih..tapi met..gw jamin lah dia mah bisa..backgroud pariwisata ada.. bahasa jago
    Me : ok minta kontaknya lah...nanti gw telp idfinya
    Tapi gw gak bisa ngajarin yah keur sibuk pisan ama group...lo yang ajarin yah...tinggal di poles idfi mah
    Arief : Siip lah ntar gw yg ajarin

    Dan...disitulah gw mulai telp Idfi...Alm Arief mempromosikan Idfi buat jadi TL ke gw.
    Sekarang....Seorang Idfi udah jadi TL berpengalaman yg menjelajahi 30 negara...Sukses Idfi msh panjang liat 193 negaranya. Ditunggu tulisannya yg slalu seru and menarik di baca...smoga jadi Buku disuatu hari nanti. There's always one mountain left to clim!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ampunnnn metaaaaa ... makasih buat sepenggal ceritamu ini. It really means a lot. Kalonga ada dirimu dan arief mungkin gue masih ngejer-ngejer mimpi jadi artis wkwkwkwkw .. makasih ya Meta for everything. Akh, jd kangen Arief :(

      Hapus
    2. Ya ampunnnn metaaaaa ... makasih buat sepenggal ceritamu ini. It really means a lot. Kalonga ada dirimu dan arief mungkin gue masih ngejer-ngejer mimpi jadi artis wkwkwkwkw .. makasih ya Meta for everything. Akh, jd kangen Arief :(

      Hapus
  3. Kang Idfi, keren pisan tulisannya, saya suka sama suara kang Idfi pas jaman siaran di Ardan, walau gak pernah liat mukanya, hehe.. Sukses selalu di karir TLnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai insani ... haturnuhun udah mampir ke blog aku ;) masih suja denger ardan kah? Sukses selalu juga buat dirimu yaaaa ;)

      Hapus
    2. Hai insani ... haturnuhun udah mampir ke blog aku ;) masih suja denger ardan kah? Sukses selalu juga buat dirimu yaaaa ;)

      Hapus
  4. Jadi lw dah ke semua benua bro gegara jadi TL. Luar biasa ...

    BalasHapus
  5. wahh sudah menjelajah 30 negara.. sukses terus kang jadi TL-nya biar bisa menjelajah ke seluruh dunia.. :)

    BalasHapus

Popular Posts

Follow by Email